Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Kaleidoskop 2016: Sajian Singkat Aneka Peristiwa Perbukuan yang Menimpaku

Gambar
Edited by Me Aku masih ingat saat Guru Matematika di sekolah dulu memberi cara mudah menentukan tahun kabisat. "Bagikan saja dengan empat. Bila hasilnya bulat, maka tahun tersebut adalah tahun kabisat." 2016 termasuk salah satunya. Dan tahukah kamu bahwa pada 31 Desember 2016, setiap jam komputer di seluruh dunia secara bersamaan akan bertambah 1 detik. Jadi, setelah pukul 23:59:59 waktu akan bertambah jadi 23:59:60 baru kemudian masuk 1 Januari 2017. Ini disebabkan fenomena leap second (lompatan detik) atau detik kabisat. Detik kabisat merupakan sebuah gejala alam yang menyebabkan durasi rotasi bumi bertambah 1 detik. Lalu, kenapa aku membicarakan tahun kabisat dan jam di dunia yang akan bertambah 1 detik? Yah, hal-hal seperti tahun kabisat atau penambahan waktu 1 detik sangat jarang terjadi bukan? Aku hanya mengorelasikannya dengan poin-poin berikut; hal-hal yang aku pikir hanya terjadi pada tahun 2016 dan tidak terjadi pada tahun-tahun sebelumnya atau akan berb...

Kenangan Tentang SCOOP Agar Tidak Lekas Pudar

Gambar
Edited by Me Hal yang umum jika setiap orang yang kautemui selalu bertanya tentang apa dan di mana kau bekerja. Tidak terkecuali aku. Selama sembilan bulan ini menjawab apa dan di mana aku bekerja , hampir selama itu jugalah aku menerima respons, "Oh, SCOOP yang jual aksesoris itu? Yang di mal itu?" Saat itulah aku tahu bahwa aku akan selalu mendapat respons yang sama dari sebagian besar orang yang bertanya hal yang sama pula. Diawali tawa, dengan antusias, aku menjabarkan tempat kerjaku. "Hahaha. Bukan. SCOOP yang ini merupakan aplikasi untuk membaca buku, majalah, dan koran secara digital melalui gawai." Lalu, aku akan panjang lebar menjelaskan secara detail tentangnya. Dan ketika aku sudah merasa SCOOP sebagai anak kandung bandel yang selalu merajuk ingin selalu diperhatikan, aku harus merelakannya. Menyerahkannya kepada mereka yang aku yakin akan betul-betul memperlakukannya sama dengan yang kulakukan. Sebenarnya tidak terpikir akan menulis tentang ap...

Alasan Memilih untuk Tidak Menikah dalam Elegi Rinaldo

Gambar
Edited by Me Apa yang kamu pikirkan saat mendengar kata ‘menikah’? Sebagian besar orang pasti akan berkeringat dingin saat membicarakannya. Pernikahan memang bukan hal main-main. Bukan hanya merasa bahagia lalu mengucap janji suci, namun juga soal ketulusan yang besar untuk hidup bersama sampai ajal. Siapkah dengan semua itu? Saking rumitnya, sebagian orang memilih untuk tidak dekat-dekat dengan kata 'menikah'. Membicarakannya saja tidak mau, apalagi mencari pasangan untuk diajak hidup bersama. Tentu mereka beralasan. Alasan kebanyakan adalah mereka ingin mengejar kariernya dulu dan tidak mau buru-buru. Sebuah badan riset di Amerika Serikat melakukan survei komparasi rata-rata tahun orang-orang menikah pada dua masa yang berbeda. Hasilnya menyebutkan bahwa pada 1980, rata-rata pria menikah adalah umur 25 tahun dan wanita 22 tahun. Sedangkan pada 2011, rata-ratanya meningkat; untuk pria adalah 29 tahun dan 27 tahun untuk wanita. Hasil tersebut memberikan konklusi ...

