Postingan

Menampilkan postingan dengan label literature

Menelisik Kemiskinan dari Mata The White Tiger

Gambar
Netflix harus menunggu sampai 2021 untuk mengalihwahanakan novel “The White Tiger” yang rilis 13 tahun sebelumnya menjadi sebuah film. Namun, itu bukan masalah. Film adaptasi kerap membuat orang-orang 'ngeh' dengan karya novelnya. Begitu juga dengan karya pemenang The Man Booker Prize 2008 ini. Aku yakin belum pernah menemukan buku ini ‘nangkring’ di rak toko buku sampai setidaknya beberapa bulan lalu. Novel ini diterjemahkan dan diterbitkan Penerbit ANDI bahkan sejak 2010 (alias dua tahun setelah versi aslinya terbit). Kini, si versi terjemahan ‘hadir kembali’ di toko buku dengan jaket sampul baru yang membalut sampul lamanya (dapatkan di toko buku online Andi Publisher ). Sudah semestinya ini berhubungan dengan kehadiran film adaptasinya di Netflix. Betapa euforia film yang diangkat dari karya novel membuka kembali keran pengenalan tokoh Balram dalam novel ini sekaligus keran cuan untuk penerbit bukunya. Balram. Itu bukan nama aslinya. Kedua orang tuanya tidak punya waktu unt...

Melongok Kisah Korok dalam Tahun Penuh Gulma

Gambar
“Bahwa orang bisa memilih apa yang dimakan atau digunakan, benar-benar tidak pernah terpikir olehnya.” (hlm. 89) Sebelum berkunjung ke India tepatnya Desa Gondi yang menjadi latar utama buku ini, mari sejenak berkujung ke Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Sebuah insiden terjadi di Desa Wadas yang melibatkan warga desa dan aparat kepolisian beberapa hari lalu. Insiden bermula saat warga desa, yang di barisan paling depan merupakan para ibu berpakaian merah-merah, melakukan aksi blokir jalan dengan cara duduk-duduk dan bersawalat. Mereka menghadang rombongan yang dikawal polisi dan TNI yang akan merangsek memasuki desa. Rencananya, mereka akan menggelar “sosialisasi pemasangan patok trase dan bidang tanah”. Perang urat tak terhindarkan dan bentrokan terjadi. Aparat kepolisian menarik beberapa orang, kebanyakan mahasiswa yang menemani para warga aksi. Gas air mata dilancarkan yang praktis membubarkan aksi. Aksi ini mungkin tidak akan pernah warga desa lakukan jika tanah merek...

Belajar Melawan dari Si Beruang Kutub

Gambar
Pertemuan seseorang dan buku yang dibacanya selalu menarik untuk diceritakan. Begitupun dengan pertemuanku dan “Kenang-kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub” karya Claudio Orrego Vicuña. Sejak awal Februari, aku dan Danang sepakat untuk mengontrak sebuah rumah di Jogja. Selama proses adaptasi kondisi di kontrakan baru, aku yang tetap ingin membaca buku memutuskan untuk menikmati bacaan yang tipis-tipis saja. Salah dua buku yang kubaca yaitu “Sengkarut” dan “Cerita, Bualan, Kebenaran” . Saat beres-beres, aku mendapati buku karya Vicuña ini di tumpukan buku koleksi Danang. Tidak ada harapan apa pun waktu itu. Namun, semakin menyimak kisahnya, semakin aku tenggelam dalam kondisi terkungkung yang dinarasikan oleh si beruang kutub. Saking tenggelamnya, perasaanku dibuat menggebu-gebu untuk menuliskan sebuah ulasan. “Kenang-kenangan Mengejutkan Si Beruang Kutub” menghadirkan seekor beruang kutub sebagai tokoh utama. Ia dibawa dari habitatnya di kutub untuk ‘dirumahkan’ di sebuah kebun binat...

