Postingan

Menampilkan postingan dengan label others

Seputar Kegiatan Blogging: Definisi, Tren, dan Alasan Bertahan

Gambar
Baru delapan tahun blog ini berdiri, aku sudah diminta menjadi pembicara dalam acara komunitas buku Kumpulbaca . Ini bermula awal Februari lalu saat dikontak panitia acara ulang tahun Kumpulbaca berkonsep webinar dan ditawari menjadi pembicara dengan bahasan perkembangan literasi di dunia digital. Medium digital yang utama bagi mereka yaitu blog, podcast, dan YouTube. Muncul tiga anggapan yang kureka sendiri perihal alasan Kumpulbaca memilihku untuk berpartisipasi dalam perayaan HUT mereka: (1) aku kenal salah satu penggawa Kumpulbaca, (2) aku mudah dikontak melalui media sosial, atau (3) aku termasuk segelintir blogger buku yang masih beredar di platform maya. Terlepas mana alasan yang benar, aku putuskan untuk menyanggupi tawaran dari teman-teman Kumpulbaca. Seminggu sebelum acara, aku tampil dalam IG Live bersama Kumpulbaca dalam rangka promosi acara dengan membahas pengalaman membaca. Aku kaget saat tahu mereka menayangkan  rangkuman IG Live-nya  di sebuah akun Medium mili...

Buku Paling Berkesan 2020, Pandemi, dan Lebih Banyak Judul

Gambar
“2019 was rough and tough.” Begitu yang kutulis di pos Instagram saat menyambut 2020 sembari berharap segalanya akan lebih mulus dan ringan. Pada hari terakhir tahun 2019, The Jakarta Post membuat tajuk utama di halaman pertama korannya dengan judul “After hectic year, calm 2020 expected.” Artikel tersebut berisi harapan untuk meninggalkan 2019 yang berisi beragam konflik yang menggelisahkan. Dua belas bulan berselang setelah itu, sepertinya butuh kata-kata harapan pergantian tahun yang lebih meyakinkan. Atau malah tak perlu sama sekali? Tiada yang menyangka pandemi akan mengisi hampir sepanjang 2020. Penyesuaian yang drastis perlu dilakukan agar tetap bertahan, bagaimanapun caranya. Setiap orang dipaksa berubah: tidak saling bertemu langsung dan tetap di rumah. Perubahan pun terjadi pada berbagai aspek. Buatku sendiri, salah satu aspek yang berubah yaitu kegiatan membaca. Kegandrunganku akan membaca membuatku ciptakan dua mode dalam kegiatan ini: senyap dan ramai. Mode senyap berarti...

Reading Challenge dan Pertimbangan yang Perlu Disiapkan

Gambar
Edited by Me Beberapa waktu lalu, aku dan dua kenalan di Twitter sepakat melakukan baca bersama sebuah buku. Sayangnya, pada saat teman yang lain sudah menyelesaikannya, sekitar seminggu setelah hari dimulai, aku masih berada di halaman 30-an. Aku merasa terseok-seok dalam melanjutkannya. Pilihan bukunya memang bukan genre yang biasa kubaca; nonfiksi, lumayan serius, dan berbahasa inggris. Aku akhirnya memberanikan diri untuk bilang kepada keduanya bahwa aku tidak bisa menuntaskan buku tersebut. Walaupun dimaklumi oleh teman tersebut, ada rasa malu karena kupikir aku bisa menyelesaikannya dengan mudah. Belum lagi soal komitmen yang sama-sama dibuat di awal. Ini membuatku memikirkan apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan ikut/tidaknya sebuah baca bersama yang termasuk reading challenge ini. Apa itu reading challenge ? Tidak ada definisi terselubung, reading challenge adalah kegiatan menantang diri sendiri untuk membaca sebuah bacaan. Konteks bacaan di sini adalah buk...

