Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Ulasan Buku: Show Your Work!

Gambar
Judul :  Show Your Work! Pengarang : Austin Kleon Penerbit : Noura Books Tahun : 2014 Dibaca : 25 November 2016 Rating : ★★★★ Progres yang kubuat pada tahun ini adalah membaca buku nonfiksi. Tahun lalu, aku ingat betapa tidak tertarik dan merasa alergi dengan buku-buku motivasi, pengembangan diri, apalagi yang berbau-bau tekstual. Rasa bosanlah yang menjadi kekhawatiran utama dalam mencoba genre nonfiksi. Banyaknya fakta, teori, dan petuah, tidak diimbangi dengan narasi yang mengimaji masih belum bisa kuhadapi. Untungnya, aku banyak mendapat info tentang buku nonfiksi yang lumayan keren. Selain bisa menyelesaikannya, tentu aku juga mendapatkan intisari buku melalui sudut pandangku. Satu hal yang menarik adalah betapa nonfiksi memberikan pandangan yang subjektif dari sisi penulis lebih-lebih pembaca yang membaca karyanya. *** Aku sungguh terkesan dengan cara penyampaian Austin Kleon dalam karyanya. Setelah "Steal Like An Artist" , aku merasa harus membaca kar...

Ulasan Buku: Catatan Najwa

Gambar
Judul :  Catatan Najwa Pengarang : Najwa Shihab Penerbit : Literati ( imprint Lentera Hati) Tahun : 2016 Dibaca : 25 November 2016 (via SCOOP ) Rating : ★★★ Beberapa waktu lalu "Mata Najwa" menghadirkan salah satu calon gubernur DKI Jakarta sebagai bintang tamu. Pada acara yang menspesialkan sang cagub itu Najwa Shihab telah memberikan pertanyaan-pertanyaan tegas dan menjurus bahkan sejak menit-menit pertama. Dari situ saja sangat terlihat kepiawaian Najwa sebagai jurnalis yang bertanya secara lugas menerabas para lawan bicaranya. "Mata Najwa" yang tak terlepas dari ikon Najwa Shihab bagai oase di tengah gurun acara televisi yang (kebanyakan) tak berisi. Seperti kata Jokpin, "Mata Najwa" membantu mata kita melihat dengan jernih perkara-perkara pelik di balik hiruk-pikuk politik, membedakan mana yang palsu mana yang asli, mana yang semu mana yang sejati. Kekhasan dari "Mata Najwa" adalah—mari kita sebut—kata-kata mutiara yang tak p...

Para Penyedia Layanan Book Subscription Box di Indonesia (Book Subscription Box - Part II)

Gambar
Edited by Me Melanjutkan bahasan tentang book subscription box atau kotak langganan buku, langsung saja kita cari tahu tentang para penyedia layanan kotak langganan buku yang ada di Indonesia. Pada artikel sebelumnya, aku mewawancarai empat penyedia layanan, kini aku tambahkan satu lagi penyedia layanan kotak langganan buku yang banyak teman-teman bilang bahwa ini yang pertama di Indonesia yaitu Peti Buku. Berikut penuturan para penyedia layanan tentang profil lengkap dan keunggulan dari masing-masing kotak langganan buku. Dengan pos ini, aku harap kamu bisa lebih mudah memutuskan kotak langganan buku asal Indonesia mana yang cocok dengan selera kamu.

