Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Buku Paling Berkesan 2017 dan Sedikit Racauan

Gambar
Edited by Me Halo! Wah, kita sudah berada pada pengujung tahun 2017. Seperti penggila film yang akan menuliskan film-film terbaik yang ditontonnya, penyuka musik yang akan menuliskan lagu-lagu atau album-album yang bikin mereka terpukau dengan lirik yang kuat, juga seperti para petualang yang akan membuat daftar tempat-tempat terindah yang sudah dikunjungi selama setahun ini, aku si kutu buku tidak akan melewatkan pengujung tahun ini dengan hanya berdiam diri. Seperti tahun lalu, aku membuat daftar bacaan yang membuatku berkesan pada tahun 2017 ini. Buku-buku yang kusebutkan masuk kriteria tak bisa dilupakan—baik itu dari ceritanya maupun karakternya. Tidak perlu berlama-lama lagi, berikut daftarnya yang kuurutkan dari buku yang paling awal kubaca pada tahun ini.

Corpora Aliena dan Perasaan Terasing

Gambar
Edited by Me Suatu malam, seorang teman mengirimiku pesan dan menyatakan bahwa ia merasa asing dengan lingkungan sekitarnya. Ia bertanya-tanya apakah dirinya semakin tidak bisa bersosialisasi dengan orang lain—apakah dirinya kurang bisa berbaur. Aku coba menjelaskan kepadanya bahwa mungkin saja itu bukan terasing tetapi hanya merasa diabaikan. Lebih lanjut, ia pun menjelaskan bahwa ia merasa seperti itu hanya pada beberapa orang saja. Individu atau kelompok disebut terasing apabila mereka berbeda dari mayoritas kebanyakan dan karena perbedaan itulah mereka dijauhi. Yang menyebalkan, mayoritas tidak hanya menjauhi, bahkan bisa lebih ekstrem lagi seperti mengolok-olok bahkan menindas. Keterasingan ini bisa terjadi pada siapa saja—pun pada para tokoh yang diceritakan oleh Henny Triskaidekaman dalam kumpulan cerpennya berjudul "Corpora Aliena". Aku tidak akan menyalahkan temanku itu karena merasa terasing. Perasaan tersebut bisa hadir kapan saja—apalagi ketika merasa ...

Dark Matter dan Obsesi Bahagia

Gambar
Judul :  Dark Matter Pengarang : Blake Crouch Penerbit: Noura Books Tahun : 2017 Dibaca : 19 November 2017 Rating : ★★★★ "Bagaimana cara kamu menikmati hidup? Cara kamu berbahagia? Apakah dengan mengikuti orang lain yang tampak bahagia? Coba tanya pada lubuk hatimu yang paling dalam sekali lagi. Bahagia adalah tentang menerima apa yang kamu dapatkan. Setidaknya kamu bersyukur atas dirimu sendiri. Atas apa yang kamu punya." Kutipan di atas sempat kutulis dalam ulasan "Happiness" karya Fakhrisina Amalia. Namun, sekarang aku melihatnya begitu naif—begitu klise. Benarkah bahwa bahagia adalah hanya tentang berterima dan bersyukur? Tentu tidak. Bahagia yang seperti itu sepertinya berkonotasi pada mereka yang tidak bisa melakukan apa saja yang mereka ingin lakukan, juga bagi mereka yang tidak bisa mendapatkan apa saja yang mereka ingin dapatkan. Namun, bagaimana jika seseorang bisa melakukan dan mendapatkan segala yang ia ingin lakukan dan dapatkan? Ten...