Tawar Buku: Kerja Volunter, Kamar Kos, dan Hubungan Keduanya

Gambar
Edited by Me Bekerja memang identik dengan mendapatkan timbal balik. Dengan menghabiskan waktu dan tenaga untuk bekerja, kebanyakan orang merasa harus mendapat imbalan berbentuk uang, barang, atau pujian. Kita selalu diiming-imingi imbalan setelah membantu pekerjaan orangtua saat masih kecil. Semakin dewasa, kita semakin berpandangan bahwa timbal balik yang tepat dari sebuah pekerjaan adalah ketiga jenis di atas. Namun, ada bentuk imbalan lain yang bisa kita dapatkan dari bekerja, seperti kawan baru. Bentuk kerja dengan imbalan semacam itu disebut kerja volunter. Kerja Volunter Selain menimba ilmu, pilar lain dalam program yang membuatku terbang ke negeri Paman Sam adalah kerja volunter atau disebut juga community service . Setelah melakukan kerja volunter di sana dalam jumlah jam yang ditentukan, aku mendapat pandangan baru. Bagaimanapun, bekerja tentu membuat kita mengharapkan timbal balik. Jika kerja sesuai profesi atau keahlian akan berbalas uang, kerja volunter atau kerja...

Babak Baru: Jargon "Follow Your Passion" yang Salah Paham

Gambar
Edited by Me “Kok aku juga ikutan sedih. Gramedia x Abduraafi itu sebuah perpaduan yang klop sekali kelihatannya. Semoga karier barunya bisa membawa Aki ke mimpi-mimpinya ya. 😊” Seorang teman mengirimkan pesan privat tersebut setelah aku mengepos foto nametag kantor lamaku sebagai tanda pengunduran diri di Instagram Story pada awal Maret lalu. Rintangan-rintangan kecil yang berubah jadi pilihan-pilihan sulit buatku memutuskan untuk pindah dari sebuah perusahaan di bawah naungan grup Kompas Gramedia. Sesungguhnya, pengunduran diri ini sudah kupikirkan sejak pertengahan 2019 lalu. Setelah Ruang pupus, aku seperti anak ayam yang kehilangan induk. Aku tanpa sadar angguk-angguk saja untuk pindah ke divisi lain. Walaupun kerjaannya tidak jauh-jauh dari menulis seputar buku bacaan dan mewawancarai penulis, tetap saja aku masih merasa Ruang-lah satu-satunya tempat pulang saat itu. Tulisan ini kubuat untuk menjelaskan alasan utamaku pindah dari kerjaan yang “gue banget” ke perusah...

Abridged Books: Kenapa Ada Buku versi Ringkas?

Gambar
Edited by Me Baru-baru ini, aku menyelesaikan karya klasik "Little Women" karya Louisa May Alcott. Versi yang kubaca hanya setebal 60-an halaman dan ada sisipan ilustrasi di setiap halaman. Versi itu diterbitkan oleh penerbit Indonesia namun berbahasa Inggris dengan kosakata yang mudah dipahami. Pada bagian akhir buku, terdapat glosarium daftar kata bahasa Inggris yang—kemungkinan—sulit dipahami lalu dijajari dengan terjemahan bahasa Indonesia-nya. Versi itu dicetak dengan sampul keras dan berukuran kecil. Pada bagian sampul, gambar empat bersaudara March dibuat semenarik dan seberwarna mungkin agar lebih memikat. Di bawah judul terdapat tulisan " retold from the story by Louisa May Alcott". Bila ditelusuri lebih lanjut, di halaman awal terdapat nama penulisnya yaitu Samantha Noonan. Aku sengaja membeli dan membaca "Little Women" versi itu karena buru-buru ingin membaca. Sebagai persona yang menganut aliran baca-dulu-tonton-kemudian, aku tidak m...

