Postingan

Menampilkan postingan dengan label gramedia pustaka utama

Yang Tidak Betul dalam Romansa Minoel

Gambar
Edited by Me Lebih dari sebulan aku di kampung halaman. Rasanya aneh karena kembali pulang tidak ada dalam to-do list tahun ini. Di sisi lain, kelegaan muncul karena selain bisa berhemat (aku tidak perlu lagi membayar sewa indekos di Jakarta), aku bisa mencairkan hubunganku dengan orang rumah. Tidak sedikit aku mengobrol dengan ibu dan nenek seputar kehidupan kami dan orang-orang di desa kami. Salah satunya adalah guru SD kelas 6-ku yang sempat menjadi kepala desa. Baru beberapa bulan jadi kades, ia dilengserkan karena suatu alasan. Ibu dan nenek kemudian menjelaskan berbagai asumsi yang datang dari orang lain. Aku hanya angguk-angguk sambil menyayangkan kejadian tersebut. Kabar penuh asumsi memang kerap hadir dan tidak dapat terhindarkan. Itu bisa datang dari mana saja termasuk kerabat dan tetangga yang sesekali datang ke rumah. Di desa, penyebaran kabar dari mulut ke mulut sepertinya lebih berhasil ketimbang via aplikasi perpesanan atau media sosial. Hal ini ternyata tidak hanya be...

Ganjil-Genap: 3 Pelajaran Penting dari Belum Menikah di Usia 30

Gambar
Edited by Me Menikah itu rumit. Aku samar-samar ingat pernah melihat sebuah utas tentang pasangan akan menikah yang harus menghadapi berbagai rintangan tak terduga dan “ada-ada saja”. Utas itu direspons dengan orang-orang yang juga menghadapi kesulitan saat akan menikah. Beberapa komentar bernada positif, bahwa cobaan yang menghadang para calon pengantin ada untuk mengetes kukuh tidaknya hubungan mereka. Bahwa cobaan itu belum seberapa ketimbang nanti setelah mereka resmi menjadi pasangan yang sah. Namun, sebagian orang berpikir sebaliknya. Kalau suami-istri lebih banyak cobaan, buat apa menikah? Sebagian orang itu malah semakin enggan untuk melakukannya. Termasuk aku yang berpikir bahwa menikah adalah angan-angan utopis yang tidak yakin bisa kuraih atau tidak. Pola pikir tersebut yang sedang bersemayam dalam diriku saat ini—diri seorang laki-laki menuju 30 tahun yang selalu ditanyai “mana pasanganmu?” atau “kapan nikah?” Beberapa waktu lalu saat aku pulang ke kampung halaman, ...

Kim Ji-young, Born 1982: Menjadi Laki-Laki adalah Privilese

Gambar
Edited by Me Aku masih SMP. Kala itu, jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh. Aku harus berjalan kaki sekitar 5-10 menit untuk sampai di alun-alun kecamatan. Aku harus menunggu bus tanggung atau angkot yang kadang-kadang butuh 15 menit lalu menempuh waktu 15-20 menit untuk sampai di sekolah. Beberapa teman yang rumahnya berdekatan menggunakan sepeda motor ke dan dari sekolah tapi aku terlalu mandiri untuk berangkat dan pulang bersama mereka. Suatu hari—lupa apa penyebabnya—aku terpaksa harus pulang petang. Ponsel masih belum zaman. Aku tidak memberi tahu ibuku bahwa aku akan pulang terlambat. Aku ingat hari menjelang gelap. Azan magrib berkumandang. Beberapa puluh meter dari rumah, aku melihat ibu dan adikku berdiri di jalan depan rumah. Mereka menungguku. Saat sudah dekat, ibuku bilang bahwa ia mengkhawatirkanku. Aku yakin hari itulah pertama kalinya aku pulang hampir malam. Aku lahir dan besar dari keluarga yang mayoritas laki-laki—ayahku, aku, dan dua adikku. Ibuku satu-sa...