3 Kutipan Menarik dan Penjelasannya dari Normal People

Gambar
Judul :  Normal People Pengarang : Sally Rooney Penerbit : Bentang Pustaka Tahun : 2020 Dibaca : 13 Mei 2020 Saat remaja, pernahkah kamu mengalami cinta monyet? Itu istilah untuk rasa suka pertama kali yang tertuju pada orang lain, biasanya teman sebaya yang sekelas atau beda kelas, walaupun bisa juga kakak atau adik kelas. Bagi anak baru gede, cinta monyet begitu menggairahkan. Janji bertemu di kantin belakang sekolah saja sudah bikin berdebar-debar. Belum lagi jika teman-teman yang lain mengetahui bahwa kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Mereka akan men-“cie-cie”-kan saat kamu pulang bareng dengan si doi. Secara tak sadar, cinta monyet terasa sebentar, main-main, dan terlalu membingungkan, apalagi ketika kamu harus berpisah dengan si doi setelah lulus sekolah. Hal-hal yang terjadi saat cinta monyet juga kerap terpatri dalam memori dan dijadikan bahan pembicaraan di kemudian hari. Walaupun begitu, bagaimana jika si cinta monyetmu kala sekolah terus berkutat...

Kim Ji-young, Born 1982: Menjadi Laki-Laki adalah Privilese

Gambar
Edited by Me Aku masih SMP. Kala itu, jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh. Aku harus berjalan kaki sekitar 5-10 menit untuk sampai di alun-alun kecamatan. Aku harus menunggu bus tanggung atau angkot yang kadang-kadang butuh 15 menit lalu menempuh waktu 15-20 menit untuk sampai di sekolah. Beberapa teman yang rumahnya berdekatan menggunakan sepeda motor ke dan dari sekolah tapi aku terlalu mandiri untuk berangkat dan pulang bersama mereka. Suatu hari—lupa apa penyebabnya—aku terpaksa harus pulang petang. Ponsel masih belum zaman. Aku tidak memberi tahu ibuku bahwa aku akan pulang terlambat. Aku ingat hari menjelang gelap. Azan magrib berkumandang. Beberapa puluh meter dari rumah, aku melihat ibu dan adikku berdiri di jalan depan rumah. Mereka menungguku. Saat sudah dekat, ibuku bilang bahwa ia mengkhawatirkanku. Aku yakin hari itulah pertama kalinya aku pulang hampir malam. Aku lahir dan besar dari keluarga yang mayoritas laki-laki—ayahku, aku, dan dua adikku. Ibuku satu-sa...

Ulasan Buku: Pirgi dan Misota + Giveaway

Gambar
Judul :  Pirgi dan Misota Penulis: Yetti A.KA Penerbit: DIVA Press Tahun : 2019 Dibaca : 21 September 2019 Rating : ★ ★ ★ “Betapa terbiasa aku menghadapi hidup ini dengan memejamkan mata. Seolah dengan begitu masalahku selesai begitu saja. Padahal, tentu tidak. Kata Misota, kau boleh saja menggunakan cara itu. Setiap orang harus punya cara menyiasati kebuntuannya.” (hlm. 25) Seperti biasa, Indra duduk sendirian di sebuah bangku. Setidaknya seminggu dua kali bangku itu menjadi teman Indra selepas berlari mengelilingi taman yang kerap disinggahi untuk orang-orang yang berminat akan kebugaran mereka. Bangku itu sedikit tersembunyi, berada di balik pohon besar nan riPirgi dan Misota    Pirgi tahu ia jatuh cinta pada Nodee ketika dirinya diajak ke sebuah ruangan penuh buku-buku di sebuah rumah kecil di lingkungan padat penduduk—tempat yang menjadi saksi pergumulan perdana mereka. Dengan tidak menghiraukan jarak umur 25 tahun di antara mereka dan ibunya Pirgi...