Pertunjukan The Little Prince oleh Rumah Karya Sjuman

Gambar
Edited by Me "The Little Prince" kubaca sekitar dua tahun lalu. Kala itu, aku menyatakan dalam ulasanku bahwa aku tidak memahami arti cerita yang dikandungnya. Bahwa bahasanya terlalu metafora dan langsung. Tak lama berselang, "The Little Prince" versi filmnya tayang. Aku yang berusaha untuk memahami apa yang terjadi pada Pangeran Cilik ini nekat menonton filmnya. Tidak buruk, aku jadi mengerti apa yang dimaksud dari ceritanya. Versi film sedikit berbeda. Ada seorang anak perempuan sebagai tokoh utama dan ibunya yang keduanya tidak terceritakan di dalam buku. Menurutku, itu beralasan. Kisah dalam bukunya sedikit sulit untuk diterangkan secara visual sehingga penambahan tokoh anak perempuan dan ibunya bisa memudahkan penjelasan ceritanya. Seperti yang temanku bilang, "Kisah aslinya tidak dimaksudkan untuk ditafsirkan dengan mudah." Melalui filmnya, aku mulai mengerti tentang apa yang ingin disampaikan oleh pengarang. Singkatnya, "The Litt...

Ulasan Buku: A Thing Called Us

Gambar
Judul :  A Thing Called Us Pengarang : Andry Setiawan Penerbit: Haru Tahun : 2017 Dibaca : 6 Desember 2017 Rating : ★★★ Muhammad sedang bermain dengan seorang anak sembari menggendongnya. Tiba-tiba anak tersebut buang air kecil dalam gendongan Beliau dan mengenai pakaiannya. Sang ibu menarik lalu memarahi anak itu. Melihat sang ibu kasar kepada anaknya, Beliau berkata, "Mengapa engkau memarahi dan merenggutnya dengan kasar? Sesungguhnya, baju yang kotor ini bisa dicuci dan dihilangkan kotorannya. Namun siapa yang bisa menghilangkan kekeruhan jiwa seorang anak atas bentakan dan renggutan yang kasar yang telah dilakukan kepadanya?" Sabda yang diriwayatkan Muslim tersebut menjadi pengingat betapa membentak anak adalah hal fatal. Ilmu pengetahuan pun menggenapinya bahwa suara keras dan bentakan yang ditujukan kepada anak-anak dapat menggugurkan sel otak yang sedang tumbuh. Ingatan seputar bentakan dari orang tua akan terngiang terus sampai sang anak dewasa. **...

Kedai 100X Mimpi: Kisah 1001 Malam yang Gagal

Gambar
Edited by Me Apa yang kamu ketahui tentang "Kisah 1001 Mimpi"? Aladdin, Sindbad, dan Abu Nawas, adalah beberapa kisah populer di dalamnya. Cerita yang entah siapa pengarangnya ini berasal dari Timur Tengah dengan satu cerita besar yang memiliki cabang cerita-cerita kecil. Lalu, kenapa aku membahas "Kisah 1001 Malam"? Karena judul inilah yang xjadi inspirasi Valiant Budi—yang kemudian mari sebut saja dia Vabyo—untuk dua bukunya yang terkenal itu, "Kedai 1001 Mimpi" dan "Kedai 1002 Mimpi". Setelah membaca "Forgotten Colors" , aku berniat untuk mengangkat sosok Vabyo di Jurnal Ruang . Karena masih kurang materi pembahasan, aku memaksa diri untuk baca dua buku itu. Tak dinyana, aku menikmatinya. Aku sebut "memaksa diri" di atas karena aku memang tidak begitu menggemari buku nonfiksi—seperti yang kuceritakan di sini . Namun, membaca dua karya Vabyo ini seperti sedang menikmati kisah yang dibuat-buat. Bagai dongeng. Ba...

