![]() |
Sampul |
Judul : Matinya Burung-burung
Penyusun : Ronny Agustinus
Penerbit : Moka Media
Tahun : 2015
Dibaca : 10 Juni 2015
Rating : ★★★
Seperti yang tertulis di sampul, buku ini berisi kumpulan cerita sangat pendek dari Amerika Latin. Bila kalian lebih jeli, di atas aku menulis "penyusun" bukan "pengarang" seperti ulasan-ulasan sebelumnya. Ronny Agustinus adalah penyusun sekaligus penerjemah buku lebih dari 30 penulis ini.
Aku tertarik dengan buku ini karena cerpen yang ditaruh di awal: "Simulakra", diterjemahkan dari "Simulacros" karya Edmundo Paz Soldán asal Bolivia. Bercerita tentang seorang bocah pandai berbohong sedari kecil. Ia tetap melakukannya hingga hal yang sangat krusial terjadi dan ia tetap berbohong.
Penyusun benar-benar pandai dalam menyusun cerita-cerita pendek dalam buku ini. Awalan yang menggugah dengan cerpen "Simulakra" karya Edmundo Paz Soldán dan diakhiri cerpen "Bau Mayat" yang diterjemahkan dari "Del hedor de los cadáveres" karya Sergio Ramírez asal Nikaragua. Bau mayat-nya pasti akan terngiang-ngiang di benak pembaca seusai membaca.
Aku tertarik dengan buku ini karena cerpen yang ditaruh di awal: "Simulakra", diterjemahkan dari "Simulacros" karya Edmundo Paz Soldán asal Bolivia. Bercerita tentang seorang bocah pandai berbohong sedari kecil. Ia tetap melakukannya hingga hal yang sangat krusial terjadi dan ia tetap berbohong.
***
Penyusun benar-benar pandai dalam menyusun cerita-cerita pendek dalam buku ini. Awalan yang menggugah dengan cerpen "Simulakra" karya Edmundo Paz Soldán dan diakhiri cerpen "Bau Mayat" yang diterjemahkan dari "Del hedor de los cadáveres" karya Sergio Ramírez asal Nikaragua. Bau mayat-nya pasti akan terngiang-ngiang di benak pembaca seusai membaca.