Buku Paling Berkesan 2019 dan Kenangan-Kenangan

Gambar
Edited by me “Apa rekomendasi di sini?” Pertanyaan itu selalu kuajukan tiap kali ke sebuah restoran atau kafe yang baru kudatangi. Beberapa penjaga kafe memberikan satu pilihan menu  signature atau specialty kafe itu. Sebagian yang lain merekomendasikan menu favorit yang banyak dipesan. Aku mendapati respons yang kedua saat mengunjungi sebuah kafe di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta. Sang penjaga kafe merekomendasikan minuman bernama Durian Leaf yang langsung kupesan. Setelah duduk, aku membuka laptop dan menilik draf tulisan tentang kaleidoskop 2019 yang sudah kumulai tulis sejak malam pergantian tahun baru. Aku bimbang apakah perlu lanjut menulisnya atau tidak mengingat sekarang sudah hampir pertengahan bulan di tahun baru. Padahal, aku berencana menayangkannya di sini sebelum tanggal 10. Sayangnya, rutinitas dan hal lain yang tiba-tiba muncul menghancurkannya. Saat sudah memutuskan untuk lanjut menulis dan pemanasan fokus, minuman itu datang. Warnanya hijau muda, sedikit ...

Enam Tahun, Kilas Balik, dan Bagi-Bagi Buku

Gambar
Edited by Me tak ada yang lebih arif // dari hujan bulan Juni // dibiarkannya yang tak terucapkan // diserap akar pohon bunga itu Bila ada satu hal penting tentang bulan Juni, para penggemar sastra mungkin tidak perlu berpikir lama-lama untuk menunjuk puisi karya Sapardi Djoko Damono. Walaupun baca beberapa karya sastra, aku bukan penggemar sastra, dan aku sengaja mencantumkan kutipan puisi “Hujan Bulan Juni” di atas agar terlihat molek. Bukankah salah satu unsur penting dalam karya sastra adalah estetika? Lagi pula ini bulan Juni, jadi kenapa tidak? Berbeda dengan para penggemar sastra, hal penting tentang bulan Juni bagiku adalah menciptakan blog buku ini—yang selanjutnya kusebut blog Bibli. Tahun 2013 bisa dibilang menjadi masa suksesnya blog buku. Kala itu, aku yang hanya mengulas buku-buku yang kubaca di akun Goodreads-ku coba memindahkan ulasan-ulasannya ke blog Bibli. Selain itu, aku juga ingin membagikan hasil pikiranku atas buku yang aku baca sekaligus memberikan re...

Buku Paling Berkesan 2018

Gambar
Edited by Me Beberapa hari lalu akun Twitter-nya Twitter mengepos: “Your 2018 in emojis” . Ketika mau jawab dengan emoji yang berhubungan sama Amerika Serikat, aku bertanya-tanya, “Kayaknya nggak cuma tentang Amerika Serikat deh.” Karena 2018 memang lebih dari itu. Selain ke Amerika Serikat dalam rangka beasiswa kuliah dan magang (lihat di sini ), buku antologi yang aku berkontribusi di dalamnya juga akhirnya rilis setelah menunggu selama hampir dua tahun (lihat di sini ). Bisa dibilang itu dua sorotan utama tahun ini. Yang lainnya? Mungkin tentang bagaimana aku memenej diri sebagai pelajar, editor di Ruang, dan pembaca. Aku masih mengurusi kanal Fiksi Populer Ruang dengan intensitas yang sedikit dikurangi—terima kasih kepada ibu managing editor Ruang yang memberikan kelonggaran atas target artikel bulanan. Dan aku masih bisa merampungkan tantangan membacaku dengan melahap lebih dari 70 buku selama tahun 2018. Bisa dibilang membaca buku menjadi bagian yang paling butuh us...

Buku Paling Berkesan 2017 dan Sedikit Racauan

Gambar
Edited by Me Halo! Wah, kita sudah berada pada pengujung tahun 2017. Seperti penggila film yang akan menuliskan film-film terbaik yang ditontonnya, penyuka musik yang akan menuliskan lagu-lagu atau album-album yang bikin mereka terpukau dengan lirik yang kuat, juga seperti para petualang yang akan membuat daftar tempat-tempat terindah yang sudah dikunjungi selama setahun ini, aku si kutu buku tidak akan melewatkan pengujung tahun ini dengan hanya berdiam diri. Seperti tahun lalu, aku membuat daftar bacaan yang membuatku berkesan pada tahun 2017 ini. Buku-buku yang kusebutkan masuk kriteria tak bisa dilupakan—baik itu dari ceritanya maupun karakternya. Tidak perlu berlama-lama lagi, berikut daftarnya yang kuurutkan dari buku yang paling awal kubaca pada tahun ini.