Masa Kecil dalam Dua Karya Reda Gaudiamo

Gambar
Edited by Me Saat meriset untuk ulasan ini, aku melongo mendapati Reda Gaudiamo adalah personel AriReda yang terkenal menyanyikan puisi itu. Ari - Reda; Reda - Gaudiamo. Betapa seharusnya aku bisa menerka-nerkanya. Aku tidak begitu gandrung dengan AriReda, namun bukan berarti tidak pernah mendengarnya. Keterkejutan bodoh ini buatku mencari tahu lebih lanjut tentang siapa itu AriReda. Mereka sudah terbentuk sejak Oktober 1982. Sudah lebih dari 30 tahun dan mereka bersama dan tetap terus berkarya. Adakah yang mengira mereka suami-istri? Bukan, tentu saja. Mereka hanya dipaksa berduet di acara kampus pada Oktober 1982. Sejak itulah mereka terus bersama—maksudnya bernyanyi bersama—dan terus berkarya sampai kini. Hal terakhir yang kutahu mereka menyenandungkan puisi-puisinya Sapardi Djoko Damono. Terima kasih kepada AriReda dan ketidakpekaanku sehingga bisa membuat separagraf pengantar. Mari kembali pada Reda Gaudiamo dan karya-karyanya "yang lain". Reda sudah menerbitkan ...

Lis Penting The Storied Life of A.J. Fikry

Gambar
Edited by Me "Sepertinya aku jadi lembek di usia paruh baya. Tapi aku juga berpikir reaksiku belakangan menunjukkan pentingnya menemukan kisah di waktu yang tepat dalam hidup kita. Ingat, Maya: hal-hal yang membuat kita tersentuh pada usia dua puluhan belum tentu sama dengan hal-hal yang membuat kita tersentuh pada usia empat puluhan, begitu pula sebaliknya. Hal ini benar dalam urusan buku, juga kehidupan." (hlm. 45) Aku berencana untuk tidak menuliskan ulasan lengkap akan buku ini. Sejak awal, aku bahkan tidak berencana untuk membaca ini. Seharusnya aku membaca buku-buku yang ada dalam daftar bacaan hingga akhir tahun dan bukan buku ini. Tapi, seperti yang tertulis pada buku ini, "Terkadang buku-buku tidak menemukan kita hingga saat yang tepat." Mungkin inilah saat yang tepat untuk mengenal kisah hidup A.J. Fikry. Setelah melihat pos Instagram Story Mas Dion dan beberapa teman yang menampilkan buku ini, aku mulai membaca tanpa ekspektasi apa pun. Hanya...

Ulasan Buku: Passion Stories + Tiga Tanya Tentangmu

Gambar
Judul :  Passion Stories Pengarang : Qalbinur Nawawi Penerbit: Metagraf ( imprint Tiga Serangkai) Tahun : 2017 Dibaca : 13 Oktober 2017 Rating : ★★★ "Tenang, Bang. Kalaupun kita jatuh nanti, kita nggak bakal ngerasain sakit lagi." (hlm. 69) Seorang tentara mengatakan hal itu ketika Arbain Rambey dan rombongan tentara Indonesia berada di atas pesawat Hercules pada 2004. Mereka sedang menuju Pakistan yang terkena gempa bumi untuk memberi bantuan beras. Kebocoran oli pada baling-baling pesawat terjadi saat perjalanan, tepatnya saat melintasi hutan. Rasa ketakutan hadir dalam diri Arbain waktu itu. Bagaimana tidak? Ia tahu bahwa tidak ada yang selamat dalam kecelakaan pesawat. Apalagi kondisi mereka yang berada di hutan. Pikirannya sudah kalut memikirkan tragedi pesawat dan keluarga yang belum tentu menemukan mayatnya. "Jujur, saya sudah pasrah," ungkap Arbain. Hingga mukjizat itu datang. Para tentara berinisiatif memperbaiki kerusakan. Mereka membongk...

