Postingan

Ulasan Buku: AndaiKita + Giveaway

Gambar
Edited by Me Seorang penulis yang didiagnosis mengidap skizofrenia, Pamela Spiro Wagner, sempat menulis puisi berjudul How to Read a Poem: Beginner’s Manual . Puisi yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Hasan Aspahani itu menyiratkan bahwa membaca puisi tidak perlu keahlian khusus. Bagai membaca jenis bacaan lain, membaca puisi ya hanya membaca saja tanpa perlu risau bingung atas apa maksud penyair dalam puisinya atau bagaimana menginterpretasikan puisi-puisi tersebut. Wagner juga menulis: Jangan anggap makna bersembunyi menghindarimu: / Makna puisi terbaik ada dalam apa yang terkatakan padanya . Tidak lagi menyiratkan apa yang harus dilakukan, ia benar-benar menyuratkan secara gamblang untuk membaca saja. Di akhir sajaknya, Wagner mengingatkan: Bila kau bisa menyebut lima nama penyair / tidak termasuk Bob Dylan, / dan bahkan kau melebihi jumlah itu / tanpa kau menyadarinya, / maka berhentilah membaca manual ini . Kamu bisa membaca puisi lengkapnya di sini ....

Ulasan Buku: Lady Susan

Gambar
Judul :  Lady Susan Pengarang : Jane Austen Penerbit: Qanita Tahun : 2016 Dibaca : 14 Juni 2017 Rating : ★★★ "Aku hendak memintamu, Alicia sayang, untuk memberiku selamat: aku kembali menjadi diriku sendiri, ceria dan berjaya!" (hal. 87) Pada pos sebelumnya , aku bertekad mengejar ketertinggalanku dalam mengulas buku-buku yang kubaca sejak Juni lalu. Dan, tahukah kamu bahwa hal ini sungguh jadi beban berat? Aku tetap membaca buku-buku namun keinginan untuk mengulas masih stagnan alias tidak ada kemajuan. Hal itu mengakibatkan tumpukan buku-buku-yang-sudah-dibaca-tetapi-harus-diulas semakin meninggi. Aku coba mencari-cari penyebab atas kemunduranku yang satu ini. Yang paling bisa diterka adalah waktu kerjaku yang terlalu fleksibel tapi kurang disiplin. Selain itu, juga karena kerjaanku sekarang menuntut harus dilakukan tanpa cela sehingga memerlukan fokus tinggi. Apalagi pekerjaannya adalah menulis. Serasa semua konsentrasiku harus tertuju pada pekerjaanku saj...

Ulasan Buku: The Five People You Meet in Heaven

Gambar
Judul :  Meniti Bianglala Judul Asli : The Five People You Meet in Heaven Pengarang : Mitch Albom Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2014 Dibaca : 11 Juni 2017 Rating : ★★★★ "Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kaukenal." (hal. 54) Sadarkah kenapa aku baru menayangkan ulasan buku yang sudah dibaca hampir dua bulan lalu? Entah apa atau siapa yang merasuki, aku sendiri pun tidak tahu sampai aku menyadarinya. Aku terjangkit  blogging slump ! Kemerosotanku untuk menulis ulasan buku di blog kali ini sepertinya sudah mengkhawatirkan. Pada April lalu, semuanya masih baik-baik saja. Mei pun sama. Masih dalam batas wajar pos bulanan. Namun, gejala-gejalanya sudah mulai terlihat pada bulan berikutnya yang mana blog ini kuperbarui dengan empat pos saja. Semuanya semakin menjadi pada bulan Juni. Aku hanya menulis satu pos saja! Aku sedikit kecewa pada diriku, dan bertanya-tanya kenapa aku bisa terjangkit penyakit yang amat ditakuti setiap  blogg...

Blog Tour: Erstwhile + Giveaway

Gambar
Judul :  Erstwhile: Persekutuan Sang Waktu Pengarang : Rio Haminoto Penerbit: Koloni ( imprint M&C!) Tahun : 2017 Bicara soal artefak, aku teringat sebuah obrolan dengan rekan kerja yang amat suka sejarah. Ia sedang menggandrungi majalah dan koran zaman dahulu. Katanya, ia membeli dari salah satu pelapak daring yang ada di media sosial. Katanya, harga untuk satu koran lawas sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Nilai yang fantastis untuk lembaran yang maksimal hanya empat halaman saja. Ia pun bercerita bagaimana alur barang-barang lama itu sampai ke tangannya. Sebagian besar berasal dari kantor arsip daerah yang sudah mendigitalisasikan majalah dan koran sehingga mereka tidak memerlukan bentuk fisiknya lagi. Ada oknum pengepul yang mengumpulkan barang-barang itu dan dijual dengan harga murah. Kemudian, ada para pedagang yang membeli dan menjualnya kembali dengan nilai yang lumayan merogoh kocek. Hal ini terlihat ironis namun memang begitu realitasnya. Aku memb...

Ulasan Buku: Three Sisters

Gambar
Judul :  Three Sisters Pengarang : Seplia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2017 Dibaca : 26 Mei 2017 Rating : ★★★★ Dalam vlog yang diunggahnya pada Oktober dua tahun lalu, Connor Franta membagikan pendapatnya tentang pertanyaan paling penting yang harus kamu tanyakan pada diri sendiri. Ada tiga pertanyaan yang harus ditelisik ketika kamu akan melakukan sesuatu: apa, bagaimana, dan mengapa. Connor mencobanya dengan pertanyaannya sendiri; apa video yang akan dibuat, bagaimana cara membuatnya, dan kenapa dia membuatnya. Pertanyaan terakhirlah yang amat penting sehingga menimbulkan berbagai macam pemikiran yang tidak bisa dijawab secara langsung dan cepat. Pertanyaan-pertanyaan "Mengapa kamu melakukan apa yang kamu lakukan?", "Mengapa kamu percaya apa yang kamu percayai?", dan "Mengapa kamu menganggap suatu hal benar atau salah?" menjadi contoh-contoh yang diajukan Connor dan membuktikan betapa menjawabnya butuh waktu tidak sebentar. Bila ...