Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Manajemen Leha-Leha: Hubungan Cuti dan Komoditisasi

Gambar
Edited by me Koloni semut sedang jalan berbaris menuju makanan yang kami pesan, saat aku dan seorang teman sedang akan menyantapnya. Kami coba untuk menyisihkan para semut itu dari makanan kami. Namun, setelah beberapa saat berlalu, mereka kembali lagi dan kami memutuskan untuk membiarkannya. Baris koloni pekerja itu itu semakin ramai. Beberapa sudah ada yang kembali dari piring makanan dengan membawa remahan berwarna terang. Amat kontras dengan badan mereka yang hitam. Mungkin setelah menaruh remahan makanan yang akan menjadi pasokan makanan sang ratu dan koloni, mereka akan kembali lagi ke piring makanan tadi atau mencari makanan lain. Hidup semut hitam pekerja memang begitu terutama untuk kasta pekerja. Mereka akan terus dan terus bekerja tanpa istirahat. Tidak ada yang namanya istirahat apalagi liburan bagi mereka. Manusia bukanlah semut. Bila semut bisa terus-terusan bekerja selama masa hidupnya, manusia butuh istirahat di sela-selanya. Begini, bila kamu sudah setahun bekerja di ...

Yang Tidak Betul dalam Romansa Minoel

Gambar
Edited by Me Lebih dari sebulan aku di kampung halaman. Rasanya aneh karena kembali pulang tidak ada dalam to-do list tahun ini. Di sisi lain, kelegaan muncul karena selain bisa berhemat (aku tidak perlu lagi membayar sewa indekos di Jakarta), aku bisa mencairkan hubunganku dengan orang rumah. Tidak sedikit aku mengobrol dengan ibu dan nenek seputar kehidupan kami dan orang-orang di desa kami. Salah satunya adalah guru SD kelas 6-ku yang sempat menjadi kepala desa. Baru beberapa bulan jadi kades, ia dilengserkan karena suatu alasan. Ibu dan nenek kemudian menjelaskan berbagai asumsi yang datang dari orang lain. Aku hanya angguk-angguk sambil menyayangkan kejadian tersebut. Kabar penuh asumsi memang kerap hadir dan tidak dapat terhindarkan. Itu bisa datang dari mana saja termasuk kerabat dan tetangga yang sesekali datang ke rumah. Di desa, penyebaran kabar dari mulut ke mulut sepertinya lebih berhasil ketimbang via aplikasi perpesanan atau media sosial. Hal ini ternyata tidak hanya be...

Reading Challenge dan Pertimbangan yang Perlu Disiapkan

Gambar
Edited by Me Beberapa waktu lalu, aku dan dua kenalan di Twitter sepakat melakukan baca bersama sebuah buku. Sayangnya, pada saat teman yang lain sudah menyelesaikannya, sekitar seminggu setelah hari dimulai, aku masih berada di halaman 30-an. Aku merasa terseok-seok dalam melanjutkannya. Pilihan bukunya memang bukan genre yang biasa kubaca; nonfiksi, lumayan serius, dan berbahasa inggris. Aku akhirnya memberanikan diri untuk bilang kepada keduanya bahwa aku tidak bisa menuntaskan buku tersebut. Walaupun dimaklumi oleh teman tersebut, ada rasa malu karena kupikir aku bisa menyelesaikannya dengan mudah. Belum lagi soal komitmen yang sama-sama dibuat di awal. Ini membuatku memikirkan apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan ikut/tidaknya sebuah baca bersama yang termasuk reading challenge ini. Apa itu reading challenge ? Tidak ada definisi terselubung, reading challenge adalah kegiatan menantang diri sendiri untuk membaca sebuah bacaan. Konteks bacaan di sini adalah buk...

3 Kutipan Menarik dan Penjelasannya dari Normal People

Gambar
Judul :  Normal People Pengarang : Sally Rooney Penerbit : Bentang Pustaka Tahun : 2020 Dibaca : 13 Mei 2020 Saat remaja, pernahkah kamu mengalami cinta monyet? Itu istilah untuk rasa suka pertama kali yang tertuju pada orang lain, biasanya teman sebaya yang sekelas atau beda kelas, walaupun bisa juga kakak atau adik kelas. Bagi anak baru gede, cinta monyet begitu menggairahkan. Janji bertemu di kantin belakang sekolah saja sudah bikin berdebar-debar. Belum lagi jika teman-teman yang lain mengetahui bahwa kamu sedang menjalin hubungan dengan seseorang. Mereka akan men-“cie-cie”-kan saat kamu pulang bareng dengan si doi. Secara tak sadar, cinta monyet terasa sebentar, main-main, dan terlalu membingungkan, apalagi ketika kamu harus berpisah dengan si doi setelah lulus sekolah. Hal-hal yang terjadi saat cinta monyet juga kerap terpatri dalam memori dan dijadikan bahan pembicaraan di kemudian hari. Walaupun begitu, bagaimana jika si cinta monyetmu kala sekolah terus berkutat...