Hanyutnya Ikan-Ikan Mati

Gambar
Edited by Me Melalui media sosial Twitter, aku tahu seorang teman menunggu-nunggu pergantian hari untuk mendengarkan salah satu lagu teranyar penyanyi favoritnya. Dari situlah aku tahu bahwa Louis Tomlison merilis lagu berjudul "Just Like You", tepatnya pada tanggal 12 lalu. Melalui media sosial Facebook, seorang teman yang lain membeberkan pendapatnya tentang lagu "Just Like You". Ia mengatakan bahwa lagu salah satu member One Direction itu amat berhubungan dengan dirinya yang hidup di tengah bombardir dunia maya. Sebuah tempat yang seolah-olah mengharuskan kita untuk "melakukan sesuatu" setiap hari. "Kita sebenarnya menjalani tekanan yang sama, kesepian yang sama, dan hasrat yang sama untuk dirayakan. Setidaknya melalui dunia maya. Karena di dunia nyata, kita bukan siapa-siapa. Sebegitu kesepiankah manusia di dunia digital?" pungkasnya mengakhiri statusnya. Betapa media sosial menjadi medium penghubung. Kita bisa tahu opini orang lai...

Merawat Kenangan Bersama Forgotten Colors

Gambar
Edited by Me "We are always remaking history. Our memory is always an interpretive reconstruction of the past, so is perspective."  —Umberto Eco Akhir-akhir ini, aku senang karena berteman dekat dengan periset sejarah. Nilai Sejarah waktu sekolah dulu tidak bagus-bagus amat tapi aku punya antusiasme tinggi akan apa yang terjadi pada masa lalu. Setelah diceritakan secara gamblang propaganda pemerintah akan Gestapu, beberapa hari lalu aku juga diberi tahu intrik-intrik Hari Sumpah Pemuda yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno. Pada 28 Oktober 1928 adalah hari berlangsungnya Kongres Pemuda Kedua. Kongres tersebut tidak pernah menghasilkan keputusan apa pun. Apalagi menghasilkan tiga bait Sumpah Pemuda yang amat terkenal itu. Istilah Sumpah Pemuda baru dikenalkan pada masa pemerintahan Soekarno. Penuturan temanku itu didukung oleh artikel dari Inilah.com . Tulisan dua tahun lalu tersebut menjabarkan bahwa tidak ada dokumen dan bukti sejarah otentik perihal Sumpah Pem...

Penerbit Indie dan Penerbit Mayor Jalan Berbarengan

Gambar
Edited by Me Saat berada di Jogja beberapa waktu lalu, aku sempat mengobrol dengan teman komunitas yang merupakan salah satu editor penerbitan di sana. Tidak ingat bahasan apa yang kami obrolkan waktu itu, tapi ada satu kepingan obrolan yang masing terngiang dalam benak. Aku bertanya tentang beberapa buku terjemahan dari penerbit-penerbit indie. Sepengetahuanku, beberapa penerbit indie tidak hanya menerbitkan terjemahan klasik yang hak penerjemahannya sudah jadi ranah publik (public domain) , tetapi juga buku-buku yang baru belasan tahun lalu diterbitkan di negara asal mereka. Temanku itu mengatakan secara gamblang bahwa kebanyakan dari penerbit indie di Indonesia tidak memikirkan hak penerjemahannya. Mereka hanya terjemahkan dan terbitkan. Bukan lagi rahasia, hal yang sama pun disampaikan oleh Teddy W. Kusuma dalam acara Beranda Sastra #9 Sabtu kemarin. *** Intermeso sebelum melanjutkan topik penerbit indie itu. Belakangan ini, aku kerap menayangkan hal-hal yang menurutk...