Kemenangan Tunggal Sayembara Novel DKJ 2016 Ingatkan Kembali Memori Tahun 2008

Gambar
Edited  by Me Aku tidak pernah mengantisipasi "Tanah Tabu" sebelumnya. Membelinya hanya karena label 'Pemenang I Sayembara Novel DKJ 2008' yang terpampang pada sampul depan. Sampai pada Minggu lalu Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) mengumumkan pemenang sayembara yang telah diselenggarakan sejak Juni bertajuk 'Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2016'. Lalu, muncullah nama Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie sebagai pemenang pertama sekaligus pemenang satu-satunya pada tahun ini. Usut punya usut, hal yang sama terjadi pada 2008 yang "Tanah Tabu" dinobatkan sebagai pemenang. Pada tahun itu juga tidak ada pemenang kedua dan ketiga. Keriuhan kemenangan satu-satunya Ziggy dengan naskahnya yang berjudul "Semua Ikan di Langit" membuat orang-orang bertanya-tanya betapa juri gegabah untuk tidak memilih pemenang kedua dan ketiga. Seperti yang diwartakan Tempo.co , para dewan juri yaitu Bramantio, Seno Gumira Ajidarma, dan Zen Hae beralasan ada...

Ulasan Buku: Selestia dan Penjara Teka-Teki

Gambar
Judul :  Selestia dan Penjara Teka-Teki Pengarang : Yozar Firdaus Amrullah Penerbit : Buah Hati ( imprint Lentera Hati) Tahun : 2016 Dibaca : 12 Desember 2016 Rating : ★★★★ Usai gelaran Festival Pembaca Indonesia yang menobatkan stan PNFI sebagai "Booth Terheboh", seseorang mendatangi kami dan menawarkan buku karyanya untuk diulas. Seketika itu juga memoriku menyelusup ke beberapa buku karya teman-teman lain yang sudah kudapatkan namun belum kubaca dan kuulas. Aku langsung berkata jujur padanya bahwa aku tidak bisa dengan segera membaca dan mengulas karyanya. Katanya bukan masalah dan tetap memberikannya padaku. Keesokan harinya, aku yang penasaran dengan gambar sampul depan dan sinopsis sampul belakangnya, memberanikan diri untuk membuka segel dan mulai membaca. Tak berapa lama, aku sudah terhanyut dalam cerita dan merasa yakin untuk menyelesaikannya pada hari itu juga. *** Selestia sedang mencari jawaban dari rubrik teka-teki di majalah "Pelangi...

(Sekadar) Laporan Seputar Festival Pembaca Indonesia 2016

Gambar
Edited by Me Festival Pembaca Indonesia atau Indonesia Readers Festival (IRF) kembali digelar tahun ini. Acara yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia tersebut mengangkat tema "7 Keajaiban Membaca" pada tahun ketujuhnya. Dan pada tahun ini, setidaknya aku sudah menghadiri IRF yang keempat setelah pertama kali datang pada 2013. Kala itu, aku menghadiri acara bincang-bincang penulis "Koin Terakhir" dan "Rencana Besar". Semakin ke sini, sepertinya pamor IRF semakin meningkat sebagai salah satu acara tahunan yang ditunggu-tunggu para pencinta buku tanah air. Termasuk komunitas buku, terutama Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI). Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI) lagi-lagi memeriahkan IRF. Terhitung sudah tiga kali PNFI membuka stan pameran buku di IRF sejak 2014. Kali ini, PNFI membuat kuis yang lumayan terstruktur yang membuat pengunjung ingin tahu tentang kuis tersebut. Banyak penggemar novel fantasi yang ikutan kuis, bahkan ada j...