Tawar Buku: Kerja Volunter, Kamar Kos, dan Hubungan Keduanya

Gambar
Edited by Me Bekerja memang identik dengan mendapatkan timbal balik. Dengan menghabiskan waktu dan tenaga untuk bekerja, kebanyakan orang merasa harus mendapat imbalan berbentuk uang, barang, atau pujian. Kita selalu diiming-imingi imbalan setelah membantu pekerjaan orangtua saat masih kecil. Semakin dewasa, kita semakin berpandangan bahwa timbal balik yang tepat dari sebuah pekerjaan adalah ketiga jenis di atas. Namun, ada bentuk imbalan lain yang bisa kita dapatkan dari bekerja, seperti kawan baru. Bentuk kerja dengan imbalan semacam itu disebut kerja volunter. Kerja Volunter Selain menimba ilmu, pilar lain dalam program yang membuatku terbang ke negeri Paman Sam adalah kerja volunter atau disebut juga community service . Setelah melakukan kerja volunter di sana dalam jumlah jam yang ditentukan, aku mendapat pandangan baru. Bagaimanapun, bekerja tentu membuat kita mengharapkan timbal balik. Jika kerja sesuai profesi atau keahlian akan berbalas uang, kerja volunter atau kerja...

Ulasan Buku: Efek Jera

Gambar
Judul :  Efek Jera Penulis: Tsugaeda Penerbit: One Peach Media (indie) Tahun : 2020 Dibaca : 20 Mei 2020 Rating : ★ ★ ★ “Yayasan (sosial) seperti itu sudah banyak. Kita pakai pendekatan baru. Kita tidak langsung menolong orang susah. Tapi kita mengganggu orang yang bikin susah.” (hlm. 44) Pernahkah membayangkan hidupmu sebelumnya biasa-biasa saja akan berubah pada keesokan hari? Mungkin itu yang ada dalam pikiran remaja 19 tahun bernama Dio. Sehari-hari, ia yang sebatang kara (setidaknya begitu menurut narasi yang kutangkap) tinggal di bedeng di pinggiran rel stasiun Pondok Cina. Tidak hanya untuk ditinggali, bedeng itu juga digunakan Dio untuk mencari rezeki sebagai penjual DVD bajakan. Di sela-sela waktunya, ia suka membaca buku yang membuatnya kritis terhadap lingkungan sosialnya. Di salah satu dinding bedengnya, terpampang poster tak bergambar bertuliskan “Dinodai Kapitalisme”. Bagi orang awam, mungkin tanda itu tidak berarti apa pun. Namun bagi Dio, kata-kat...

Mencari Makna Hidup Melalui Logoterapi dan Ikigai

Gambar
Edited by Me Kondisi beberapa bulan terakhir sungguh tidak diekspektasi oleh siapa pun (kecuali mungkin oleh beberapa orang yang bisa menerawang). Alih-alih bermacet-macetan di jalan dan berdesak-desakan di dalam transportasi umum, kamu harus tetap berada di rumahmu untuk bekerja. Alih-alih bersiap untuk vakansi pada tanggal yang sudah ditandai bahkan dengan bersusah-payah meminta izin cuti dari atasan, kamu masih harus tetap berada di rumah dan terpaksa membatalkannya. Segala rutinitas dan rencana yang kamu anggap berjalan mulus terhalang oleh apa yang World Health Organization (WHO) sebut dengan pandemi. Amarah dan kekesalan meluap yang kemudian merembet ke pertanyaan-pertanyaan frustratif. Apa kamu akan berada dalam kondisi ini terus-menerus? Bagaimana dengan hal-hal yang kamu impikan akan terjadi sepanjang tahun ini? Kapan semua ini akan berakhir? Tidak terkecuali denganku. Sejak wabah (sebelum ditetapkan sebagai pandemi) ini riuh di Indonesia, kantorku sudah memberi kebij...

Babak Baru: Jargon "Follow Your Passion" yang Salah Paham

Gambar
Edited by Me “Kok aku juga ikutan sedih. Gramedia x Abduraafi itu sebuah perpaduan yang klop sekali kelihatannya. Semoga karier barunya bisa membawa Aki ke mimpi-mimpinya ya. 😊” Seorang teman mengirimkan pesan privat tersebut setelah aku mengepos foto nametag kantor lamaku sebagai tanda pengunduran diri di Instagram Story pada awal Maret lalu. Rintangan-rintangan kecil yang berubah jadi pilihan-pilihan sulit buatku memutuskan untuk pindah dari sebuah perusahaan di bawah naungan grup Kompas Gramedia. Sesungguhnya, pengunduran diri ini sudah kupikirkan sejak pertengahan 2019 lalu. Setelah Ruang pupus, aku seperti anak ayam yang kehilangan induk. Aku tanpa sadar angguk-angguk saja untuk pindah ke divisi lain. Walaupun kerjaannya tidak jauh-jauh dari menulis seputar buku bacaan dan mewawancarai penulis, tetap saja aku masih merasa Ruang-lah satu-satunya tempat pulang saat itu. Tulisan ini kubuat untuk menjelaskan alasan utamaku pindah dari kerjaan yang “gue banget” ke perusah...