Ulasan Buku: Selamat Datang, Bulan dan Bahaya-Bahaya yang Indah

Gambar
Edited by Me Puisi-Puisi TR dan WJ "Dengan ini saya menyatakan akan selalu memuja puisi-puisi TR dan WJ." ujarku tahun lalu usai tuntaskan buku Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai tahun ini, keduanya muncul lagi alih-alih bersekutu, mereka punya satu-satu tiada lagi peraduan kata tiada lagi selang-seling rasa mulai lagi bagai awal jumpa punya WJ biru malam sanding yuwana ungu punya TR merah-oranye petang nan semu milik WJ perihal rasa melankolis dan melena milik TR tentang dilema kritis dan mengena bagai helai kain keduanya saling jalin yang satu berbahaya satu lagi penuh daya

Ulasan Buku: Flowers over the Bench + Tiga Tanya Tentangmu

Gambar
Judul : Flowers over the Bench Penulis: Gyanindra Ali Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2019 Dibaca : 1 Agustus 2019 Rating : ★ ★ ★ Seperti biasa, Indra duduk sendirian di sebuah bangku. Setidaknya seminggu dua kali bangku itu menjadi teman Indra selepas berlari mengelilingi taman yang kerap disinggahi untuk orang-orang yang berminat akan kebugaran mereka. Bangku itu sedikit tersembunyi, berada di balik pohon besar nan rindang yang konon ditunggui oleh makhluk halus entah apa. Cerita-cerita mistis berseliweran mengenai pohon itu yang merembet ke bangku yang jarang diduduki itu. Saat orang-orang menjauhi area itu karena takut akan akibat yang akan timbul dari cerita simpang-siur itu, Indra dengan senang hati mendekatinya karena jarang yang melewati area itu. Layaknya preman pangkalan yang punya kawasan, Indra bagai punya bangku itu untuk dirinya sendiri. Indra sudah nyaman dengan kesendiriannya. Tiada orang yang mau mendekatinya dan tidak ada keinginan dirinya un...

Berkenalan dengan Teori Ingatan Seluler melalui UnSouled

Gambar
Edited by Me Sebuah tautan yang juga tertera dalam awalan salah satu bab pada buku “UnSouled” karya Neal Shusterman menjabarkan studi pasien yang menerima transplantasi organ yang memiliki ingatan seluler yang identik dengan pendonor yang mentransferkan organnya kepada resipien. Penemuan yang berjudul “Organ Transplants and Cellular Memories” ini menarik untuk ditelusuri karena masing-masing hubungan atas ingatan seluler antara donor dan resipien itu berbeda-beda; ikatan tersebut bisa dari segi tingkah laku, preferensi, sampai memori. Metode yang digunakan adalah dengan mewawancarai resipien, keluarga resipien, dan keluarga donor. Kesaksian mereka memunculkan satu benang merah yang menjalin pendonor organ dengan resipiennya. Salah satu kasusnya adalah resipien laki-laki 25 tahun penderita cystic fibrosis menerima jantung dan paru-paru dari donor perempuan 24 tahun yang meninggal akibat kecelakaan. Dari laporan yang didapat, resipien menyebutkan bahwa sejak mengalami operasi, ia...

Mendefinisikan Ulang Takdir dalam Tukar Takdir

Gambar
Edited by Me Takdir kadang lucu. Setelah menunggu sekian lama, jodohmu akhirnya muncul—seseorang yang kamu temui di acara resepsi pernikahan sepupu, di halte bus, di kantin basemen sebuah gedung perkantoran, atau di aplikasi cari jodoh. Kamu menjalin ikatan dengannya, mempererat talinya sehingga kamu makin yakin bahwa dialah “orang”-nya. Kamu berdoa kepada Tuhan tentang dirinya yang makin hari makin kamu sayang dan selalu menghiasi pikiran. Kamu membahas masa depan bersamanya; menikah di sebuah lokasi privat yang sederhana nan membahagiakan, beranak dua seperti yang dianjurkan oleh BKKBN, dan membagi tugas-tugas rumah tangga. Kalian berdua sepakat tetap bekerja meskipun sudah memiliki anak agar dapur tetap ngebul dan tabungan untuk membeli rumah terkumpul. Kalian bahkan berdiskusi tentang mengumpulkan dana pensiun untuk hari-hari tua kalian. Kontrak imajiner tertulis dengan rapi dan sudah ditandatangani kedua belah pihak secara sadar dan tanpa paksaan. Namun, hari itu datang....

