Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Buku Paling Berkesan 2018

Gambar
Edited by Me Beberapa hari lalu akun Twitter-nya Twitter mengepos: “Your 2018 in emojis” . Ketika mau jawab dengan emoji yang berhubungan sama Amerika Serikat, aku bertanya-tanya, “Kayaknya nggak cuma tentang Amerika Serikat deh.” Karena 2018 memang lebih dari itu. Selain ke Amerika Serikat dalam rangka beasiswa kuliah dan magang (lihat di sini ), buku antologi yang aku berkontribusi di dalamnya juga akhirnya rilis setelah menunggu selama hampir dua tahun (lihat di sini ). Bisa dibilang itu dua sorotan utama tahun ini. Yang lainnya? Mungkin tentang bagaimana aku memenej diri sebagai pelajar, editor di Ruang, dan pembaca. Aku masih mengurusi kanal Fiksi Populer Ruang dengan intensitas yang sedikit dikurangi—terima kasih kepada ibu managing editor Ruang yang memberikan kelonggaran atas target artikel bulanan. Dan aku masih bisa merampungkan tantangan membacaku dengan melahap lebih dari 70 buku selama tahun 2018. Bisa dibilang membaca buku menjadi bagian yang paling butuh us...

Ulasan Buku: Ya, Aku Lari! + Giveaway

Gambar
Judul :  Ya, Aku Lari! Pengarang : Hasan Aspahani Penerbit: DIVAPress Tahun : 2018 Dibaca : 15 Desember 2018 Rating : ★★★ Mengetahui pengarang adalah penyair yang melalui karyanya mendapat gelar buku puisi terbaik Anugerah Hari Puisi dan Yayasan Hari Puisi tahun lalu, aku antusias dengan karya novel Hasan. Sebuah pertanyaan selalu mengemuka tentang hal itu: Kenapa pada akhirnya sang penyair yang biasanya menciptakan puisi lantas menelurkan novel? Namun, sebenarnya Hasan tidak bisa diberikan pertanyaan seperti itu. Ditilik dari bibliografinya, walaupun ia seorang penyair dengan menelurkan beberapa buku kumpulan puisi, ia juga pernah merilis sebuah buku biografi berjudul “Chairil” yang mengupas sosok Chairil Anwar. Mengingat belum membaca satu pun karyanya, aku coba melahap “Ya, Aku Lari” ini tanpa ekspektasi apa pun. Tiada garam, tiada merica, tiada saus tomat maupun kecap manis. Aku baca saja. “Ya, Aku Lari!” berkisah tentang seorang narapidana yang baru keluar da...

Cerita dari Gurun: Setelah 50 Jam Jadi Sukarelawan

Gambar
Edited by Me Hari Sabtu kemarin, jam sukarelawanku menembus angka 50. Sebuah pencapaian bagiku karena: (1) aku mendedikasikan jam-jam tersebut untuk—kalau kata KBBI—melakukan kerja sukarela tanpa paksaan, dan (2) aku tidak pernah berpikir untuk melakukan hal itu. Kesibukan sebagai “pekerja teks komersial” dan prestise sebagai manusia milenial ibukota tidak sedikit pun mencetuskan diri ini untuk kerja sukarela. Aku terlalu berkutat pada kebahagiaan pribadi. Kehidupan di Amerika Serikat benar-benar mengubahku. Kerja sukarela populer di Amerika Serikat. Saat bertanya ke seorang instruktur kampus tentang bagaimana orang Amerika Serikat melihat kerja sukarela, dia menjawab itu tergantung. Beberapa orang mungkin begitu individualistis dan apatis sehingga tidak pernah melakukan hal itu. Namun, sebagian besar orang Amerika Serikat sangat suka kerja sukarela sehingga bisa menjadi gaya hidup. Ada kepuasan batin yang muncul seusai meluangkan waktu untuk membantu. Saat kerja sukarela k...