Teruntuk Miss Honey; Guru Matilda, Putri Dokter Magnus, dan Keponakan Sang Trunchbull

Gambar
Halo Miss Honey, Apa kabarmu hari ini? Semoga masih menginspirasi jutaan persona lain di bumi ini melalui karaktermu yang menginspirasi. Aku di sini sekarang. Terenyak setelah membaca kisahmu dan Matilda dalam buku karya sang master Roald Dahl. Penggambaranmu yang sederhana tapi menyenangkan, ditambah Quentin Blake yang mensketsamu membuat imajinasi liarku semakin merana. Aku tahu kau tak mengenalku. Dan aku tahu kau hanya tokoh dalam sebuah cerita. Tapi, apa salahnya jika aku mengirimimu surat? Pertama-tama, terima kasih kau telah hadir dalam hidupku dalam bentuk dua dimensi. Aku yakin setelahnya kau akan selalu hadir dalam memoriku berkat keanggunanmu. Aku mulai suka padamu sejak bab 7 ketika Matilda pertama kali bersekolah dan bertemu denganmu. Quentin Blake bersungguh-sungguh dalam menggambarmu sehingga membuatku berharap kau benar-benar ada—eksis. Rambut pendekmu dikucir kuda. Kau berkacamata. Kau seorang guru. Kau menyukai anak-anak. Dan kau berumur dua puluh tiga! Oh,...

Pantai, Tempat Paling Liarku di Muka Bumi

Gambar
Judul :  Tempat Paling Liar di Muka Bumi Pengarang : Theoresia Rumthe & Weslly Johannes Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2016 Dibaca : 30 November 2016 Rating : ★★★★ Biar kuceritakan sedikit tentang masa kecilku. Aku sempat tinggal di salah satu kota pesisir selatan Pulau Jawa. Kota yang bisa dibilang kota buntu karena mereka yang berniat ke sana sajalah yang akan sampai ke kota tersebut. Cilacap. Bila dilihat dari peta, Cilacap memang berada di ujung. Yang datang ke sana paling-paling para eksekutif dari perusahaan semen Holcim, perusahaan minyak Pertamina, atau mereka yang harus mendekam di bui Nusakambangan karena ulah nakalnya. Dilihat dari segi perkembangannya, Cilacap jauh dari kota sedulurnya, Purwokerto. Masa bodoh dengan perkembangan, kota tersebut sudah memberiku banyak kenangan. Dan kenangan yang paling banyak bersarang di memori tentu saja pantainya. Mungkin sudah kutukan bahwa mereka yang tinggal di pesisir akan banyak menghabiskan waktu di ...

Ulasan Buku: Show Your Work!

Gambar
Judul :  Show Your Work! Pengarang : Austin Kleon Penerbit : Noura Books Tahun : 2014 Dibaca : 25 November 2016 Rating : ★★★★ Progres yang kubuat pada tahun ini adalah membaca buku nonfiksi. Tahun lalu, aku ingat betapa tidak tertarik dan merasa alergi dengan buku-buku motivasi, pengembangan diri, apalagi yang berbau-bau tekstual. Rasa bosanlah yang menjadi kekhawatiran utama dalam mencoba genre nonfiksi. Banyaknya fakta, teori, dan petuah, tidak diimbangi dengan narasi yang mengimaji masih belum bisa kuhadapi. Untungnya, aku banyak mendapat info tentang buku nonfiksi yang lumayan keren. Selain bisa menyelesaikannya, tentu aku juga mendapatkan intisari buku melalui sudut pandangku. Satu hal yang menarik adalah betapa nonfiksi memberikan pandangan yang subjektif dari sisi penulis lebih-lebih pembaca yang membaca karyanya. *** Aku sungguh terkesan dengan cara penyampaian Austin Kleon dalam karyanya. Setelah "Steal Like An Artist" , aku merasa harus membaca kar...