Ulasan Buku: Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai

Gambar
Judul :  Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai Pengarang : Theoresia Rumthe & Weslly Johannes Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2018 Dibaca : 1 Mei 2018 Rating : ★★★★★ Beberapa hari lalu adik laki-lakiku yang pertama ulang tahun. Ia menginjak usia 21 tahun dan sedang menjalani sebuah hubungan serius dengan sang pacar. Malam hari sepulang kerja, sang pacar datang membawa sebuah kado. Isinya? Sebuah baju koko dan perintilan lain. Sudah barang tentu, adikku merasa senang. Aku kemudian bertanya-tanya apakah ia kecewa karena hadiah yang diterimakan hanya sebuah baju koko. Walaupun tidak banyak, ia sudah punya beberapa yang membuatnya bisa bergonta-ganti mengenakannya kala ke masjid. Dan orang tua kami pun kerap membelikannya kala lebaran. Lebih-lebih, kami sekeluarga tidak pernah merayakan ulang tahun dan saling membelikan kado. Terlepas dari siapa si pemberi, apakah hadiah itu spesial? Apakah adikku berharap sang pacar memberikan hadiah lain? Lebih-lebih, a...

Masa Depan Versi Ready Player One

Gambar
Edited by Me Apa gambaran masa depan menurutmu? Bagi dunia yang dibangun John Krasinski dalam film terbarunya berjudul "A Quiet Place", masa depan dipenuhi makhluk asing yang buta tapi peka suara, haus darah, dan mematikan. Dengan penggambaran dunia seperti itu, manusia yang masih hidup terpaksa harus selalu tenang dan tidak berisik dalam berkeseharian. Sekali saja botol minummu jatuh tak sengaja, nyawamu benar-benar terancam. "A Quiet Place" memaksa para penontonnya berpikir: Mungkinkah hidup dalam keterbatasan seperti itu? Dapatkah seseorang melakukan segala aktivitas tanpa mengeluarkan bunyi apa pun? Keberadaan monster yang terus membayangi juga menjadi masalah sendiri. Itu seperti seseorang yang takut kecoak diharuskan hidup di sebuah ruangan yang berisi beberapa ekor kecoak. Bisa dibayangkan betapa waswasnya ia? Betapa ia harus terus terjaga dan amat berhati-hati agar kecoak tidak mendekat padanya lebih-lebih terbang ke arahnya. Ketegangan, kehati-hat...

Sistem Perkuliahan dalam Departure

Gambar
Edited by Me Saking lamanya menunda-nunda untuk menulis ulasan ini, yang tersisa dalam memoriku akan buku ini adalah latar kehidupan kampusnya. Sejak bab pertama, tokoh-tokoh yang ditampilkan adalah mahasiswa dan mahasiswi kampus di dataran Tiongkok sana. Kalau tidak di area kampus; ruang kelas, perpustakaan, lapangan olahraga, cerita berjalan di sekitar asrama mahasiswa dan mahasiswi. Hal itu sedikit banyak membuatku berpikir tentang bagaimana kuliahku dulu. Berbeda dari Gifty, Lei Han, dan teman-temannya yang hidupnya terkungkung di dalam kampus dengan segudang kegiatan, aku paling lama di kampus adalah setengah hari alias enam jam. Kampusku tidak menyediakan banyak pilihan unit kegiatan atau organisasi. Bilapun ada, tidak kuminati. Aku termasuk mereka yang ke kampus hanya untuk kuliah dan tatap muka dengan dosen. Yah, mungkin akan lebih lama bila ada tugas kelompok dan mengharuskanku mengerjakannya di area kampus—yang mana itu jarang. Maka dari itu, aku memiliki banyak...