I Really Didn't Think This Through: Self-Esteem dan Self-Love

Gambar
Judul :  I Really Didn't Think This Through Pengarang : Beth Evans Penerbit: HarperCollins Tahun : 2018 Dibaca : 23 September 2018 Rating : ★★★★ Ketika Beth yang baru masuk sekolah menengah atas amat butuh pertolongan untuk menangani tantangan dan kesedihan yang sudah tidak bisa ditampungnya lagi, percakapan dengan admin wanita dari kantor konselor sekolah berikut terjadi. "Aku pikir aku butuh bantuan," ujar Beth. "Bantuan apa?" tanya wanita itu. "Yah, aku sedih sepanjang waktu. Aku sedih dan benar-benar kesal," jawab Beth. "Oh. Kami tidak melakukannya di sini. Kami melakukan konsultasi akademik, membantu kau memilih kelas dan merancang jadwal. Jika kau punya masalah emosional, kau harus bicara dengan orang tuamu," tandas admin wanita itu. Peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Setidaknya begitu yang Beth ceritakan pada buku "I Really Didn't Think This Through" karyanya sendiri. Buku yang baru diterbitkan Mei ...

Tentang Aku dan Buku + Giveaway

Gambar
Foto: Dokumen Pribadi Setiap kali pulang ke kampung halaman, sebisa mungkin aku sempatkan melakukan ini—sesuatu yang kemudian aku sebut ritual: mengeluarkan semua koleksi buku-bukuku dari tempat penyimpanan, menilik satu per satu, lalu menekuk-nekuk ringan mereka. Bisa dibilang, merekalah hartaku yang berharga. Aku menganggap mereka seperti hewan peliharaan—yang untungnya tidak menimbulkan suara, tidak rewel, dan tidak membuang kotoran. Mereka hanya butuh "bernapas" sesekali dan peregangan agar otot-otot kertas mereka tidak kaku. Sayangnya, aku terlalu malas untuk menyimpan mereka di tempat layak dan hal inilah yang membuatku harus melakukan ritual. Mereka ditempatkan di bagian bawah lemari pakaian milik almarhum kakek. Aku berniat untuk membeli boks kontainer untuk mereka tetapi waktu selalu tidak mengabulkan. Terlepas dari itu, ada keasyikan tersendiri kala membongkar kembali tas-tas keresek berisi mereka. Dengan ritual ini, aku bisa bernostalgia tentang isi buku d...

Ulasan Buku: Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai

Gambar
Judul :  Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai Pengarang : Theoresia Rumthe & Weslly Johannes Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2018 Dibaca : 1 Mei 2018 Rating : ★★★★★ Beberapa hari lalu adik laki-lakiku yang pertama ulang tahun. Ia menginjak usia 21 tahun dan sedang menjalani sebuah hubungan serius dengan sang pacar. Malam hari sepulang kerja, sang pacar datang membawa sebuah kado. Isinya? Sebuah baju koko dan perintilan lain. Sudah barang tentu, adikku merasa senang. Aku kemudian bertanya-tanya apakah ia kecewa karena hadiah yang diterimakan hanya sebuah baju koko. Walaupun tidak banyak, ia sudah punya beberapa yang membuatnya bisa bergonta-ganti mengenakannya kala ke masjid. Dan orang tua kami pun kerap membelikannya kala lebaran. Lebih-lebih, kami sekeluarga tidak pernah merayakan ulang tahun dan saling membelikan kado. Terlepas dari siapa si pemberi, apakah hadiah itu spesial? Apakah adikku berharap sang pacar memberikan hadiah lain? Lebih-lebih, a...

Menghidu Aroma Karsa

Gambar
Edited by Me "Bagi saya, parfum bagaikan asap rokok. Semakin orang tak peka menyemprotkan minyak wangi banyak-banyak, semakin jengkel orang-orang seperti saya," ujar Wendy Helfenbaum dalam tulisannya . Ia mengalami hiperosmia atau meningkatnya kepekaan pada indra penciuman. Hiperosmia tidak berkaitan secara langsung dengan masalah psikologis atau syaraf, tapi merupakan reaksi terhadap berbagai jenis bau yang biasanya tidak bisa dihidu oleh kebanyakan orang. Wendy pernah satu lift dengan seorang wanita karier dengan aroma parfum menyengat. Tenggorokan Wendy seketika meregang. Walaupun berada jauh dari sang wanita karier, Wendy merasa seperti sedang menelan bulat-bulat aroma bunga. Kepala Wendy berdenyut, gelombang mual menyergapnya. Wendy juga pernah berada dalam sebuah acara pesta keluarga dan tiba-tiba seorang wanita—yang sepertinya menyemprotkan seisi botol parfumnya—duduk di sampingnya. Wendy meminta pelayan memintanya wanita itu pindah secara halus. Saat hal i...

