03 April 2015

Rencana Besar

Sampul
Judul : Rencana Besar
Pengarang : Tsugaeda
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun : 2013
Dibaca : 29 Maret 2015
Rating : ★★★★

"Teman-temanku, katakan kepada 'kesabaran' kalian selama ini. Rangkul ia, usap-usaplah keningnya, tatap matanya. Lalu, katakan kepadanya, sekarang ini giliran ia untuk bersabar." —Amanda (hal. 337)

Setelah melalui ingar-bingar acara ulang tahun BBI, saatnya membayar utang ulasanku yang menumpuk. Ada tiga buku yang harus ku-posting, salah satunya adalah Rencana Besar yang merupakan novel thriller keren yang sayang jika dilewatkan.

Aku tahu buku ini sejak 2013 ketika ada talkshow bersama penulis pada IRF (Indonesia Reading Festival) saat itu, bersama dengan penulis novel Koin Terakhir. Sejak saat itu pula, aku mengincar buku ini. Akhirnya aku menemukannya setelah dua tahun menahan untuk membeli.

***

Cerita dimulai ketika kisah seorang pakar sumber daya terkenal di Jakarta, Makarim, diminta oleh sahabatnya mengusut siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya uang 17 milyar rupiah dari pembukuan Universal Bank of Indonesia (UBI). Kejadian itu tentu saja membuat Makarim terkejut karena bukan bidangnya untuk menjadi detektif.

Makarim menerima permintaan sahabatnya. Dia diberikan akses khusus untuk mencari tahu hingga ke tulangnya apa yang terjadi di UBI. Sesuai laporan, ada tiga tersangka yang menjadi incarannya. Tetapi setelah Makarim mengetahui lebih lanjut tentang seluk-beluk UBI, dia malah dibawa pada situasi yang hampir membuat nyawanya melayang. Keadaan di mana Makarim dihadapkan pada sebuah rencana besar.

***

Seusai membaca ini, aku buka lagi sampul depan buku, memastikan bahwa ini karya penulis lokal dan bukan terjemahan. Karena apa yang kupegang ini memang tidak kalah keren dengan buku-buku thriller karya Thomas Harris bahkan Dan Brown. Menegangkan dan membuatku terus membalik halaman demi halamannya.

Latar banknya yang membuatku terheran-heran. Kita semua tahu bahwa tidak ada UBI di Indonesia. Tidak ada Universal Bank of Indonesia. Deskripsinya rapi dan membuat pembaca percaya bahwa memang ada bank itu di Indonesia, mengingat itu rekaan. Cerdas sekali.

The Author
Selain latar tersebut, aku suka dengan ketegangan-ketegangan yang terjadi. Seperti ketika Makarim kejar-kejaran dengan penculik; mobil dengan mobil. Lagi, ketika salah satu tersangka mengangkat pistolnya untuk mengancam tersangka lainnya. Aku tidak akan menyebutkan nama.

Kesalahan ketik memang ada, tetapi tidak annoying. Untuk novel pertamanya, penulis yang bekerja sebagai pegawai bank—pantas saja—ini sangat sukses membuat pembaca terkesima. Kira-kira bakal ada buku lainnya lagi tidak ya?

"Banyak hal yang saya ingin percaya benar-benar ada di dunia ini. Salah satunya adalah karma. Tapi, ada atau tidak adanya, itu bukan di wilayah kekuasaan saya. Itulah sebabnya Mahabarata juga bicara soal pengorbanan, suatu hal yang bisa kita lakukan, suatu hal yang ada dalam pilihan kehendak kita." —Reza (hal. 57)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top