(Bukan) Cara Resign! yang Baik dan Benar

Gambar
Edited by Me Sebuah artikel menjelaskan bagaimana mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa menimbulkan permusuhan. Cara pertama yang dijabarkan adalah memastikan bahwa atasan atau bosmu tahu tentang informasi pengunduran diri tersebut. Jangan sampai kamu membeberkan keinginanmu kepada rekan kerja. Hal tersebut membuka peluang siapa pun tahu bahwa kamu akan melakukan resign . Cara berikutnya yang menarik perhatianku adalah berjaga-jaga bila tempat kerja barumu tidak nyaman dan kamu mungkin akan kembali ke tempat kerja sebelumnya. Memang tidak semua perusahaan akan bisa menerima karyawan yang sudah resign . Namun, bila kamu memiliki hubungan yang baik dengan tempat kerja lamamu, apa saja bisa terjadi termasuk kembali lagi ke kantor lama. Jadi, jangan menyumpahi lebih-lebih "meludahi" kantor lamamu. Kamu bisa membaca artikel lengkapnya di sini . Nah, mungkin info di atas berguna karena pada buku berjudul "Resign!" yang akan kuulas berikut tidak memberikan informa...

Lis Penting The Storied Life of A.J. Fikry

Gambar
Edited by Me "Sepertinya aku jadi lembek di usia paruh baya. Tapi aku juga berpikir reaksiku belakangan menunjukkan pentingnya menemukan kisah di waktu yang tepat dalam hidup kita. Ingat, Maya: hal-hal yang membuat kita tersentuh pada usia dua puluhan belum tentu sama dengan hal-hal yang membuat kita tersentuh pada usia empat puluhan, begitu pula sebaliknya. Hal ini benar dalam urusan buku, juga kehidupan." (hlm. 45) Aku berencana untuk tidak menuliskan ulasan lengkap akan buku ini. Sejak awal, aku bahkan tidak berencana untuk membaca ini. Seharusnya aku membaca buku-buku yang ada dalam daftar bacaan hingga akhir tahun dan bukan buku ini. Tapi, seperti yang tertulis pada buku ini, "Terkadang buku-buku tidak menemukan kita hingga saat yang tepat." Mungkin inilah saat yang tepat untuk mengenal kisah hidup A.J. Fikry. Setelah melihat pos Instagram Story Mas Dion dan beberapa teman yang menampilkan buku ini, aku mulai membaca tanpa ekspektasi apa pun. Hanya...

Mentertawakan Hidup Bersama Belajar Lucu dengan Serius

Gambar
Judul :  Belajar Lucu dengan Serius Pengarang : Hasta Indriyana Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 12 September 2017 (via SCOOP ) Rating : ★★★★ "O, maaf, bagaimana kalian akrab Dengan maaf? Apakah kalian Teman-teman maaf?" —Teman-Teman Maaf  (hal. 29) Halo! Apa kabar, kawan? Menjadi orang yang punya resolusi dan harus menyesuaikan diri dengan keinginan tersebut sungguh melelahkan ya. Resolusi tahun ini untuk mempos ulasan lebih sering ternyata, bisa dibilang, gagal total. Tapi setidaknya, aku berusaha melakukannya minimal sekali sebulan. Tentu aku tidak menganggap resolusi dan menggenapinya adalah hal yang enteng. Malah aku hampir bertanya-tanya kenapa aku semakin jarang menulis padahal itulah keahlian yang seharusnya lebih banyak diasah. Bagaimana bisa terampil bila tidak dilakukan secara rutin dan kontinu? Lihat betapa hal itu harus dipikirkan. Aku tidak bisa tidak mengindahkan apa saja yang kuhadapi lebih-lebih masalah yang datang. Segal...