Ulasan Buku: Ya, Aku Lari! + Giveaway

Gambar
Judul :  Ya, Aku Lari! Pengarang : Hasan Aspahani Penerbit: DIVAPress Tahun : 2018 Dibaca : 15 Desember 2018 Rating : ★★★ Mengetahui pengarang adalah penyair yang melalui karyanya mendapat gelar buku puisi terbaik Anugerah Hari Puisi dan Yayasan Hari Puisi tahun lalu, aku antusias dengan karya novel Hasan. Sebuah pertanyaan selalu mengemuka tentang hal itu: Kenapa pada akhirnya sang penyair yang biasanya menciptakan puisi lantas menelurkan novel? Namun, sebenarnya Hasan tidak bisa diberikan pertanyaan seperti itu. Ditilik dari bibliografinya, walaupun ia seorang penyair dengan menelurkan beberapa buku kumpulan puisi, ia juga pernah merilis sebuah buku biografi berjudul “Chairil” yang mengupas sosok Chairil Anwar. Mengingat belum membaca satu pun karyanya, aku coba melahap “Ya, Aku Lari” ini tanpa ekspektasi apa pun. Tiada garam, tiada merica, tiada saus tomat maupun kecap manis. Aku baca saja. “Ya, Aku Lari!” berkisah tentang seorang narapidana yang baru keluar da...

Ulasan Buku: Rumah Tanpa Jendela + Giveaway

Gambar
Edited by Me Aku bertanya-tanya adakah rak novel islami di toko buku pada 20 tahun lalu? Pertanyaan yang tercetus usai membaca artikel hasil diskusi "Posisi Sastra Populer dalam Wacana Kesusastraan Indonesia". Pada artikel tersebut diterangkan bahwa fiksi populer islami baru hadir pada era 2000-an. Jauh sebelumnya, sastra populer era 60'-an banyak mengangkat tema seks dan pada kurun 70'-an sampai 90'-an tema percintaan remaja kota yang memarak. Beberapa hari lalu, ketika mengunjungi Toko Buku Togamas Affandi, aku melihat tidak hanya satu rak buku berlabel novel islami. Semakin mendekat, aku melihat satu deretan buku dengan sampul poster film yang mana menjelaskan secara gamblang bahwa buku-buku tersebut telah diangkat ke layar lebar. Semakin mendekat lagi, kesemuanya adalah buah karya Asma Nadia. Dari "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" sampai "Surga yang Tak Dirindukan". Desember lalu, aku meminta Cantini Cucum, panelis diskusi...

Corpora Aliena dan Perasaan Terasing

Gambar
Edited by Me Suatu malam, seorang teman mengirimiku pesan dan menyatakan bahwa ia merasa asing dengan lingkungan sekitarnya. Ia bertanya-tanya apakah dirinya semakin tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain—apakah dirinya kurang bisa berbaur. Aku coba menjelaskan kepadanya bahwa mungkin saja itu bukan terasing tetapi hanya merasa diabaikan. Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa ia merasa seperti itu hanya pada beberapa orang saja. Individu atau kelompok disebut terasing apabila mereka berbeda dari mayoritas kebanyakan dan karena perbedaan itulah mereka dijauhi. Yang menyebalkan, mayoritas tidak hanya menjauhi, bahkan bisa lebih ekstrem lagi seperti mengolok-olok bahkan menindas. Keterasingan ini bisa terjadi pada siapa saja—pun pada para tokoh yang diceritakan oleh Henny Triskaidekaman dalam kumpulan cerpennya berjudul "Corpora Aliena". Aku tidak akan menyalahkan temanku itu karena merasa terasing. Perasaan tersebut bisa hadir kapan saja—apalagi ketika merasa ...

Masa Kecil dalam Dua Karya Reda Gaudiamo

Gambar
Edited by Me Saat meriset untuk ulasan ini, aku melongo mendapati Reda Gaudiamo adalah personel AriReda yang terkenal menyanyikan puisi itu. Ari - Reda; Reda - Gaudiamo. Betapa seharusnya aku bisa menerka-nerkanya. Aku tidak begitu gandrung dengan AriReda, namun bukan berarti tidak pernah mendengarnya. Keterkejutan bodoh ini buatku mencari tahu lebih lanjut tentang siapa itu AriReda. Mereka sudah terbentuk sejak Oktober 1982. Sudah lebih dari 30 tahun dan mereka bersama dan tetap terus berkarya. Adakah yang mengira mereka suami-istri? Bukan, tentu saja. Mereka hanya dipaksa berduet di acara kampus pada Oktober 1982. Sejak itulah mereka terus bersama—maksudnya bernyanyi bersama—dan terus berkarya sampai kini. Hal terakhir yang kutahu mereka menyenandungkan puisi-puisinya Sapardi Djoko Damono. Terima kasih kepada AriReda dan ketidakpekaanku sehingga bisa membuat separagraf pengantar. Mari kembali pada Reda Gaudiamo dan karya-karyanya "yang lain". Reda sudah menerbitkan ...