Pertunjukan The Little Prince oleh Rumah Karya Sjuman

Gambar
Edited by Me "The Little Prince" kubaca sekitar dua tahun lalu. Kala itu, aku menyatakan dalam ulasanku bahwa aku tidak memahami arti cerita yang dikandungnya. Bahwa bahasanya terlalu metafora dan langsung. Tak lama berselang, "The Little Prince" versi filmnya tayang. Aku yang berusaha untuk memahami apa yang terjadi pada Pangeran Cilik ini nekat menonton filmnya. Tidak buruk, aku jadi mengerti apa yang dimaksud dari ceritanya. Versi film sedikit berbeda. Ada seorang anak perempuan sebagai tokoh utama dan ibunya yang keduanya tidak terceritakan di dalam buku. Menurutku, itu beralasan. Kisah dalam bukunya sedikit sulit untuk diterangkan secara visual sehingga penambahan tokoh anak perempuan dan ibunya bisa memudahkan penjelasan ceritanya. Seperti yang temanku bilang, "Kisah aslinya tidak dimaksudkan untuk ditafsirkan dengan mudah." Melalui filmnya, aku mulai mengerti tentang apa yang ingin disampaikan oleh pengarang. Singkatnya, "The Litt...

Penerbit Indie dan Penerbit Mayor Jalan Berbarengan

Gambar
Edited by Me Saat berada di Jogja beberapa waktu lalu, aku sempat mengobrol dengan teman komunitas yang merupakan salah satu editor penerbitan di sana. Tidak ingat bahasan apa yang kami obrolkan waktu itu, tapi ada satu kepingan obrolan yang masing terngiang dalam benak. Aku bertanya tentang beberapa buku terjemahan dari penerbit-penerbit indie. Sepengetahuanku, beberapa penerbit indie tidak hanya menerbitkan terjemahan klasik yang hak penerjemahannya sudah jadi ranah publik (public domain) , tetapi juga buku-buku yang baru belasan tahun lalu diterbitkan di negara asal mereka. Temanku itu mengatakan secara gamblang bahwa kebanyakan dari penerbit indie di Indonesia tidak memikirkan hak penerjemahannya. Mereka hanya terjemahkan dan terbitkan. Bukan lagi rahasia, hal yang sama pun disampaikan oleh Teddy W. Kusuma dalam acara Beranda Sastra #9 Sabtu kemarin. *** Intermeso sebelum melanjutkan topik penerbit indie itu. Belakangan ini, aku kerap menayangkan hal-hal yang menurutk...

Memori Beli Buku, Middle Grade, dan Keriuhan MiGaring 2.0

Gambar
Terkadang, sebuah peristiwa akan memantik memori pada masa lalu. Seorang anak SMA berkacamata menggandrungi sebuah buku dan meracuni teman semejanya untuk tertarik pada hal yang sama. Sejak awal si kacamata punya inisiatif mengajak teman semejanya itu membeli buku yang dibicarakan banyak orang itu. Entah amat baik atau terpaksa karena si kacamata adalah "teman"-nya, sang teman akhirnya mengiakan kala si kacamata memintanya untuk patungan membeli buku epik itu. Butuh beberapa waktu untuk mengumpulkan uang karena buku tersebut lumayan mahal dan bagi seorang anak yang tinggal di sebuah kota kabupaten dan jauh dari toko buku harus membelinya via internet. Kami harus menambahkan uang untuk ongkos kirim. Setelah pas, kami datang ke sebuah bank untuk melakukan transaksi. Si kacamata tahu itu kali pertamanya datang ke sebuah bank dan berhadapan langsung dengan petugas wanita di balik meja untuk membeli buku. Penggalan di atas adalah secuplik memoriku. Entah bagaimana dengan...