Ulasan Buku: The Five People You Meet in Heaven

Gambar
Judul :  Meniti Bianglala Judul Asli : The Five People You Meet in Heaven Pengarang : Mitch Albom Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2014 Dibaca : 11 Juni 2017 Rating : ★★★★ "Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kaukenal." (hal. 54) Sadarkah kenapa aku baru menayangkan ulasan buku yang sudah dibaca hampir dua bulan lalu? Entah apa atau siapa yang merasuki, aku sendiri pun tidak tahu sampai aku menyadarinya. Aku terjangkit  blogging slump ! Kemerosotanku untuk menulis ulasan buku di blog kali ini sepertinya sudah mengkhawatirkan. Pada April lalu, semuanya masih baik-baik saja. Mei pun sama. Masih dalam batas wajar pos bulanan. Namun, gejala-gejalanya sudah mulai terlihat pada bulan berikutnya yang mana blog ini kuperbarui dengan empat pos saja. Semuanya semakin menjadi pada bulan Juni. Aku hanya menulis satu pos saja! Aku sedikit kecewa pada diriku, dan bertanya-tanya kenapa aku bisa terjangkit penyakit yang amat ditakuti setiap  blogg...

Ulasan Buku: Three Sisters

Gambar
Judul :  Three Sisters Pengarang : Seplia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 26 Mei 2017 Rating : ★★★★ Dalam vlog yang diunggahnya pada Oktober dua tahun lalu, Connor Franta membagikan pendapatnya tentang pertanyaan paling penting yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri. Ada tiga pertanyaan yang harus ditelisik ketika kamu akan melakukan sesuatu: apa, bagaimana, dan mengapa. Connor mencobanya dengan pertanyaannya sendiri; apa video yang akan dibuat, bagaimana cara membuatnya, dan kenapa dia membuatnya. Pertanyaan terakhirlah yang amat penting sehingga menimbulkan berbagai macam pemikiran yang tidak bisa dijawab secara langsung dan cepat. Pertanyaan-pertanyaan "Mengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan?", "Mengapa kamu percaya apa yang kamu percayai?", dan "Mengapa kamu menganggap suatu hal benar atau salah?" menjadi contoh-contoh yang diajukan Connor dan membuktikan betapa menjawabnya butuh waktu tidak sebentar. Bila ...

Ulasan Buku: Non-Spesifik

Gambar
Judul :  Non-Spesifik Pengarang : Gratiagusti Chananya Rompas Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 25 Mei 2017 Rating : ★★★★ Apa yang akan kamu lakukan ketika hidupmu sepertinya begitu monoton? Rutinitas yang mengungkung setiap hari membuatmu tak lagi memiliki warna. Apa yang kamu idam-idamkan dahulu dilepaskan satu persatu sehingga yang tersisa hanya hitam dan putih. Tak ada lagi warna-warni. Kamu harus segera menguak cara untuk terlepas dari jerat kejenuhanmu itu. Kamu harus cari terobosan baru agar hidupmu tidak hitam-hitam amat atau putih-putih amat. Janganlah muluk berharap warna pelangi yang dahulu kamu miliki, tapi setidaknya warna oranye atau pink atau biru muda hadir. Dan kamu mulai merasakan warna-warna itu kembali merasuki tubuhmu. Kamu akan merasa bahagia sedikit demi sedikit. Walaupun tidak sama lagi, tapi setidaknya kamu merasa bahagia. Ada saran lebih baik: pergilah ke suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Mungkin warna-warni ya...

Pengalaman Pertama Baca Metropop Bersama Black.

Gambar
Judul :  Black. Pengarang : Ruth Priscilia Angelina Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 11 Mei 2017 Rating : ★★★ Kemarin lusa, salah satu editor Gramedia Pustaka Utama menghubungiku untuk menawarkan buku untuk diulas. Mengetahui dua novel yang disebutkannya berlabel Metropop, aku hampir urung diri mengambil tawarannya. Tapi, setelah diingat-ingat, aku belum pernah sekali pun coba membaca setidaknya satu paragraf novel Metropop. Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, yang belum pernah dikecap sebelumnya. Walaupun ada rasa was-was karena akan kecewa atas waktu yang digunakan untuk membaca, aku juga mengantisipasi bila aku menyukainya. Aku akan membuka sebuah pintu untuk menikmati novel-novel Metropop lain yang selama ini selalu kututup. Kepada sang editor, aku bertanya berapa jumlah halaman kedua novel itu dan kapan aku harus sudah mengulasnya. Setelah merasa mampu untuk melakukannya, aku setuju dengan tawarannya. Salah satu novelnya adalah yang...