Lis Penting The Storied Life of A.J. Fikry

Gambar
Edited by Me "Sepertinya aku jadi lembek di usia paruh baya. Tapi aku juga berpikir reaksiku belakangan menunjukkan pentingnya menemukan kisah di waktu yang tepat dalam hidup kita. Ingat, Maya: hal-hal yang membuat kita tersentuh pada usia dua puluhan belum tentu sama dengan hal-hal yang membuat kita tersentuh pada usia empat puluhan, begitu pula sebaliknya. Hal ini benar dalam urusan buku, juga kehidupan." (hlm. 45) Aku berencana untuk tidak menuliskan ulasan lengkap akan buku ini. Sejak awal, aku bahkan tidak berencana untuk membaca ini. Seharusnya aku membaca buku-buku yang ada dalam daftar bacaan hingga akhir tahun dan bukan buku ini. Tapi, seperti yang tertulis pada buku ini, "Terkadang buku-buku tidak menemukan kita hingga saat yang tepat." Mungkin inilah saat yang tepat untuk mengenal kisah hidup A.J. Fikry. Setelah melihat pos Instagram Story Mas Dion dan beberapa teman yang menampilkan buku ini, aku mulai membaca tanpa ekspektasi apa pun. Hanya...

Hanyutnya Ikan-Ikan Mati

Gambar
Edited by Me Melalui media sosial Twitter, aku tahu seorang teman menunggu-nunggu pergantian hari untuk mendengarkan salah satu lagu teranyar penyanyi favoritnya. Dari situlah aku tahu bahwa Louis Tomlison merilis lagu berjudul "Just Like You", tepatnya pada tanggal 12 lalu. Melalui media sosial Facebook, seorang teman yang lain membeberkan pendapatnya tentang lagu "Just Like You". Ia mengatakan bahwa lagu salah satu member One Direction itu amat berhubungan dengan dirinya yang hidup di tengah bombardir dunia maya. Sebuah tempat yang seolah-olah mengharuskan kita untuk "melakukan sesuatu" setiap hari. "Kita sebenarnya menjalani tekanan yang sama, kesepian yang sama, dan hasrat yang sama untuk dirayakan. Setidaknya melalui dunia maya. Karena di dunia nyata, kita bukan siapa-siapa. Sebegitu kesepiankah manusia di dunia digital?" pungkasnya mengakhiri statusnya. Betapa media sosial menjadi medium penghubung. Kita bisa tahu opini orang lai...

Merawat Kenangan Bersama Forgotten Colors

Gambar
Edited by Me "We are always remaking history. Our memory is always an interpretive reconstruction of the past, so is perspective."  —Umberto Eco Akhir-akhir ini, aku senang karena berteman dekat dengan periset sejarah. Nilai Sejarah waktu sekolah dulu tidak bagus-bagus amat tapi aku punya antusiasme tinggi akan apa yang terjadi pada masa lalu. Setelah diceritakan secara gamblang propaganda pemerintah akan Gestapu, beberapa hari lalu aku juga diberi tahu intrik-intrik Hari Sumpah Pemuda yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Pada 28 Oktober 1928 adalah hari berlangsungnya Kongres Pemuda Kedua. Kongres tersebut tidak pernah menghasilkan keputusan apa pun. Apalagi menghasilkan tiga bait Sumpah Pemuda yang amat terkenal itu. Istilah Sumpah Pemuda baru dikenalkan pada masa pemerintahan Soekarno. Penuturan temanku itu didukung oleh artikel dari Inilah.com . Tulisan dua tahun lalu tersebut menjabarkan bahwa tidak ada dokumen dan bukti sejarah otentik perihal Sumpah Pem...