Masa Depan Versi Ready Player One

Gambar
Edited by Me Apa gambaran masa depan menurutmu? Bagi dunia yang dibangun John Krasinski dalam film terbarunya berjudul "A Quiet Place", masa depan dipenuhi makhluk asing yang buta tapi peka suara, haus darah, dan mematikan. Dengan penggambaran dunia seperti itu, manusia yang masih hidup terpaksa harus selalu tenang dan tidak berisik dalam berkeseharian. Sekali saja botol minummu jatuh tak sengaja, nyawamu benar-benar terancam. "A Quiet Place" memaksa para penontonnya berpikir: Mungkinkah hidup dalam keterbatasan seperti itu? Dapatkah seseorang melakukan segala aktivitas tanpa mengeluarkan bunyi apa pun? Keberadaan monster yang terus membayangi juga menjadi masalah sendiri. Itu seperti seseorang yang takut kecoak diharuskan hidup di sebuah ruangan yang berisi beberapa ekor kecoak. Bisa dibayangkan betapa waswasnya ia? Betapa ia harus terus terjaga dan amat berhati-hati agar kecoak tidak mendekat padanya lebih-lebih terbang ke arahnya. Ketegangan, kehati-hat...

Beginilah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Gambar
Edited by Me "Mark Manson adalah seorang blogger kenamaan dengan lebih dari 2 juta pembaca." Siapa pun yang baru saja menyelesaikan "The Subtle Art of Not Giving A F*ck" (mari kita singkat jadi TSAoNGAF saja?) akan bertemu dengan kalimat itu pada bagian "Mengenai Pengarang" di akhir buku. Hal itu membuatku langsung mencari tahu blognya. Aku menemukan tampilan muka yang jernih dan simpel dengan mengedepankan personal branding yang kuat—dengan kalimat "Hi. I'm Mark." dan gambar ilustrasi wajahnya. Setelah kutelusuri, banyak artikel menarik seputar pengembangan diri yang ingin kubaca. Itu mengingatkanku pada situs web seperti Lifehack dan Thought Catalog yang kontennya hampir mirip. Bedanya, beberapa artikel di blog Mark dikhususkan bagi pengunjung yang berlangganan berbayar. Kupikir, wow, ini keren sekali! Mark membuat orang yang ingin membaca teori dan pemikiran-pemikirannya dengan mengharuskan "membayar"-nya. Aku jad...

Sistem Perkuliahan dalam Departure

Gambar
Edited by Me Saking lamanya menunda-nunda untuk menulis ulasan ini, yang tersisa dalam memoriku akan buku ini adalah latar kehidupan kampusnya. Sejak bab pertama, tokoh-tokoh yang ditampilkan adalah mahasiswa dan mahasiswi kampus di dataran Tiongkok sana. Kalau tidak di area kampus; ruang kelas, perpustakaan, lapangan olahraga, cerita berjalan di sekitar asrama mahasiswa dan mahasiswi. Hal itu sedikit banyak membuatku berpikir tentang bagaimana kuliahku dulu. Berbeda dari Gifty, Lei Han, dan teman-temannya yang hidupnya terkungkung di dalam kampus dengan segudang kegiatan, aku paling lama di kampus adalah setengah hari alias enam jam. Kampusku tidak menyediakan banyak pilihan unit kegiatan atau organisasi. Bilapun ada, tidak kuminati. Aku termasuk mereka yang ke kampus hanya untuk kuliah dan tatap muka dengan dosen. Yah, mungkin akan lebih lama bila ada tugas kelompok dan mengharuskanku mengerjakannya di area kampus—yang mana itu jarang. Maka dari itu, aku memiliki banyak...