Mentertawakan Hidup Bersama Belajar Lucu dengan Serius

Gambar
Judul :  Belajar Lucu dengan Serius Pengarang : Hasta Indriyana Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 12 September 2017 (via SCOOP ) Rating : ★★★★ "O, maaf, bagaimana kalian akrab Dengan maaf? Apakah kalian Teman-teman maaf?" —Teman-Teman Maaf  (hal. 29) Halo! Apa kabar, kawan? Menjadi orang yang punya resolusi dan harus menyesuaikan diri dengan keinginan tersebut sungguh melelahkan ya. Resolusi tahun ini untuk mempos ulasan lebih sering ternyata, bisa dibilang, gagal total. Tapi setidaknya, aku berusaha melakukannya minimal sekali sebulan. Tentu aku tidak menganggap resolusi dan menggenapinya adalah hal yang enteng. Malah aku hampir bertanya-tanya kenapa aku semakin jarang menulis padahal itulah keahlian yang seharusnya lebih banyak diasah. Bagaimana bisa terampil bila tidak dilakukan secara rutin dan kontinu? Lihat betapa hal itu harus dipikirkan. Aku tidak bisa tidak mengindahkan apa saja yang kuhadapi lebih-lebih masalah yang datang. Segal...

Ulasan Buku: AndaiKita + Giveaway

Gambar
Edited by Me Seorang penulis yang didiagnosis mengidap skizofrenia, Pamela Spiro Wagner, sempat menulis puisi berjudul How to Read a Poem: Beginner’s Manual . Puisi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hasan Aspahani itu menyiratkan bahwa membaca puisi tidak perlu keahlian khusus. Bagai membaca jenis bacaan lain, membaca puisi ya hanya membaca saja tanpa perlu risau bingung atas apa maksud penyair dalam puisinya atau bagaimana menginterpretasikan puisi-puisi tersebut. Wagner juga menulis: Jangan anggap makna bersembunyi menghindarimu: / Makna puisi terbaik ada dalam apa yang terkatakan padanya . Tidak lagi menyiratkan apa yang harus dilakukan, ia benar-benar menyuratkan secara gamblang untuk membaca saja. Di akhir sajaknya, Wagner mengingatkan: Bila kau bisa menyebut lima nama penyair / tidak termasuk Bob Dylan, / dan bahkan kau melebihi jumlah itu / tanpa kau menyadarinya, / maka berhentilah membaca manual ini . Kamu bisa membaca puisi lengkapnya di sini ....

Ulasan Buku: Lady Susan

Gambar
Judul :  Lady Susan Pengarang : Jane Austen Penerbit: Qanita Tahun : 2016 Dibaca : 14 Juni 2017 Rating : ★★★ "Aku hendak memintamu, Alicia sayang, untuk memberiku selamat: aku kembali menjadi diriku sendiri, ceria dan berjaya!" (hal. 87) Pada pos sebelumnya , aku bertekad mengejar ketertinggalanku dalam mengulas buku-buku yang kubaca sejak Juni lalu. Dan, tahukah kamu bahwa hal ini sungguh jadi beban berat? Aku tetap membaca buku-buku namun keinginan untuk mengulas masih stagnan alias tidak ada kemajuan. Hal itu mengakibatkan tumpukan buku-buku-yang-sudah-dibaca-tetapi-harus-diulas semakin meninggi. Aku coba mencari-cari penyebab atas kemunduranku yang satu ini. Yang paling bisa diterka adalah waktu kerjaku yang terlalu fleksibel tapi kurang disiplin. Selain itu, juga karena kerjaanku sekarang menuntut harus dilakukan tanpa cela sehingga memerlukan fokus tinggi. Apalagi pekerjaannya adalah menulis. Serasa semua konsentrasiku harus tertuju pada pekerjaanku saj...

Ulasan Buku: The Five People You Meet in Heaven

Gambar
Judul :  Meniti Bianglala Judul Asli : The Five People You Meet in Heaven Pengarang : Mitch Albom Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2014 Dibaca : 11 Juni 2017 Rating : ★★★★ "Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kaukenal." (hal. 54) Sadarkah kenapa aku baru menayangkan ulasan buku yang sudah dibaca hampir dua bulan lalu? Entah apa atau siapa yang merasuki, aku sendiri pun tidak tahu sampai aku menyadarinya. Aku terjangkit  blogging slump ! Kemerosotanku untuk menulis ulasan buku di blog kali ini sepertinya sudah mengkhawatirkan. Pada April lalu, semuanya masih baik-baik saja. Mei pun sama. Masih dalam batas wajar pos bulanan. Namun, gejala-gejalanya sudah mulai terlihat pada bulan berikutnya yang mana blog ini kuperbarui dengan empat pos saja. Semuanya semakin menjadi pada bulan Juni. Aku hanya menulis satu pos saja! Aku sedikit kecewa pada diriku, dan bertanya-tanya kenapa aku bisa terjangkit penyakit yang amat ditakuti setiap  blogg...