Ulasan Buku: Catatan Najwa

Gambar
Judul :  Catatan Najwa Pengarang : Najwa Shihab Penerbit : Literati ( imprint Lentera Hati) Tahun : 2016 Dibaca : 25 November 2016 (via SCOOP ) Rating : ★★★ Beberapa waktu lalu "Mata Najwa" menghadirkan salah satu calon gubernur DKI Jakarta sebagai bintang tamu. Pada acara yang menspesialkan sang cagub itu Najwa Shihab telah memberikan pertanyaan-pertanyaan tegas dan menjurus bahkan sejak menit-menit pertama. Dari situ saja sangat terlihat kepiawaian Najwa sebagai jurnalis yang bertanya secara lugas menerabas para lawan bicaranya. "Mata Najwa" yang tak terlepas dari ikon Najwa Shihab bagai oase di tengah gurun acara televisi yang (kebanyakan) tak berisi. Seperti kata Jokpin, "Mata Najwa" membantu mata kita melihat dengan jernih perkara-perkara pelik di balik hiruk-pikuk politik, membedakan mana yang palsu mana yang asli, mana yang semu mana yang sejati. Kekhasan dari "Mata Najwa" adalah—mari kita sebut—kata-kata mutiara yang tak p...

Para Penyedia Layanan Book Subscription Box di Indonesia (Book Subscription Box - Part II)

Gambar
Edited by Me Melanjutkan bahasan tentang book subscription box atau kotak langganan buku, langsung saja kita cari tahu tentang para penyedia layanan kotak langganan buku yang ada di Indonesia. Pada artikel sebelumnya, aku mewawancarai empat penyedia layanan, kini aku tambahkan satu lagi penyedia layanan kotak langganan buku yang banyak teman-teman bilang bahwa ini yang pertama di Indonesia yaitu Peti Buku. Berikut penuturan para penyedia layanan tentang profil lengkap dan keunggulan dari masing-masing kotak langganan buku. Dengan pos ini, aku harap kamu bisa lebih mudah memutuskan kotak langganan buku asal Indonesia mana yang cocok dengan selera kamu.

Ulasan Buku: Gabriel Finley and the Raven's Riddle

Gambar
Judul :  Gabriel Finley and the Raven's Riddle Pengarang : George Hagen Penerbit : Tiga Serangkai Tahun : 2016 Dibaca : 20 November 2016 Rating : ★★★ "Gabriel, andai kau anak lain, akan kuminta kaulupakan ini. Tinggal di rumah, nikmati masa kanak-kanakmu. Tapi kau lain. Bicara dengan raven, terbang dengan mereka, lalu menguak rahasia kalung yang menjadi misteri seribu tahun—yah, entah apa yang mesti kukatakan, selain kau memang seperti ayahmu, dan kalau ada yang dapat menolongnya, pasti kau. Tapi tolong berhati-hatilah."  (hal. 258) Kata yang sering muncul pada buku ini adalah sebuah benda bernama torc . Benda yang cukup asing dan aku penasaran benda macam apa itu, apakah sebuah mahkota, kalung, atau cincin—aku yakin itu perhiasan. Yang pasti bukan tongkat karena benda itulah yang menyangga si torc ini, namun yang pasti torc benda kuno. Dan setelah cari tahu, aku menemukan torc adalah perhiasan kuno berbentuk cincin namun dipakai di leher, bisa juga dise...

Seri #YaTuhan, Ketika Doa Tak Lagi Khusyuk

Gambar
Apa makna doa bagimu? Sebagian orang menganggap doa sebagai keharusan untuk dipanjatkan agar selamat di sepanjang hidupnya dan kehidupan setelah kematian. Sebagian yang lain menganggap berharap sesuatu yang baik di masa depan adalah sebuah doa. Arti doa memang begitu universal. Terutama bagi yang beragama, doa masih semacam perlakuan sakral agar manusia merasa hidup. Permohonan, harapan, pujian, terhadap apa pun menjadi pengingat bahwa yang memanjatkannya masih mengaku berpijak di atas tanah. Dan tentu saja, doa harus dipanjatkan dengan sungguh-sungguh agar terkabul. Tapi apa jadinya jika doa itu terasa tak lagi khusyuk? Apakah akan meluruhkan kesakralannya? *** Serumpun buku serial bertajuk #YaTuhan diterbitkan untuk menjawab pertanyaan di atas. Adalah Adityayoga dan Zinnia yang berani mengusung tema doa dalam karya borongan yang mereka terbitkan awal November ini. Lima buku serupa konsep ini memiliki perbedaan topik yang jarang dimunculkan tetapi begitu melekat dalam masyarak...

