06 April 2015

What's Up in These Book Categories?



Awalnya aku berniat untuk menyatukan dua buku untuk diulas hanya karena sama-sama bergambar. Sekalian saja aku menjelaskan tentang buku dengan gambar. Aku sempat melempar pertanyaan ke group chat tentang perbedaan illustrated book dan graphic novel. Tapi lebih lanjut ada lagi istilah comic book dan picture book. Apakah mereka saling berhubungan?

Menurut salah seorang teman, illustrated book (kita singkat IB) adalah bagian lain dari novel yang sebelumnya sudah pernah terbit. Yang lain berpendapat IB tidak penuh gambar, hanya beberapa bagian saja, dan terdapat bagian dari cerita dalam bentuk paragraf. Ada pula yang berpendapat IB adalah buku yang hanya diberi ilustrasi sebagai pelengkap.

Perbedaan graphic novel (kita singkat GN) dan comic book (kita singkat CO) terletak pada isi cerita. GN bisa selesai dalam satu buku, sedangkan CO bisa berpuluh-puluh seri. Kuantitas gambar yang terdapat pada keduanya sama-sama "penuh", yang berarti berbeda dengan IB yang cerita dalam bentuk paragraf lebih banyak atau seimbang dengan cerita dalam bentuk gambar. Lebih lanjut tentang perbedaan GN dan CO bisa dicermati di sini dan di sini.

What Do You Think?
Lalu ada picture book (kita singkat PB). Menurut Wikipedia, PB menggabungkan narasi visual-verbal dalam format buku, dan paling sering ditujukan untuk anak-anak. Gambar-gambar dalam picture book menggunakan berbagai media seperti cat minyak, akrilik, cat air, dan pensil. Buku gambar untuk anak-anak TK bisa dimasukkan dalam kategori ini.

Kesimpulan versiku: IB, GN, CO, dan PB adalah buku yang memiliki gambar dan ilustrasi di dalamnya. Mereka hanya bisa dikategorikan sebagai "buku dengan gambar". IB: paragraf ≥ gambar. PB lebih banyak gambar. GN dan CO: full gambar dengan sedikit tulisan atau paragraf. Masing-masing kategori memiliki kekhasan sendiri. Ada pendapat lain?

Berikut ulasan dua buku yang baru kubaca dan termasuk buku dengan gambar.

***
Sampul
Judul Asli : Spring-Heeled Jack - A Story of Bravery and Evil
Pengarang : Philip Pullman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2008
Dibaca : 2 April 2015
Rating : ★★★

Aku masukkan buku ini dalam kategori IB (atau CO ya?) karena cerita dalam paragraf lebih banyak daripada gambar. Selain itu, gambar pada buku ini dicetak menggunakan tinta. Gambarnya terlihat sejenis dengan CO karena terdapat balon-balon percakapan.

Sudah tahu bahwa buku ini kukategorikan underrated? Kalau belum mungkin kalian harus baca opini ini. Secara, ini kan buku Philip Pullman yang besar karena trilogi His Dark Materials-nya. Aku merekomendasikan penyuka komik pahlawan super untuk membaca ini. Kenapa?

Buku ini bercerita tentang tiga bersaudara yang lari dari panti asuhan karena mereka tidak suka di sana. Tetapi pelarian mereka tidak mulus karena ulah-ulah manusia serakah. Saat itu juga, muncullah Jack Si Pelompat yang baik hati menolong mereka.

Ceritanya sederhana. Tapi sungguh, gambar-gambar di dalamnya mengganggu waktu baca, karena terletak di antara baris yang masih dalam satu paragraf. Jadi, bila ingin menilik gambarnya, kalian harus membalik halaman sebelumnya atau kembali ke baris atas. Menyusahkan bukan? Selain itu, buku ini oke. Lumayan juga untuk dibaca anak-anak tapi dengan bimbingan orang yang lebih tua.

"Aku tahu suara itu! Suara hatiku! Kupikir sudah kukubur bertahun-tahun yang lalu! Pergi! Enyah! Aku tak mau mendengarkanmu!" —Filthy (hal. 46)

***
Sampul
Judul Asli : Fortunately, The Milk
Pengarang : Neil Gaiman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 4 April 2015
Rating : ★★★★


Akhirnya aku membaca ini, sudah lama sekali mengidam-idamkannya. Buku ini juga termasuk IB karena alasan yang sama seperti buku sebelumnya. Memang ini karya penulis favoritku, tetapi tidak membuatnya menjadi favorit walaupun jelas aku menyukainya.

Sederhana sekali apa yang menjadi ide ceritanya. Seorang ayah berkisah tentang apa yang terjadi selama dia membeli susu untuk sarapan dua anaknya. Anak-anaknya memang menunggu lama hanya untuk makan sereal sarapan mereka, jadi mereka bertanya apa yang terjadi dengan ayahnya.

Aku suka Sang Ayah! Dia pendongeng hebat! Petualangan yang dialaminya memang tidak masuk akal, tapi ada hal-hal yang tidak harus kauketahui di masa kecil kan? Seperti sinterklas yang selalu datang setiap Natal untuk memberimu hadiah yang paling kauinginkan. Apakah dia benar-benar tahu apa yang paling kau inginkan? Atau ayahmu?

Ilustrasinya bagus. Entitas-entitas anyar di dalamnya jadi begitu mengesankan. Cocok untuk anak-anak tapi (lagi-lagi) dengan bimbingan orang yang lebih tua. Oh ya, frasa "untunglah, susunya" ada berapa kali disebut ya? Aku tidak sempat menghitungnya, tapi yang pasti lebih dari tiga.

"Terserah. Tapi semua benar. Ada buktinya." —Ayah (hal. 107)

***

Ulasan ini untuk memeriahkan event Around The Genres in 30 Days: Science Fiction-Fantasy Faction dalam rangka ulang tahun BBI.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top