Blog Tour: Erstwhile + Giveaway

Gambar
Judul :  Erstwhile: Persekutuan Sang Waktu Pengarang : Rio Haminoto Penerbit: Koloni ( imprint M&C!) Tahun : 2017 Bicara soal artefak, aku teringat sebuah obrolan dengan rekan kerja yang amat suka sejarah. Ia sedang menggandrungi majalah dan koran zaman dahulu. Katanya, ia membeli dari salah satu pelapak daring yang ada di media sosial. Katanya, harga untuk satu koran lawas sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Nilai yang fantastis untuk lembaran yang maksimal hanya empat halaman saja. Ia pun bercerita bagaimana alur barang-barang lama itu sampai ke tangannya. Sebagian besar berasal dari kantor arsip daerah yang sudah mendigitalisasikan majalah dan koran sehingga mereka tidak memerlukan bentuk fisiknya lagi. Ada oknum pengepul yang mengumpulkan barang-barang itu dan dijual dengan harga murah. Kemudian, ada para pedagang yang membeli dan menjualnya kembali dengan nilai yang lumayan merogoh kocek. Hal ini terlihat ironis namun memang begitu realitasnya. Aku memb...

Ulasan Buku: Three Sisters

Gambar
Judul :  Three Sisters Pengarang : Seplia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 26 Mei 2017 Rating : ★★★★ Dalam vlog yang diunggahnya pada Oktober dua tahun lalu, Connor Franta membagikan pendapatnya tentang pertanyaan paling penting yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri. Ada tiga pertanyaan yang harus ditelisik ketika kamu akan melakukan sesuatu: apa, bagaimana, dan mengapa. Connor mencobanya dengan pertanyaannya sendiri; apa video yang akan dibuat, bagaimana cara membuatnya, dan kenapa dia membuatnya. Pertanyaan terakhirlah yang amat penting sehingga menimbulkan berbagai macam pemikiran yang tidak bisa dijawab secara langsung dan cepat. Pertanyaan-pertanyaan "Mengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan?", "Mengapa kamu percaya apa yang kamu percayai?", dan "Mengapa kamu menganggap suatu hal benar atau salah?" menjadi contoh-contoh yang diajukan Connor dan membuktikan betapa menjawabnya butuh waktu tidak sebentar. Bila ...

Ulasan Buku: Non-Spesifik

Gambar
Judul :  Non-Spesifik Pengarang : Gratiagusti Chananya Rompas Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 25 Mei 2017 Rating : ★★★★ Apa yang akan kamu lakukan ketika hidupmu sepertinya begitu monoton? Rutinitas yang mengungkung setiap hari membuatmu tak lagi memiliki warna. Apa yang kamu idam-idamkan dahulu dilepaskan satu persatu sehingga yang tersisa hanya hitam dan putih. Tak ada lagi warna-warni. Kamu harus segera menguak cara untuk terlepas dari jerat kejenuhanmu itu. Kamu harus cari terobosan baru agar hidupmu tidak hitam-hitam amat atau putih-putih amat. Janganlah muluk berharap warna pelangi yang dahulu kamu miliki, tapi setidaknya warna oranye atau pink atau biru muda hadir. Dan kamu mulai merasakan warna-warna itu kembali merasuki tubuhmu. Kamu akan merasa bahagia sedikit demi sedikit. Walaupun tidak sama lagi, tapi setidaknya kamu merasa bahagia. Ada saran lebih baik: pergilah ke suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Mungkin warna-warni ya...