Mentertawakan Hidup Bersama Belajar Lucu dengan Serius

Gambar
Judul :  Belajar Lucu dengan Serius Pengarang : Hasta Indriyana Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 12 September 2017 (via SCOOP ) Rating : ★★★★ "O, maaf, bagaimana kalian akrab Dengan maaf? Apakah kalian Teman-teman maaf?" —Teman-Teman Maaf  (hal. 29) Halo! Apa kabar, kawan? Menjadi orang yang punya resolusi dan harus menyesuaikan diri dengan keinginan tersebut sungguh melelahkan ya. Resolusi tahun ini untuk mempos ulasan lebih sering ternyata, bisa dibilang, gagal total. Tapi setidaknya, aku berusaha melakukannya minimal sekali sebulan. Tentu aku tidak menganggap resolusi dan menggenapinya adalah hal yang enteng. Malah aku hampir bertanya-tanya kenapa aku semakin jarang menulis padahal itulah keahlian yang seharusnya lebih banyak diasah. Bagaimana bisa terampil bila tidak dilakukan secara rutin dan kontinu? Lihat betapa hal itu harus dipikirkan. Aku tidak bisa tidak mengindahkan apa saja yang kuhadapi lebih-lebih masalah yang datang. Segal...

Ulasan Buku: The Five People You Meet in Heaven

Gambar
Judul :  Meniti Bianglala Judul Asli : The Five People You Meet in Heaven Pengarang : Mitch Albom Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2014 Dibaca : 11 Juni 2017 Rating : ★★★★ "Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kaukenal." (hal. 54) Sadarkah kenapa aku baru menayangkan ulasan buku yang sudah dibaca hampir dua bulan lalu? Entah apa atau siapa yang merasuki, aku sendiri pun tidak tahu sampai aku menyadarinya. Aku terjangkit  blogging slump ! Kemerosotanku untuk menulis ulasan buku di blog kali ini sepertinya sudah mengkhawatirkan. Pada April lalu, semuanya masih baik-baik saja. Mei pun sama. Masih dalam batas wajar pos bulanan. Namun, gejala-gejalanya sudah mulai terlihat pada bulan berikutnya yang mana blog ini kuperbarui dengan empat pos saja. Semuanya semakin menjadi pada bulan Juni. Aku hanya menulis satu pos saja! Aku sedikit kecewa pada diriku, dan bertanya-tanya kenapa aku bisa terjangkit penyakit yang amat ditakuti setiap  blogg...

Ulasan Buku: Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya

Gambar
Judul :  Tuhan Tidak Makan Ikan dan Cerita Lainnya Pengarang : Gunawan Tri Atmodjo Penerbit : DIVA Press Tahun : 2016 Dibaca : 12 Maret 2017 Rating : ★★★★ "Aku sering berkhayal, andai saja ada kesempatan memilih cita-cita selain nelayan, aku ingin menjadi agen koran dan buku agar bisa membaca sepuas-puasnya."  —Tuhan Tidak Makan Ikan (hal. 119) Sebenarnya, aku sedang bertanya tentang buku terbitan DIVA Press berjudul "Sejumlah Alasan Mengapa Tiap Anak Sebaiknya Melahirkan Seorang Ibu" yang menjadi pilihan salah satu pemenang giveaway #BBIShareTheLove kepada Mas Dion Yulianto . Kenapa Mas Dion? Karena dia bisa memberikan diskon yang lumayan saat kamu berniat untuk membeli buku-buku terbitan DIVA Press. Setelahnya, aku yang berbasa-basi dan tidak sedang sungguh-sungguh ingin menambah lagi timbunanku meminta rekomendasi buku terbitan DIVA Press yang terbit baru-baru ini kepadanya. Ia menyebut buku karya Gunawan Tri Atmodjo ini dan aku dibuat penasaran ...

Vegetarian dalam The Vegetarian

Gambar
Edited by Me Mari mulai ulasan ini dengan bagaimana orang-orang memilih untuk tidak makan daging sama sekali untuk sisa hidup mereka. Banyak di antara mereka yang memilih menjadi vegetarian untuk kesehatan atau keinginan untuk melindungi hak-hak binatang. Aku menelusuri beberapa pengalaman para vegetarian di internet dan menemukan dua orang yang kisahnya menarik untuk disimak. Satunya adalah orang Indonesia dan yang satu lagi dari luar negeri. Singkatnya, yang orang Indonesia tidak menjadi vegetarian karena menyayangi binatang, namun karena ia merasa bahwa memakan daging bukan hal yang baik. Untuk yang orang luar negeri menjadi vegetarian tanpa alasan apa pun. Ia hanya tidak ingin menjadi vegetarian pada suatu hari lalu merasa tidak berselera untuk makan daging pada hari-hari berikutnya. Namun, setelah merasa bahwa menjadi vegetarian itu baik, mereka menemukan kebaikan menjadi vegetarian. Terutama untuk kesehatan dan juga dari sisi spiritualisme. Mereka melihat bahwa banyak o...