Ulasan Buku: Gabriel Finley and the Raven's Riddle

Gambar
Judul :  Gabriel Finley and the Raven's Riddle Pengarang : George Hagen Penerbit : Tiga Serangkai Tahun : 2016 Dibaca : 20 November 2016 Rating : ★★★ "Gabriel, andai kau anak lain, akan kuminta kaulupakan ini. Tinggal di rumah, nikmati masa kanak-kanakmu. Tapi kau lain. Bicara dengan raven, terbang dengan mereka, lalu menguak rahasia kalung yang menjadi misteri seribu tahun—yah, entah apa yang mesti kukatakan, selain kau memang seperti ayahmu, dan kalau ada yang dapat menolongnya, pasti kau. Tapi tolong berhati-hatilah."  (hal. 258) Kata yang sering muncul pada buku ini adalah sebuah benda bernama torc . Benda yang cukup asing dan aku penasaran benda macam apa itu, apakah sebuah mahkota, kalung, atau cincin—aku yakin itu perhiasan. Yang pasti bukan tongkat karena benda itulah yang menyangga si torc ini, namun yang pasti torc benda kuno. Dan setelah cari tahu, aku menemukan torc adalah perhiasan kuno berbentuk cincin namun dipakai di leher, bisa juga dise...

Seri #YaTuhan, Ketika Doa Tak Lagi Khusyuk

Gambar
Apa makna doa bagimu? Sebagian orang menganggap doa sebagai keharusan untuk dipanjatkan agar selamat di sepanjang hidupnya dan kehidupan setelah kematian. Sebagian yang lain menganggap berharap sesuatu yang baik di masa depan adalah sebuah doa. Arti doa memang begitu universal. Terutama bagi yang beragama, doa masih semacam perlakuan sakral agar manusia merasa hidup. Permohonan, harapan, pujian, terhadap apa pun menjadi pengingat bahwa yang memanjatkannya masih mengaku berpijak di atas tanah. Dan tentu saja, doa harus dipanjatkan dengan sungguh-sungguh agar terkabul. Tapi apa jadinya jika doa itu terasa tak lagi khusyuk? Apakah akan meluruhkan kesakralannya? *** Serumpun buku serial bertajuk #YaTuhan diterbitkan untuk menjawab pertanyaan di atas. Adalah Adityayoga dan Zinnia yang berani mengusung tema doa dalam karya borongan yang mereka terbitkan awal November ini. Lima buku serupa konsep ini memiliki perbedaan topik yang jarang dimunculkan tetapi begitu melekat dalam masyarak...

Tentang Book Subscription Box yang Sedang Naik Daun di Indonesia (Book Subscription Box - Part I)

Gambar
Edited  by Me Istilah book subscription box mungkin masih terdengar awam bagi kalangan pembaca di Indonesia. Bisa dibilang kotak langganan bulanan berisi buku ini baru naik daun sejak 2016 ini. Bermula dari banyaknya postingan artikel teman-teman di blog dan media sosial, aku penasaran dengan fenomena yang satu ini. Nah, karena kita orang Indonesia, bagaimana kalau kita ubah istilah book subscription box menjadi kotak langganan buku? Setuju? Setuju sajalah ya, biar cepat. Awalnya, aku ingin menuliskan tentang pengetahuanku yang terbatas tentang kotak langganan semacam ini. Namun supaya lebih valid, aku mencoba menghubungi beberapa layanan kotak langganan buku yang sudah beroperasi di Indonesia. Setelah bertanya-tanya kepada beberapa teman di grup dan berselancar sendiri, akhirnya aku menemukan empat layanan kotak langganan buku yang berdomisili di Indonesia. Aku mengontak mereka dan masing-masing merespons positif permintaan untuk menjawab beberapa pertanyaan dariku. ...

Ulasan Buku: Hikikomori-chan

Gambar
Judul :  Hikikomori-chan Pengarang : Ghyna Amanda Penerbit : Ice Cube Tahun : 2015 Dibaca : 12 November 2016 Rating : ★★★ "Aku tadinya hampir bangkit untuk mencari tahu keberadaan pria asing itu, tapi aku mengurungkannya dan merebahkan tubuhku kembali."  (hal. 44) Hari Ayah di Indonesia bermula ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikannya pada 12 November 2006 lalu di Solo. Uniknya, Hari Ayah digagas oleh sekumpulan wanita yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Saat itu PPIP menggelar deklarasi Hari Bapak Nasional di Pendapa Gede Balai Kota Solo yang dihadiri ratusan orang dari berbagai kelompok masyarakat. PPIP dikenal sebagai komunitas komunikasi lintas agama. Deklarasi serupa juga digelar oleh anggota PPIP lainnya di Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak saat itulah, 12 November ditetapkan sebagai Hari Ayah di Indonesia. *** Raisa sudah ditinggal ibunya sejak empat tahun lalu. Sejak saat itu, ia mengurung diri di...