Tentang Book Subscription Box yang Sedang Naik Daun di Indonesia (Book Subscription Box - Part I)

Gambar
Edited  by Me Istilah book subscription box mungkin masih terdengar awam bagi kalangan pembaca di Indonesia. Bisa dibilang kotak langganan bulanan berisi buku ini baru naik daun sejak 2016 ini. Bermula dari banyaknya postingan artikel teman-teman di blog dan media sosial, aku penasaran dengan fenomena yang satu ini. Nah, karena kita orang Indonesia, bagaimana kalau kita ubah istilah book subscription box menjadi kotak langganan buku? Setuju? Setuju sajalah ya, biar cepat. Awalnya, aku ingin menuliskan tentang pengetahuanku yang terbatas tentang kotak langganan semacam ini. Namun supaya lebih valid, aku mencoba menghubungi beberapa layanan kotak langganan buku yang sudah beroperasi di Indonesia. Setelah bertanya-tanya kepada beberapa teman di grup dan berselancar sendiri, akhirnya aku menemukan empat layanan kotak langganan buku yang berdomisili di Indonesia. Aku mengontak mereka dan masing-masing merespons positif permintaan untuk menjawab beberapa pertanyaan dariku. ...

Ulasan Buku: Hikikomori-chan

Gambar
Judul :  Hikikomori-chan Pengarang : Ghyna Amanda Penerbit : Ice Cube Tahun : 2015 Dibaca : 12 November 2016 Rating : ★★★ "Aku tadinya hampir bangkit untuk mencari tahu keberadaan pria asing itu, tapi aku mengurungkannya dan merebahkan tubuhku kembali."  (hal. 44) Hari Ayah di Indonesia bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikannya pada 12 November 2006 lalu di Solo. Uniknya, Hari Ayah digagas oleh sekumpulan wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Saat itu PPIP menggelar deklarasi Hari Bapak Nasional di Pendapa Gede Balai Kota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat. PPIP dikenal sebagai komunitas komunikasi lintas agama. Deklarasi serupa juga digelar oleh anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itulah, 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah di Indonesia. *** Raisa sudah ditinggal ibunya sejak empat tahun lalu. Sejak saat itu, ia mengurung diri di...

Genius: Kisah 'Bromance' Penulis dan Editornya

Gambar
Edited by Me Sejujurnya aku harus menghitung banyak kancing dari baju yang kumiliki tentang haruskah aku menuliskan ulasan "Genius" atau tidak. Ini tentu beralasan. Aku tidak pernah sekalipun menulis ulasan film. Aku tidak tahu variabel-variabel yang harus diulas, tidak mengerti batasan sejauh mana aku harus menceritakan kisah di dalamnya, juga yang terpenting apakah nantinya aku malah membuat semacam *spoiler* yang sebagian besar orang membencinya. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sepertinya membuat karakter terlalu-banyak-berpikirku bekerja dengan baik. Tapi toh film adalah bentuk lain dari sebuah 'cerita' yang pastinya memiliki poin-poin untuk diulas. *** Hari yang basah pada 1929 di New York, Maxwell 'Max' Perkins (diperankan oleh Colin Firth) dimohon untuk memeriksa sebuah naskah dari Aline Bernstein (diperankan oleh Nicole Kidman) yang adalah seorang desainer panggung. Lucunya, itu bukan naskah yang ditulisnya, naskah tersebut adalah mili...