Ganjil-Genap: 3 Pelajaran Penting dari Belum Menikah di Usia 30

Gambar
Edited by Me Menikah itu rumit. Aku samar-samar ingat pernah melihat sebuah utas tentang pasangan akan menikah yang harus menghadapi berbagai rintangan tak terduga dan “ada-ada saja”. Utas itu direspons dengan orang-orang yang juga menghadapi kesulitan saat akan menikah. Beberapa komentar bernada positif, bahwa cobaan yang menghadang para calon pengantin ada untuk mengetes kukuh tidaknya hubungan mereka. Bahwa cobaan itu belum seberapa ketimbang nanti setelah mereka resmi menjadi pasangan yang sah. Namun, sebagian orang berpikir sebaliknya. Kalau suami-istri lebih banyak cobaan, buat apa menikah? Sebagian orang itu malah semakin enggan untuk melakukannya. Termasuk aku yang berpikir bahwa menikah adalah angan-angan utopis yang tidak yakin bisa kuraih atau tidak. Pola pikir tersebut yang sedang bersemayam dalam diriku saat ini—diri seorang laki-laki menuju 30 tahun yang selalu ditanyai “mana pasanganmu?” atau “kapan nikah?” Beberapa waktu lalu saat aku pulang ke kampung halaman, ...

Abridged Books: Kenapa Ada Buku versi Ringkas?

Gambar
Edited by Me Baru-baru ini, aku menyelesaikan karya klasik "Little Women" karya Louisa May Alcott. Versi yang kubaca hanya setebal 60-an halaman dan ada sisipan ilustrasi di setiap halaman. Versi itu diterbitkan oleh penerbit Indonesia namun berbahasa Inggris dengan kosakata yang mudah dipahami. Pada bagian akhir buku, terdapat glosarium daftar kata bahasa Inggris yang—kemungkinan—sulit dipahami lalu dijajari dengan terjemahan bahasa Indonesia-nya. Versi itu dicetak dengan sampul keras dan berukuran kecil. Pada bagian sampul, gambar empat bersaudara March dibuat semenarik dan seberwarna mungkin agar lebih memikat. Di bawah judul terdapat tulisan " retold from the story by Louisa May Alcott". Bila ditelusuri lebih lanjut, di halaman awal terdapat nama penulisnya yaitu Samantha Noonan. Aku sengaja membeli dan membaca "Little Women" versi itu karena buru-buru ingin membaca. Sebagai persona yang menganut aliran baca-dulu-tonton-kemudian, aku tidak m...

Buku Paling Berkesan 2019 dan Kenangan-Kenangan

Gambar
Edited by me “Apa rekomendasi di sini?” Pertanyaan itu selalu kuajukan tiap kali ke sebuah restoran atau kafe yang baru kudatangi. Beberapa penjaga kafe memberikan satu pilihan menu  signature atau specialty kafe itu. Sebagian yang lain merekomendasikan menu favorit yang banyak dipesan. Aku mendapati respons yang kedua saat mengunjungi sebuah kafe di bilangan Wahid Hasyim, Jakarta. Sang penjaga kafe merekomendasikan minuman bernama Durian Leaf yang langsung kupesan. Setelah duduk, aku membuka laptop dan menilik draf tulisan tentang kaleidoskop 2019 yang sudah kumulai tulis sejak malam pergantian tahun baru. Aku bimbang apakah perlu lanjut menulisnya atau tidak mengingat sekarang sudah hampir pertengahan bulan di tahun baru. Padahal, aku berencana menayangkannya di sini sebelum tanggal 10. Sayangnya, rutinitas dan hal lain yang tiba-tiba muncul menghancurkannya. Saat sudah memutuskan untuk lanjut menulis dan pemanasan fokus, minuman itu datang. Warnanya hijau muda, sedikit ...

Ulasan Buku: Poem PM

Gambar
Edited by Me Hari Sabtu aku pergi ke sebuah mal di bilangan BSD City untuk bertemu dengan rekan kantor lama. Kami makan di sebuah restoran lalu mengobrol selama lebih dari dua jam. Setelah berfoto bersama dan meminta tagihan makanan, kami berdiskusi akan melakukan apa. Aku memberi ide untuk berkunjung ke toko buku dan yang lain setuju. Setiap ke pusat perbelanjaan, aku menyempatkan diri untuk ke toko buku. Bisa dibilang, aku paham buku apa saja yang baru rilis dan yang paling laris, juga terbitan yang sedang tren. Beberapa tahun lalu ada novel-novel adaptasi dari aplikasi menulis Wattpad. Dua tahun belakangan ada buku-buku puisi bersampul keras. Hari Kamis buku puisi karya Putri Marino terbit. Hal itu ditandai dengan dirinya yang membagikan foto salah satu halaman bukunya melalui akun Instagram-nya. Putri kemudian menyematkan takarir dengan tagar #bukupoempm. Hal yang amat wajar karena setiap penulis yang baru merilis buku pasti melakukannya. Tak dinyana, postingan tersebut men...