Genius: Kisah 'Bromance' Penulis dan Editornya

Gambar
Edited by Me Sejujurnya aku harus menghitung banyak kancing dari baju yang kumiliki tentang haruskah aku menuliskan ulasan "Genius" atau tidak. Ini tentu beralasan. Aku tidak pernah sekalipun menulis ulasan film. Aku tidak tahu variabel-variabel yang harus diulas, tidak mengerti batasan sejauh mana aku harus menceritakan kisah di dalamnya, juga yang terpenting apakah nantinya aku malah membuat semacam *spoiler* yang sebagian besar orang membencinya. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sepertinya membuat karakter terlalu-banyak-berpikirku bekerja dengan baik. Tapi toh film adalah bentuk lain dari sebuah 'cerita' yang pastinya memiliki poin-poin untuk diulas. *** Hari yang basah pada 1929 di New York, Maxwell 'Max' Perkins (diperankan oleh Colin Firth) dimohon untuk memeriksa sebuah naskah dari Aline Bernstein (diperankan oleh Nicole Kidman) yang adalah seorang desainer panggung. Lucunya, itu bukan naskah yang ditulisnya, naskah tersebut adalah mili...

Mengenal Asal-Usul Kambing Hitam pada Abad Pertengahan

Gambar
Edited by Me "Ain't I already been whipped twice today? Gaw! What's the prince done now?" (hal. 2) Seorang anak ditakdirkan menjadi penerima hukuman bagi seorang pangeran cilik yang begitu bandel. Ia biasanya berasal dari kalangan bawah dan ditarik ke istana karena diiming-imingi hidup yang layak. Jika sang pangeran nakal, tidak patuh, tidak hormat, maka si anak deraan inilah yang harus menerima hukumannya. Di hadapan sang raja, sang pangeran yang bandel mendapatkan hukuman melalui si anak deraan, biasanya berbentuk cambuk. Alasannya sudah jelas, agar sang pangeran merasa bersalah setelah melihat si anak deraan kesakitan atas perlakuan yang sebenarnya dilakukan oleh sang pangeran itu sendiri. Pihak kerajaan tidak merasa itu hal yang salah, toh si anak deraan mendapatkan hidup yang layak di dalam istana dan itu adalah sebuah pekerjaan yang lumrah kala itu. *** Itulah yang dialami Jemmy 'The Whipping Boy' setelah diambil ke istana setelah beber...

Ulasan Buku: UnWholly

Gambar
Judul :  UnWholly  (Unwind #2) Pengarang : Neal Shusterman Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2016 Dibaca : 29 Oktober 2016 Rating : ★★★★★ "Nikmati pengalaman berada di luar dirimu: Sambutlah keadaan terpisah-pisah." (hal. 122) Para remaja dihadapkan kondisi suatu negara di mana mereka menjadi musuh sosial dan tidak diinginkan. Mereka yang penuh nafsu dan rasa ingin tahu, sulit diatur, nakal, tidak hormat terhadap orang tua, dan segudang masalah remaja lainnya menjadi alasan hal itu terjadi. Pemerintah memperbolehkan para orang tua yang memiliki anak seusia remaja di bawah 16 tahun untuk menyerahkan mereka untuk dipisahkan raganya. Hal itu baik karena daripada mereka merasa gagal sebagai orang tua untuk mendidik anak mereka, toh anak mereka yang begitu tidak bisa diatur ini bisa menjadi semacam penebusan dosa karena tubuh mereka nantinya akan lebih berguna bagi orang lain. Potongan tangan mereka bisa digunakan pelukis untuk membuat karya. Jantung merek...