Mengenal Asal-Usul Kambing Hitam pada Abad Pertengahan

Gambar
Edited by Me "Ain't I already been whipped twice today? Gaw! What's the prince done now?" (hal. 2) Seorang anak ditakdirkan menjadi penerima hukuman bagi seorang pangeran cilik yang begitu bandel. Ia biasanya berasal dari kalangan bawah dan ditarik ke istana karena diiming-imingi hidup yang layak. Jika sang pangeran nakal, tidak patuh, tidak hormat, maka si anak deraan inilah yang harus menerima hukumannya. Di hadapan sang raja, sang pangeran yang bandel mendapatkan hukuman melalui si anak deraan, biasanya berbentuk cambuk. Alasannya sudah jelas, agar sang pangeran merasa bersalah setelah melihat si anak deraan kesakitan atas perlakuan yang sebenarnya dilakukan oleh sang pangeran itu sendiri. Pihak kerajaan tidak merasa itu hal yang salah, toh si anak deraan mendapatkan hidup yang layak di dalam istana dan itu adalah sebuah pekerjaan yang lumrah kala itu. *** Itulah yang dialami Jemmy 'The Whipping Boy' setelah diambil ke istana setelah beber...

Ulasan Buku: UnWholly

Gambar
Judul :  UnWholly  (Unwind #2) Pengarang : Neal Shusterman Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2016 Dibaca : 29 Oktober 2016 Rating : ★★★★★ "Nikmati pengalaman berada di luar dirimu: Sambutlah keadaan terpisah-pisah." (hal. 122) Para remaja dihadapkan kondisi suatu negara di mana mereka menjadi musuh sosial dan tidak diinginkan. Mereka yang penuh nafsu dan rasa ingin tahu, sulit diatur, nakal, tidak hormat terhadap orang tua, dan segudang masalah remaja lainnya menjadi alasan hal itu terjadi. Pemerintah memperbolehkan para orang tua yang memiliki anak seusia remaja di bawah 16 tahun untuk menyerahkan mereka untuk dipisahkan raganya. Hal itu baik karena daripada mereka merasa gagal sebagai orang tua untuk mendidik anak mereka, toh anak mereka yang begitu tidak bisa diatur ini bisa menjadi semacam penebusan dosa karena tubuh mereka nantinya akan lebih berguna bagi orang lain. Potongan tangan mereka bisa digunakan pelukis untuk membuat karya. Jantung merek...

Masha: Karya Supernatural Lokal Tanpa Mengekor Fantasi Luar?

Gambar
Edited  by Me Halo, teman-teman! Kembali lagi dengan Bibli di sini! Siapa sangka kalau Posting Bareng BBI 2016 bulan ini mengambil tajuk supernatural. Dari sekian banyak tema yang bisa diambil dari Divisi Event untuk merayakan Halloween, kenapa tema supernatural yang diambil? Itu kan susah sekali. Apalagi hanya satu dua buku yang ada di timbunan Raafi dari tema tersebut—sedikit pilihan. Lagi pula Divisi Event kan bisa pilih tema lain seperti horor, misteri, thriller , atau hal paling simpel: muka Raafi. Dan Raafi sudah menyerah untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan untuk Posting Bareng kali ini. Setelah absen pada Posting Bareng BBI bulan lalu, bulan ini tidak boleh tidak ikutan. Jadi, sekarang giliran Bibli yang ambil bagian. Setelah dikulik-kulik bahan apa yang cocok untuk tema supernatural, Bibli menemukan satu ulasan buku Raafi yang kurang lebih bersangkutan dengan tema tersebut. Adalah buku "Sumur Hitam" karya Haditha yang bertema klenik yang kakak-adik...

Ulasan Buku: Wonder

Gambar
Judul :  Wonder Pengarang : R.J. Palacio Penerbit : Atria Tahun : 2012 Dibaca : 15 Oktober 2016 Rating : ★★★★★ "Anak itu benar. Aku makan seperti seekor kura-kura, kalau kau pernah melihat seekor kura-kura makan, Seperti makhluk rawa zaman prasejarah." (hal. 73) Apa yang kamu harapkan dari sebuah buku anak-anak atau remaja tanggung? Bernostalgia dengan masa kecilmu atau masa sekolahmu? Mencari tahu kisah berbeda dari apa yang pernah kau alami? Atau hanya membacanya saja tanpa ekspektasi apa pun? Bagaimana jika buku tersebut adalah buku yang sangat ingin kaubaca dan orang-orang melabelinya buku bagus? Kau akan tetap tak akan berekspektasi apa pun atau kau memiliki harapan untuk percaya pada apa kata orang tentang buku tersebut? *** August 'Auggie' Pullman tahu tahun ini tidak akan sama lagi ketika ia ditawari kedua orang tuanya untuk bersekolah di sekolah formal biasa. "Kelebihan" dirinya yang sedari kecil sudah disandangnya dan kesadara...

