14 Maret 2014

A Dash of Magic

Sampul
Judul : A Dash of Magic (The Bliss Bakery #2)
Pengarang : Kathryn Littlewood
Penerbit : Mizan Fantasi (Noura Books)
Tahun : 2013
Dibaca : 7 Maret 2014
Rating : ★★★★
Buku kedua! Cerita menjadi lebih kompleks dan lebih matang. Terlihat dari sikap Rose yang mulai berhati-hati dalam melangkah dan tidak menuruti kehendaknya sendiri. Sebenarnya, tidak cuma Rose saja, semua anggota keluarga Bliss jadi lebih memberi peran di buku ini.

Sebelumnya, aku pikir buku kedua ini akan lebih menarik, karena hampir semua novel berseri terutama fantasi, akan membuat cerita yang lebih seru di buku selanjutannya dengan plot dan kejadian-kejadian serta penokohan yang dikembangkan. Dari semua novel fantasi berseri yang telah kubaca, memang seperti itu. Yeah, pikiranku tak salah, novel ini pun salah satunya!

***

Cerita dimulai pada saat Rose dan ibunya, Purdy melihat Bahan Sihir Lily terpajang di supermarket di Calamity Falls. Yeah, beberapa bulan sebelumnya, Bibi Lily yang misterius itu telah mencuri (sebenarnya mengambil dengan ijin, tetapi waktu itu Rose sedang tersihir oleh Lily) Bliss Cookery Booke. Buku resep turun-temurun keluarga Bliss dari masa lalu yang sangat rentan bila dimiliki oleh seorang yang ambisius. Seperti Lily.

Polenta! Yumm...
Dan lihat! Lily sudah menjadi koki bintang terkenal di seluruh dunia, juga mempunyai brand “Bahan Sihir Lily” itu yang laku keras di pasaran. Bahan itu tentu saja mengandung sihir yang bila dipakai sebagai bahan tambahan dalam masakan akan membuat yang memakannya terpesona pada Lily. Kejam? Tidak terlalu! Ambisius? Tentu saja!

Hal itu membuat Rose berkecil hati dan bertekad untuk mengambil kembali Bliss Cookery Booke dari Bibinya. Dengan satu-satunya cara, Rose hanya punya sekali kesempatan untuk mendapatkan kembali buku resep sesepuhnya. Bersama Ty, sang kakak nan rupawan, Rose mencoba memenuhi tantangan itu: kompetisi masak internasional di Paris.

Tantangan tersebut membuat Rose gentar? Tentu saja! Dia masih seumur jagung dalam pengalamannya di bidang memasak. Rose selalu mengeluh dengan tantangan itu. Tetapi anggota keluarga yang lain, ayah dan ibunya, serta saudara-saudara kandungnya sangat mendukung Rose.

Sebenarnya aku tidak suka dengan sikap Rose yang seperti itu; terlalu cepat menyerah. Aku akan memberi tiga bintang bila tidak ada hal menarik lainnya yang menutupi semua itu. Ternyata ada! Lokasi tempat-tempat mengagumkan di Paris menjadi daya pikat tersendiri.

Louvre
Sudah pernah mendengar Menara Eiffel? Pasti sudah! Bagaimana dengan Sungai Seine? Sepertinya samar-samar telah mendengarnya. Kalau Notre Dame dan Museum Louvre? Aku yakin baru beberapa dari kalian yang mengetahuinya. Aku juga belum tahu. Dalam buku ini, semua informasi tentang tempat-tempat ikonik tersebut dijelaskan dengan gaya berbeda. Sangat manis dan penuh kekonyolan khas kakak-beradik Bliss. Hal itu membuat pembaca bisa mendapat pengetahuan lebih banyak dengan santai dan: tawa.

ITU YANG AKU SUKA DARI BUKU! MENAMBAH WAWASAN!

Novel ini mengajarkan tentang pantang menyerah; bagaimana Rose harus tetap menghadapi tantangan itu untuk menebus kesalahan (menurut Rose) yang pernah dilakukannya. Juga tentang saling mencintai, terutama dalam keluarga; karena cinta pertama berasal dari keluarga. Sungguh novel yang menceritakan hal-hal menarik dan seru dengan pesan tersirat yang sangat mendidik! Aku beri empat!

“Dan, kau tahu? Semua akan berubah menjadi istimewa dengan caranya sendiri saat kau membutuhkannya.” —Balthazar (hal. 257)

Siapa itu Balthazar?

Buku pertama: Bliss (The Bliss Bakery #1)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top