Ulasan Buku: When Breath Becomes Air

Gambar
Judul :  When Breath Becomes Air Pengarang : Paul Kalanithi Penerbit: Bentang Pustaka Tahun : 2016 Dibaca : 5 Februari 2018 Rating : ★★★★ Perkenalan pertama dengan buku ini adalah saat bertemu dengan rekan kantor lama sekitar setahun yang lalu. Seperti biasa, pada setiap kesempatan bertemu, karena dia juga memang suka baca buku, aku bertanya buku apa yang sedang dia baca. Buku ini disebutnya. Saat itu aku tak tertarik, karena kupikir, aku tidak akan bertaruh untuk nonfiksi lebih-lebih sebuah memoar. Selain itu, masih banyak buku fiksi lain yang menanti untuk dilahap. Waktu bergulir dan aku masih tidak ingin membacanya sampai aku mengetahui bahwa buku ini ternyata sudah diterjemahkan ke versi bahasa Indonesia. Lalu, aku mulai membaca ulasan-ulasannya di Goodreads. Mengetahui jumlah halaman yang tidak tebal-tebal amat dan ulasan yang menjanjikan, aku kepincut dan segera mencari buku ini. Saat seorang rekan membawa satu kopi buku ini, aku seperti diingatkan untuk segera...

(Bukan) Cara Resign! yang Baik dan Benar

Gambar
Edited by Me Sebuah artikel menjelaskan bagaimana mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa menimbulkan permusuhan. Cara pertama yang dijabarkan adalah memastikan bahwa atasan atau bosmu tahu tentang informasi pengunduran diri tersebut. Jangan sampai kamu membeberkan keinginanmu kepada rekan kerja. Hal tersebut membuka peluang siapa pun tahu bahwa kamu akan melakukan resign . Cara berikutnya yang menarik perhatianku adalah berjaga-jaga bila tempat kerja barumu tidak nyaman dan kamu mungkin akan kembali ke tempat kerja sebelumnya. Memang tidak semua perusahaan akan bisa menerima karyawan yang sudah resign . Namun, bila kamu memiliki hubungan yang baik dengan tempat kerja lamamu, apa saja bisa terjadi termasuk kembali lagi ke kantor lama. Jadi, jangan menyumpahi lebih-lebih "meludahi" kantor lamamu. Kamu bisa membaca artikel lengkapnya di sini . Nah, mungkin info di atas berguna karena pada buku berjudul "Resign!" yang akan kuulas berikut tidak memberikan informa...

Kisah Masa Depan Illuminae + Blog Tour

Gambar
Edited by Me Pertanyaan pembuka: Siapa yang menghadiri Instagram Live #SpringDibajakPenulis bersama Jay Kristoff semalam? Beruntung karena Instagram memberikan periode waktu untuk menyimpan rekaman video di Instagram Story sehingga aku bisa menonton ulangannya (karena ada hal yang harus kulakukan, aku tidak bisa menontonnya secara langsung). Jay Kristoff adalah satu dari dua penulis seri Illuminae Files yang buku pertamanya baru saja diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Spring. Bertato, berbrewok, dan sedap dipandang; tiga deskripsi Jay saat melihatnya di layar. Kemarin pagi, aku menyelesaikan seri terbaru Netflix, "The End of the F***ing World" (tontonan yang bagus dan menyegarkan terutama bagi remaja). Tokoh gadisnya bernama Alyssa. Ia punya ayah kandung bernama Leslie. Nah, Jay mengingatkanku pada Leslie. Kurasa, sepintas, mereka mirip. Jadi, kalau kamu punya waktu sekitar 2 jam 50 menit, tontonlah seri itu. Namun, sebelum itu, coba sisihkan waktumu u...

Ulasan Buku: Rumah Tanpa Jendela + Giveaway

Gambar
Edited by Me Aku bertanya-tanya adakah rak novel islami di toko buku pada 20 tahun lalu? Pertanyaan yang tercetus usai membaca artikel hasil diskusi "Posisi Sastra Populer dalam Wacana Kesusastraan Indonesia". Pada artikel tersebut diterangkan bahwa fiksi populer islami baru hadir pada era 2000-an. Jauh sebelumnya, sastra populer era 60'-an banyak mengangkat tema seks dan pada kurun 70'-an sampai 90'-an tema percintaan remaja kota yang memarak. Beberapa hari lalu, ketika mengunjungi Toko Buku Togamas Affandi, aku melihat tidak hanya satu rak buku berlabel novel islami. Semakin mendekat, aku melihat satu deretan buku dengan sampul poster film yang mana menjelaskan secara gamblang bahwa buku-buku tersebut telah diangkat ke layar lebar. Semakin mendekat lagi, kesemuanya adalah buah karya Asma Nadia. Dari "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" sampai "Surga yang Tak Dirindukan". Desember lalu, aku meminta Cantini Cucum, panelis diskusi...