Festival Menulis: Membaca Adalah Modal Utama

Gambar
  Edited by Me Pada satu pagi, rekan komunitasku yang berdomisili di Ambon memberi informasi tentang Festival Menulis di Tempo. Ia hanya membuat pesan, "Pagi Bro. Ada festival menulis di Tempo tanggal 22 besok." Pagi itu tanggal 13 Oktober dan itu berarti kurang dari dua minggu sebelum acara. Aku mengulik apa itu Festival Menulis. Sebuah acara yang diselenggarakan Tempo Institute tentang kelas-kelas kepenulisan dalam satu hari. Tertarik? Tentu! Saat itu juga! Akhir-akhir ini, aku mulai tertarik dengan segala hal tentang menulis karena (1) itu sudah menjadi profesi utama dan (2) aku sadar bahwa menulis itu mengobati. Namun, kendala utama dari acara ini adalah acaranya berbayar. Waktu yang mepet dan tanpa persiapan apa pun menjadi kendala berikutnya. Beruntungnya aku. Bang Steven, rekan komunitasku tersebut, dengan baik hati bersedia membayar kontribusi acara. Melihat peluang itu, aku tidak pikir dua kali. Kesempatan emas ini tak akan kulewatkan. Kendala waktu dan per...

5 Hal dari Steal Like an Artist yang (Mungkin) Bisa Mengubah Hidupmu

Gambar
Aku penasaran, apa yang kamu harap dapatkan dari setiap buku pengembangan diri yang kamu baca. Sebuah perubahan drastis yang akan membuatmu lebih baik atau hanya sebagai penyemangat hidup? Dari data yang kutemukan dalam  sebuah riset , 51% partisipan membaca buku pengembangan diri karena keinginan untuk bertransisi yang langsung berdampak pada kehidupan mereka. Transisi di sini dibagi menjadi empat tipe yaitu: karier, hubungan, kesehatan atau kesejahteraan, dan kombinasi dari semua tipe tersebut. Salah satu partisipan yang membaca buku pengembangan diri untuk kariernya berkata, "Saya sudah bekerja selama satu tahun, lalu tiba-tiba saya dan beberapa rekan saya dipecat." Itulah mengapa ia membutuhkan sebuah buku untuk bertransisi dari kesialannya tersebut. Well , aku tidak seserius itu. Pertama, aku jarang baca buku nonfiksi apalagi genre pengembangan diri. Kedua, aku selalu tidak sejalan dengan bahan bacaan nonfiksi bagai buku teks mata pelajaran sekolah yang kaku. Ket...

Ulasan Buku: The Magician's Elephant

Gambar
Judul :  Gajah Sang Penyihir Judul Asli : The Magician's Elephant Pengarang : Kate DiCamillo Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2009 Dibaca : 3 Oktober 2016 Rating : ★★★★ "Sambil menatap kota, Peter memutuskan bahwa punya harapan itu menyedihkan dan rumit. Mungkin lebih gampang berputus asa saja." (hal. 40) Apa yang akan kamu lakukan ketika tahu kamu belum membaca buku lain karya penulis favoritmu? Lalu bagaimana jika temanmu menilai biasa saja dari buku karya penulis favoritmu itu? Mengetahui buku ini dari lini masa Goodreads ketika seorang teman usai membacanya dan menilainya dua dari lima. Alasannya karena ini buku anak-anak dan ia tidak mengerti dengan—entahlah, mungkin ceritanya atau tokoh-tokohnya yang banyak. Dan aku tahu ia membaca buku karya salah satu penulis favoritku. Aku segera menghubunginya untuk segera membacanya. Serasa tidak puas meminjamnya, aku bersikukuh untuk membeli buku miliknya ini. Tapi pada akhirnya, ia memberikannya cu...