BBI Share the Love 2017: Cuap-Cuap Pamungkas Sharie

Gambar
Edited by Me Akhirnya acara yang sedikit bikin pusing ini berada di pengujung. Aku ingat ketika pertama kali berkenalan dengan Sharie dan memintanya untuk memberikan ide segar. Kami memikirkan banyak topik untuk diangkat dalam tukar pos kali ini dan berakhir pada ide untuk menceritakan apa yang membuat masing-masing dari kami begitu menyenangi membaca. Aku menuliskannya di blog Sharie dan begitu pula sebaliknya. Satu hal yang pasti adalah intensitas komunikasi kami semakin sering karena kami sama-sama diskusi untuk menentukan konsep yang berbeda namun tidak sampai membuat kami berdua kerepotan. Yah, kamu tahulah, bagaimana jika orang yang memiliki kesibukan mencoba untuk berkomitmen dengan acara yang diikutinya.  Pada pos kali ini. Aku ingin bercerita tentang Sharie yang sangat menyukai buku-buku karya Agatha Christie. Aku bertanya tentang karakter favoritnya dari karya Agatha Christie dan jawabannya adalah: Aku suka Miss Marple karena kami sama-sama perempuan. Terus aku ...

BBI Share the Love 2017: Sharie dan Kecintaannya pada Membaca + Giveaway

Gambar
Edited by Me Sebenarnya sudah sejak lama aku kenal dengan istilah Hari Kasih Sayang atau yang biasa disebut Valentine. Selama itu pulalah aku bertanya-tanya apa sih yang dilakukan orang-orang pada Hari Kasih Sayang. Apakah mereka saling berpelukan dalam kurun waktu beberapa menit? Saling memberi hadiah seperti cokelat atau bunga? Menyalurkan kebahagiaan bersama orang-orang tedekat dengan cara mentraktir mereka? Atau apa? Bukannya kasih sayang sudah semestinya ada setiap manusia itu bernapas? Pertanyaan itulah yang kemudian membuatku bertanya kepada beberapa teman tentang arti Hari Kasih Sayang menurut mereka . Setelah tahu jawabannya, aku pun tahu bahwa mereka sebenarnya juga tidak merayakan Hari Kasih Sayang. Seperti Hari Ibu yang merupakan saat yang tepat untuk mengungkapkan perasaan sayang kepada ibu tercinta, Hari Kasih Sayang juga dibuat sebagai momentum untuk merayakan perasaan kasih dan sayang masing-masing individu. Bila lebih dibuat simpel lagi, ini juga seperti pera...

[Wrap Up] Read and Keep Reading Challenge

Gambar
Ingat celengan siluman di atas? Aku pernah memperkenalkannya pada pos artikel "Read and Keep Challenge" . Kamu tahu beratnya berapa sekarang? Jangan tanya karena aku pun tidak tahu jawabannya. Pokoknya, celengan tersebut sudah terisi banyak. Aku menabung sekaligus mengikuti tantangan Mbak Alvina dalam "Read and Keep Challenge" . Lebih tepatnya, aku tidak akan menabung bila tidak ada tantangan ini. Jadi, aku beterima kasih kepada sang penantang. Namun sayangnya, aku semakin keranjingan menabung sehingga sepertinya akan kubiarkan tidak terbuka sampai benar-benar tidak bisa dimasukkan uang logam dan kertas lagi. Atau sampai aku benar-benar membutuhkan uang. Begini, pernahkah kamu membuat target sesuatu pada awal tahun dan mengubahnya di tengah tahun? Atau, pernahkah kamu bertekad menabung untuk beli sebuah buku pertama dari seri kesukaanmu dan pada pertengahan tahun tekadmu menjadi berlebih sehingga keinginanmu pun diperbesar menjadi boxset seri kesukaanmu itu...