Ketakutan yang Tersaji dalam Semua Ikan di Langit

Gambar
Edited by Me "Menyayangi itu adalah kegiatan yang menakutkan." (hal. 64) Ada tiga cara mendapatkan manisnya iman yang disampaikan khatib saat khutbah Jumat kemarin. Salah satu caranya adalah dengan merasa takut kepada Tuhan. Hal ini penting karena bagaimana seseorang bisa beriman bila berani hengkang dari apa yang dipercayainya. Menurut Alquran dan Hadis, takut merupakan sifat orang yang bertaqwa dan menjadi bukti iman kepada Tuhan. Dalam perkara rasa takut ini, khatib mengingatkan kembali tentang memperhitungkan akibat dari apa yang sudah dan akan dikerjakan. Kalau membawa pahala, maka lakukan. Kalau membawa dosa, maka tinggalkan. Ketakutan memang menakutkan. Mereka benar-benar bisa jadi penghalang seseorang untuk maju atau setidaknya menikmati hidup. Dengan berpikiran pada ketakutan-ketakutannya, seseorang tidak bisa tidur. Seorang lainnya terlalu menanggapi ketakutannya sehingga tidak pernah beranjak untuk melakukan hal lain. Ada pula orang yang coba membua...

Ulasan Buku: Jogja Jelang Senja

Gambar
Judul :  Jogja Jelang Senja Pengarang : Desi Puspitasari Penerbit : Grasindo Tahun : 2016 Dibaca : 25 Januari 2017 (via  SCOOP ) Rating : ★★★ Percaya akan kebetulan? Sebagian orang berpendapat bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan karena sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Masa bodoh tentang kebetulan atau takdir karena ini yang kualami: Setelah membaca "Nyanyian Akar Rumput" , aku coba menilik salah satu toko buku daring dan mendapati satu buku yang sedang masa pre-order . Setelah kukulik lebih jauh, sang pengarang telah menulis beberapa buku dan salah satunya ada format digitalnya. Kupastikan buku itu bukan sastra karena aku baru saja selesai baca sastra. Aku butuh istirahat dengan cara membaca buku bertema ringan. Lalu, aku baca buku itu tanpa ekspektasi apa pun. Selain kisah cinta, buku itu ternyata bercerita tentang perlawanan berlatar tahun 90-an bahkan menyebut-nyebut Wiji Thukul. Apa namanya kalau bukan kebetulan? *** Senja itu di kota Jogja, Kinasih ...

Istirahatlah Kata-Kata Bersama Nyanyian Akar Rumput

Gambar
Judul :  Nyanyian Akar Rumput Pengarang : Wiji Thukul Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2014 Dibaca : 21 Januari 2016 (via  SCOOP ) Rating : ★★★★ Seseorang mengajakmu keliling kota. Tak perlu risau, ia menjanjikan kali ini tak mengeluarkan uang sepeser pun. Ia mengajakmu ke toko perbelanjaan tingkat lima untuk melihat-lihat. Yah, masuk pun tak bayar kan. Lalu, ia juga bisa mengajakmu ke gedung bioskop untuk melihat-lihat poster atau ke diskotek untuk mendengar detak musik dan denting botol. Pasti banyak tawa di sana. Atau kamu bisa ke hotel baru bintang lima. Ada peresmian yang dibuka pejabat tinggi di sana. Sudah merasa capek? Maka pulanglah. Ia akan mengajakmu kembali ke rumah kontrakan dan bersiap untuk kerja di pabrik esok hari. Jangan lupa sarapan nasi bungkus terlebih dahulu, agar kuat bekerja sampai sore. Yah, ngutang juga tidak apa-apalah. *** Kamu akan mengira tulisan di atas adalah fiksi buatanku sendiri. Namun, tidak. Tulisan di atas merup...