3 "Keanehan" dalam Miss Peregrine's Home for Peculiar Children

Gambar
Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur karena Bibli bisa kembali berkontribusi pada blog ini. Sudah sekitar 8 bulan sejak Bibli membuat postingan perkara hari Kasih Sayang, kali ini Bibli akan menceritakan apa yang sudah Raafi bisikkan ke telinga Bibli tentang buku yang baru saja—nggak baru juga sih, udah beberapa hari yang lalu—Raafi baca, "Miss Peregrine's Home for Peculiar Children" atau yang penerbit-suka-terjemahin-judul ini terjemahkan menjadi "Rumah Miss Peregrine untuk Anak-Anak Aneh". Nah, sekarang terserah kamu mau pilih yang mana. Karena Bibli anaknya simpel banget, jadi Bibli sebut MPHfPC saja ya, biar sebelas-dua belas sama MPASI. Jadi, Raafi bilang kalau buku ini sedikit lambat alurnya. Konflik cerita baru muncul pada beberapa halaman setelah setengah buku ( ngerti kan maksud Bibli?). Lalu, dari halaman pertama sampai pertengahan isinya apa? Narasi tentang Jacob, sang tokoh utama, yang galau apakah dia harus percaya kata-kata sang k...

Ulasan Buku: The Kite Runner

Gambar
Judul :  The Kite Runner Pengarang : Khaled Hosseini Penerbit : Qanita Tahun : 2010 Dibaca : 25 September 2016 Rating : ★★★★★ "Baiklah, apa pun yang diajarkan mullah itu padamu, hanya ada satu macam dosa, hanya satu. Yaitu mencuri. Dosa-dosa yang lain adalah variasi dari dosa itu. Kau paham?" (hal. 34) Sebentar. Aku merasa berbeda ketika melihat ulasan buku-bukuku sekitar setahun apalagi tiga tahun lalu. Aku bahkan hanya mengulas dalam beberapa kalimat yang dibagi-bagi menjadi paragraf. Kenapa aku membahas hal ini? Karena aku melihat-lihat ulasan buku Khaled Hosseini:  A Thoushand Splendid Suns yang kubaca pada Juli 2013. Bahkan ulasan pada tahun lalu pun masih jauh lebih sedikit ketimbang ulasan yang kutulis akhir-akhir ini, seperti pada ulasan The Kite Runner: Graphic Novel yang kubaca pada Juni 2015. Kau tahu, bahkan melalui tulisan saja terlihat jelas bahwa orang-orang itu berubah. People change . *** Hassan dan Ali akhirnya pergi setelah apa yang ...

Ulasan Buku: Oliver Twist

Gambar
Judul :  Oliver Twist Pengarang : Charles Dickens Penerbit : Narasi Tahun : 2015 Dibaca : 18 Agustus 2016 Rating : ★★★ Membaca karya penulis klasik seperti sebuah pencapaian, apalagi karya tersebut adalah karya ikonis sang penulis. Setiap mendengar nama Charles Dickens, yang terlintas di benak orang-orang adalah Oliver Twist yang pertama kali terbit pada 1837, walaupun setahun sebelumnya sang maestro telah menerbitkan kumpulan tulisan "Sketches by Boz" dan angsuran novel "The Paperwicks Paper" yang pertama hingga dijadikan novel pada 1837 juga; dua karyanya yang mungkin asing di telinga para pembaca literatur. Setelah itu, pria kelahiran 1812 ini menelurkan sejumlah buku yang tak kalah mendunia, antara lain "Great Expectations" dan "A Christmas Carol". *** Oliver Twist kecil tak akan menyangka bahwa hidupnya akan seberat ini. Setelah ditinggal mati sang ibu, ia hidup terlunta-lunta, dari hidup bersama 20-an anak di rumah Bu Mann...