Tentang Impian dan Kenyataan dalam A Place You Belong

Gambar
Judul :  A Place You Belong Pengarang : Nicco Machi Penerbit: Jendela O'Publishing House Tahun : 2016 Dibaca : 14 Mei 2017 Rating : ★★★★ Sebenarnya, walaupun suka membaca, aku asing dengan perpustakaan. Aku jarang mengunjungi perpustakaan. Dan ini mengingatkanku dengan perpustakaan Sekolah Dasar-ku di desa. Kondisi perpustakaan SD-ku dahulu bisa dibilang tidak layak. Boro-boro memiliki koleksi yang memadai, tempatnya saja menggunakan rumah bekas tempat tinggal penjaga sekolah. Berada di pojok belakang area sekolah, yang datang ke sana paling-paling siswa yang tidak punya uang jajan untuk dibelanjakan. Jangan tanya berapa banyak buku yang ada di sana, rak bukunya saja hanya ada dua buah yang bahkan tidak terisi penuh. Buku-bukunya kucel, berdebu, dan tidak menarik. Aku ingat sempat datang ke sana dan meminjam buku. Buku yang masih kuingat adalah cerita rakyat dari Indonesia. Entah ada angin apa aku meminjamnya padahal aku tidak begitu suka dengan cerita rakyat. Mungkin ...

Pengalaman Pertama Baca Metropop Bersama Black.

Gambar
Judul :  Black. Pengarang : Ruth Priscilia Angelina Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 11 Mei 2017 Rating : ★★★ Kemarin lusa, salah satu editor Gramedia Pustaka Utama menghubungiku untuk menawarkan buku untuk diulas. Mengetahui dua novel yang disebutkannya berlabel Metropop, aku hampir urung diri mengambil tawarannya. Tapi, setelah diingat-ingat, aku belum pernah sekali pun coba membaca setidaknya satu paragraf novel Metropop. Tidak ada salahnya mencoba sesuatu yang baru, yang belum pernah dikecap sebelumnya. Walaupun ada rasa was-was karena akan kecewa atas waktu yang digunakan untuk membaca, aku juga mengantisipasi bila aku menyukainya. Aku akan membuka sebuah pintu untuk menikmati novel-novel Metropop lain yang selama ini selalu kututup. Kepada sang editor, aku bertanya berapa jumlah halaman kedua novel itu dan kapan aku harus sudah mengulasnya. Setelah merasa mampu untuk melakukannya, aku setuju dengan tawarannya. Salah satu novelnya adalah yang...

Karya-karya Paul Arden yang Mengalihkan Duniaku

Gambar
Edited by Me Bagi sebagian pembaca, pengetahuan tentang pengarang memengaruhi seberapa antusias mereka untuk membaca karyanya. Aku pernah begitu. Saat di toko buku, aku tidak melepaskan gadgetku yang terkoneksi internet untuk mencari tahu siapa pengarang dari setiap buku yang kupegang, walaupun tidak kubeli sekalipun. Tapi, biar kuberi informasi: aku mudah bosan. Aku tidak akan tahan dengan satu genre bacaan dalam durasi waktu tertentu kecuali bacaan tersebut adalah serial atau memang membuatku ketagihan. Seperti selama bulan Mei ini, aku membaca dari fiksi anak-anak, novel sastra, puisi, sampai nonfiksi. Itu menandakan aku suka mengeksplorasi jenis bacaanku. Bagaimana bisa bereksplorasi kalau harus mengetahui pengarang buku yang akan dibaca? Bagai sebuah kontradiksi. Aku sudah tidak pernah lagi mengecek si pengarang buku untuk buku yang akan kubaca karena melakukannya bagai membeberkan kejutan yang menyenangkan. Siapa Paul Arden? Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu seb...