Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita dari gurun

Ocotillo Dreams: Fiksi Sejarah dari Barat Daya Amerika

Gambar
Edited by Me “The simple reason is that I want to know more about the literary creations of this region — the region that is also my residence while in the United States.” Alasan di atas aku tulis ketika koordinator program memintaku untuk membuat pernyataan tertulis kenapa memilih kelas Literature of the Southwest yang mana, katanya, belum pernah ada satu pun partisipan program sebelumnya yang mengambil kelas bidang itu. Terkesan rada berlebihan tetapi aku memang ingin tahu bahan bacaan macam apa yang ada di kawasan barat daya Amerika terutama Arizona. Selain itu, aku juga ingin tahu bagaimana nuansa dan rasa sebuah kelas literatur berjalan—yang jadi salah satu keinginanku sejak lama dan akhirnya terkabul. Di kelas ini, tugas membaca buku “wajib” dan diskusi kelas jadi dua rintangan yang nyata. Aku bahkan sempat bertemu dengan pengajar kelas ini karena rasa gelisah muncul saat tiba waktu diskusi kelas. Hal itu kebanyakan karena aku tidak membaca buku yang didiskusikan samp...

Lawan Reverse Culture Shock dengan Daftar Buku-Buku Keinginan

Gambar
Edited by Me Tersisa kurang dari 40 hari lagi sebelum kembali ke Jakarta dan bersua lagi dengan keluarga, teman-teman, dan kolega. Bahagia bercampur haru dan khawatir adalah perasaan yang tak bisa ditangkis. Kekhawatiran itu muncul karena apa yang dinamakan dengan  reverse culture shock —sebuah keadaan ketika aku harus mengalami perubahan kembali setelah pulang ke kampung halaman. Di sini, aku sudah terbiasa dengan berjalan di lajur sebelah kanan, menghitung uang menggunakan dolar, menggunakan microwave , sampai minum air langsung dari keran. Saat pulang nanti, tentu saja sebagian besar kebiasaan itu sudah tidak bisa diaplikasikan. Setidaknya, aku sedang berpikir untuk membeli microwave atau rice cooker di tempat tinggal baru nanti. Itu baru hal-hal kecil yang terlihat remeh. Ada yang lain lagi seperti khawatir tidak menemukan perpustakaan yang selengkap di sini dari buku-buku fiksi klasik, fiksi remaja, buku bergambar anak-anak, sampai kaset DVD film dari tahun 80-an ...

Cerita dari Gurun: Setelah Mengunjungi Banyak Negara Bagian di Amerika Serikat

Gambar
Edited  by Me “They said there are two teams: team saving and team wasting. Team saving obviously think million times to spend money. Team wasting tend to do not care about money and take opportunities they are facing. I am the second.” Pada salah satu pos Instagram-ku (yang sekarang sudah dienyahkan), aku sempat mengatakan di atas. Ya, memang sih, aku baru mengunjungi 11 negara bagian saja. Berbeda dari teman-teman lain yang sudah mengunjungi 16 bahkan 20 negara bagian. Kriteria berkunjungku sedikit berbeda karena kota atau negara bagian tujuan itu harus memiliki perpustakaan atau toko buku yang bisa disinggahi dan ditilik. Bila tidak ada salah satu kriteria tersebut, aku akan mengabaikannya. Walaupun begitu, aku sudah cukup puas dengan raihanku sekarang. Berikut negara bagian dan kota yang kusinggahi: Phoenix di Arizona (tentu saja karena ini tempat tinggal sementaraku), Austin di negara bagian Texas, San Diego di California, Las Vegas di Nevada, Seattle di Washington...

Cerita dari Gurun: Setengah Jalan Lagi

Gambar
Edited  by Me Lega rasanya setelah mengeluarkan perasaan terpendam pada tulisan terakhir . Aku juga coba menyampaikan unek-unek itu kepada orang lain dan dia bilang, “Kamu cuma lagi enggak ngerjain apa-apa aja. Kamu tertekan karena biasanya kamu beraktivitas rutin.” Mungkin dia benar. Setelah menghabiskan sekitar lima hari bervakansi, aku masih punya sekitar dua minggu sebelum aktivitas berikutnya yang walaupun diisi dengan membaca, menulis, dan bekerja, tetap tidak beranjak tempat. Sudah hampir enam bulan tinggal di Amerika Serikat dan sudah beradaptasi dengan hampir segala hal. Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. Menggunakan transportasi publik. Berbelanja di Walmart atau Fry’s. Menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan. Mandi pakai pancuran. Memasak dengan microwave dan oven. Melihat kendaraan berjalan di sisi kanan alih-alih kiri. Mengendarai skuter elektronik berbayar. Mengenakan baju tertutup karena suhu yang rendah. Dan banyak hal lain yang mungkin akan dita...

Cerita dari Gurun: Setelah 50 Jam Jadi Sukarelawan

Gambar
Edited by Me Hari Sabtu kemarin, jam sukarelawanku menembus angka 50. Sebuah pencapaian bagiku karena: (1) aku mendedikasikan jam-jam tersebut untuk—kalau kata KBBI—melakukan kerja sukarela tanpa paksaan, dan (2) aku tidak pernah berpikir untuk melakukan hal itu. Kesibukan sebagai “pekerja teks komersial” dan prestise sebagai manusia milenial ibukota tidak sedikit pun mencetuskan diri ini untuk kerja sukarela. Aku terlalu berkutat pada kebahagiaan pribadi. Kehidupan di Amerika Serikat benar-benar mengubahku. Kerja sukarela populer di Amerika Serikat. Saat bertanya ke seorang instruktur kampus tentang bagaimana orang Amerika Serikat melihat kerja sukarela, dia menjawab itu tergantung. Beberapa orang mungkin begitu individualistis dan apatis sehingga tidak pernah melakukan hal itu. Namun, sebagian besar orang Amerika Serikat sangat suka kerja sukarela sehingga bisa menjadi gaya hidup. Ada kepuasan batin yang muncul seusai meluangkan waktu untuk membantu. Saat kerja sukarela k...