Postingan

Di Balik Tirai Aroma Karsa: Buku untuk Tiga Bidang Profesi

Gambar
Edited by Me Bila ditanya apakah Dee Lestari adalah salah satu pengarang favoritku, secara kilat kujawab iya. Namun, itu jawaban bersyarat. Berbeda dengan karya-karya fantasi Rick Riordan atau karya-karya-karya puisi Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes yang kubaca hampir semua sehingga aku bisa menobatkan mereka sebagai pengaang favorit, aku luluh dan menjadikan Dee Lestari sebagai pengarang favorit hanya dengan membaca “Aroma Karsa”. Awalnya, melihat buku setebal lebih dari 700 halaman itu sudah bikin ketakutan dan bertanya-tanya apakah aku bisa menyelesaikannya. Namun, malam pertama memegang kopinya, aku sudah menghabiskan setidaknya sepertiga bagian buku. Aku begitu terlena. Saking sukanya, aku—yang jarang membaca buku nonfiksi—memutuskan untuk membaca buku “Di Balik Tirai Aroma Karsa” yang berisi pengalaman Dee Lestari dalam meriset dan menciptakan kisah “Aroma Karsa” serta petuah-petuahnya sebagai penulis profesional selama 17 tahun.

Kim Ji-young, Born 1982: Menjadi Laki-Laki adalah Privilese

Gambar
Edited by Me Aku masih SMP. Kala itu, jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh. Aku harus berjalan kaki sekitar 5-10 menit untuk sampai di alun-alun kecamatan. Aku harus menunggu bus tanggung atau angkot yang kadang-kadang butuh 15 menit lalu menempuh waktu 15-20 menit untuk sampai di sekolah. Beberapa teman yang rumahnya berdekatan menggunakan sepeda motor ke dan dari sekolah tapi aku terlalu mandiri untuk berangkat dan pulang bersama mereka. Suatu hari—lupa apa penyebabnya—aku terpaksa harus pulang petang. Ponsel masih belum zaman. Aku tidak memberi tahu ibuku bahwa aku akan pulang terlambat. Aku ingat hari menjelang gelap. Azan magrib berkumandang. Beberapa puluh meter dari rumah, aku melihat ibu dan adikku berdiri di jalan depan rumah. Mereka menungguku. Saat sudah dekat, ibuku bilang bahwa ia mengkhawatirkanku. Aku yakin hari itulah pertama kalinya aku pulang hampir malam. Aku lahir dan besar dari keluarga yang mayoritas laki-laki—ayahku, aku, dan dua adikku. Ibuku satu-sa...

Joker, Kesehatan Mental, dan Bahaya yang Perlu Diantisipasi

Gambar
Edited by Me Beberapa waktu lalu, sebuah video anak-anak dikejar oleh semacam ondel-ondel viral di Twitter. Video berdurasi 14 detik itu memperlihatkan sosok hitam besar menggunakan topeng dan berpostur seperti ondel-ondel mengejar anak-anak di sebuah lapangan. Semakin lama, sosok itu hanya mengejar seorang anak perempuan yang berlari ketakutan menghidarinya. Mungkin orang yang menggerakkan sosok itu tahu dan sengaja memburu si anak perempuan. Anak perempuan itu bisa saja akan merasa trauma bila melihat sosok serupa saat dewasa nanti—seperti temanku yang akan menghindar dan memalingkan muka saat ada ondel-ondel lewat. Bahkan temanku itu sudah merasa waswas ketika musik pengiring ondel-ondel samar-samar terdengar olehnya. Pernah saat kami makan di sebuah kedai kaki lima, sesosok ondel-ondel datang dan entah dia tahu dari mana kalau temanku takut padanya, si ondel-ondel malah sengaja berlama-lama di dekat temanku. Aku tergelak sambil meminta si ondel-ondel itu enyah.  Ondel...

Ulasan Buku: Selamat Datang, Bulan dan Bahaya-Bahaya yang Indah

Gambar
Edited by Me Puisi-Puisi TR dan WJ "Dengan ini saya menyatakan akan selalu memuja puisi-puisi TR dan WJ." ujarku tahun lalu usai tuntaskan buku Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai tahun ini, keduanya muncul lagi alih-alih bersekutu, mereka punya satu-satu tiada lagi peraduan kata tiada lagi selang-seling rasa mulai lagi bagai awal jumpa punya WJ biru malam sanding yuwana ungu punya TR merah-oranye petang nan semu milik WJ perihal rasa melankolis dan melena milik TR tentang dilema kritis dan mengena bagai helai kain keduanya saling jalin yang satu berbahaya satu lagi penuh daya

Ulasan Buku: Pirgi dan Misota + Giveaway

Gambar
Judul :  Pirgi dan Misota Penulis: Yetti A.KA Penerbit: DIVA Press Tahun : 2019 Dibaca : 21 September 2019 Rating : ★ ★ ★ “Betapa terbiasa aku menghadapi hidup ini dengan memejamkan mata. Seolah dengan begitu masalahku selesai begitu saja. Padahal, tentu tidak. Kata Misota, kau boleh saja menggunakan cara itu. Setiap orang harus punya cara menyiasati kebuntuannya.” (hlm. 25) Seperti biasa, Indra duduk sendirian di sebuah bangku. Setidaknya seminggu dua kali bangku itu menjadi teman Indra selepas berlari mengelilingi taman yang kerap disinggahi untuk orang-orang yang berminat akan kebugaran mereka. Bangku itu sedikit tersembunyi, berada di balik pohon besar nan riPirgi dan Misota    Pirgi tahu ia jatuh cinta pada Nodee ketika dirinya diajak ke sebuah ruangan penuh buku-buku di sebuah rumah kecil di lingkungan padat penduduk—tempat yang menjadi saksi pergumulan perdana mereka. Dengan tidak menghiraukan jarak umur 25 tahun di antara mereka dan ibunya Pirgi...