Karya-karya Paul Arden yang Mengalihkan Duniaku

Gambar
Edited by Me Bagi sebagian pembaca, pengetahuan tentang pengarang memengaruhi seberapa antusias mereka untuk membaca karyanya. Aku pernah begitu. Saat di toko buku, aku tidak melepaskan gadgetku yang terkoneksi internet untuk mencari tahu siapa pengarang dari setiap buku yang kupegang, walaupun tidak kubeli sekalipun. Tapi, biar kuberi informasi: aku mudah bosan. Aku tidak akan tahan dengan satu genre bacaan dalam durasi waktu tertentu kecuali bacaan tersebut adalah serial atau memang membuatku ketagihan. Seperti selama bulan Mei ini, aku membaca dari fiksi anak-anak, novel sastra, puisi, sampai nonfiksi. Itu menandakan aku suka mengeksplorasi jenis bacaanku. Bagaimana bisa bereksplorasi kalau harus mengetahui pengarang buku yang akan dibaca? Bagai sebuah kontradiksi. Aku sudah tidak pernah lagi mengecek si pengarang buku untuk buku yang akan kubaca karena melakukannya bagai membeberkan kejutan yang menyenangkan. Siapa Paul Arden? Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu seb...

Ulasan Buku: Carisa dan Kiana

Gambar
Judul :  Carisa dan Kiana Pengarang : Nisa Rahmah Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 26 April 2017 (via SCOOP ) Rating : ★★★★ Harap-harap cemas. Begitulah yang dirasakan saat membaca buku debut. Meluangkan waktu untuk coba menikmati kisah dari penulis yang sama sekali belum tahu keabsahan tulisannya memang tantangan tersendiri. Kamu harus mengorbankan waktu bersama buku-buku karya penulis favoritmu demi mengetahui apakah karya pertama penulis itu masuk dalam radar kesukaanmu atau tidak. Perasaan harap-harap cemas itu semakin menjadi jika mengetahui bahwa penulis buku debut itu adalah temanmu. Tentu ada rasa tidak enak jika kamu mengetahui bahwa buku itu tidak kamu sukai. Bilang jujur, salah. Bilang tidak jujur, juga salah. Aku rasa perasaan harap-harap cemas juga melingkupi penerbit. Mereka benar-benar seperti melempar sebuah dadu dengan karya-karya debut. Seperti bermain judi, penerbit juga harus mengantisipasi kalau-kalau buku debut penulis itu ti...

Ulasan Buku: The Rest of Us Just Live Here

Gambar
Judul :  Yang Biasa-biasa Saja Judul Asli : The Rest of Us Just Live Here Pengarang : Patrick Ness Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 22 April 2017 Rating : ★★★ "Tidak semua orang harus menjadi Sosok Pilihan. Tidak semua orang harus menjadi sosok yang menyelamatkan dunia. Kebanyakan orang hanya harus menjalani kehidupan mereka sebaik mungkin, melakukan hal-hal yang hebat bagi mereka , memiliki teman yang hebat, berusaha membuat hidup mereka lebih baik, mencintai orang dengan semestinya. Pada saat yang sama mereka juga menyadari bahwa dunia ini tak masuk akal tapi tetap saja berusaha mencari jalan untuk bahagia."  (hal. 190) Awal mengetahui buku ini diterjemahkan, aku bertanya-tanya tentang judul bahasa Indonesia. Kenapa berubah sedemikian berbeda menjadi "Yang Biasa-biasa Saja"? Aku tahu mungkin jawabannya akan ditemukan seusai membaca bukunya. Namun, sebenarnya tidak juga. "The Rest of Us" secara harfiah berarti ...