Read and Review Challenge 2017

Gambar
Edited by Me Awalnya, berpikir untuk tidak mengikuti tantangan membaca apa pun pada tahun ini. Namun, rasanya hambar bila hanya membaca tanpa target lainnya. Ada "Goodreads Reading Challenge" yang sejak 2013 berhasil dilakukan sih, tapi itu kan cuma tantangan membaca buku sesuai dengan jumlah buku yang ditentukan. Itu sih semacam kamu punya target makan tiga kali sehari yang akan kamu lakukan sehari-hari karena ya itu memang kebutuhan sehari-hari. Bedakan bila, misalnya, kamu harus makan makanan berbahan sayur-mayur pada hari Senin dan makanan berbahan dasar seafood pada hari Sabtu. Terlihat lebih menantang, bukan? Kabar gembira! Divisi Event BBI yang biasa menyelenggarakan acara daring maupun tidak membuat terobosan baru tahun ini. Menggantikan Posting Bareng BBI yang sudah dilakukan beberapa tahun terakhir, Divisi Event BBI akhirnya membuat tantangan "Read and Review Challenge 2017" . Pertanyaan selanjutnya: apakah itu? Simpel, itu adalah tantangan m...

Buku Paling Berkesan 2016 dan Sedikit Gunjingan

Gambar
Edited by Me Halo! Selamat tahun baru 2017! Untuk menggenapkan resolusi 2016 tentang Posting Bareng BBI , pada hari pertama bulan pertama tahun baru ini aku akan menulis sesuai tema yang diberikan. Tema Posting Bareng bulan Desember 2016 yang disiapkan oleh Divisi Event BBI adalah #BBITopChoice. Sesuai temanya, kali ini aku akan memberikan buku-buku paling berkesan yang kubaca selama 2016. Setelah pada tahun lalu ada lima buku , tahun ini aku akan pilih tiga buku saja yang kisahnya benar-benar melekat dalam memori. Apakah ketiganya itu?

Kaleidoskop 2016: Sajian Singkat Aneka Peristiwa Perbukuan yang Menimpaku

Gambar
Edited by Me Aku masih ingat saat Guru Matematika di sekolah dulu memberi cara mudah menentukan tahun kabisat. "Bagikan saja dengan empat. Bila hasilnya bulat, maka tahun tersebut adalah tahun kabisat." 2016 termasuk salah satunya. Dan tahukah kamu bahwa pada 31 Desember 2016, setiap jam komputer di seluruh dunia secara bersamaan akan bertambah 1 detik. Jadi, setelah pukul 23:59:59 waktu akan bertambah jadi 23:59:60 baru kemudian masuk 1 Januari 2017. Ini disebabkan fenomena leap second (lompatan detik) atau detik kabisat. Detik kabisat merupakan sebuah gejala alam yang menyebabkan durasi rotasi bumi bertambah 1 detik. Lalu, kenapa aku membicarakan tahun kabisat dan jam di dunia yang akan bertambah 1 detik? Yah, hal-hal seperti tahun kabisat atau penambahan waktu 1 detik sangat jarang terjadi bukan? Aku hanya mengorelasikannya dengan poin-poin berikut; hal-hal yang aku pikir hanya terjadi pada tahun 2016 dan tidak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya atau akan berb...

Kenangan Tentang SCOOP Agar Tidak Lekas Pudar

Gambar
Edited by Me Hal yang umum jika setiap orang yang kautemui selalu bertanya tentang apa dan di mana kau bekerja. Tidak terkecuali aku. Selama sembilan bulan ini menjawab apa dan di mana aku bekerja , hampir selama itu jugalah aku menerima respons, "Oh, SCOOP yang jual aksesoris itu? Yang di mal itu?" Saat itulah aku tahu bahwa aku akan selalu mendapat respons yang sama dari sebagian besar orang yang bertanya hal yang sama pula. Diawali tawa, dengan antusias, aku menjabarkan tempat kerjaku. "Hahaha. Bukan. SCOOP yang ini merupakan aplikasi untuk membaca buku, majalah, dan koran secara digital melalui gawai." Lalu, aku akan panjang lebar menjelaskan secara detail tentangnya. Dan ketika aku sudah merasa SCOOP sebagai anak kandung bandel yang selalu merajuk ingin selalu diperhatikan, aku harus merelakannya. Menyerahkannya kepada mereka yang aku yakin akan betul-betul memperlakukannya sama dengan yang kulakukan. Sebenarnya tidak terpikir akan menulis tentang ap...