16 Agustus 2015

Ari and Dante Discover the Secrets of the Universe

Penerbit : Simon & Schuster
Tahun : 2012
Dibaca : 12 Agustus 2015
Rating : ★★★★★

"One of the secrets of the universe was that our instincts were sometimes stronger than our minds."

Entah siapa yang menyuruhku membaca buku ini. Entah bagaimana buku yang tebalnya lebih dari 200 halaman ini kubaca hingga selesai. Dan jangan lupakan aku membacanya dalam bahasa Inggris. Yah, walaupun memang butuh lebih dari sebulan. Tapi itu berarti aku memiliki kemajuan membaca buku berbahasa Inggris.

***

Ari memang aneh. Ari selalu berpikir bahwa dirinya bisa melakukan segala sesuatunya sendiri dan tanpa perlu teman. Hingga liburan musim panas tiba dan dia memutuskan untuk berenang di kolam renang dekat rumahnya. Anehnya, Ari sebenarnya tidak bisa berenang. Dan dia tidak berenang hingga seseorang datang kepadanya.

Tiba-tiba dia datang. Tiba-tiba dia mengobrol dengan Ari. Tiba-tiba dia mengajari Ari berenang. Dia memang jago berenang. Tiba-tiba mereka berbicara banyak hal dan tertawa akan banyak hal pula. Dan tiba-tiba mereka menjadi teman. Dan tiba-tiba mereka menguak rahasia-rahasia dunia.

***

Sebenarnya, aku masih tidak percaya bisa menyelesaikan buku ini. Aku hanya terpikat dengan Ari dan Dante yang begitu indah bercerita. Walaupun keseluruhan cerita hanya dari sudut pandang Ari, aku masih bisa merasakan bagaimana Dante bercerita. Kadarnya pas. Bahkan aku masih terngiang ketika pertama kali mereka bertemu.

Oke. Yang membuatku memberikan nilai sempurna dengan buku ini adalah bagaimana penulis bisa membawa aku sebagai pembaca berpikir tentang keinginan terpendam, serta perasaan-perasaan yang terabaikan. Serius. Aku diajarkan untuk melepaskan semuanya secara benar. Bagaimana keinginan-keinginan itu diwujudkan. Bagaimana perasaan-perasaan itu dikeluarkan. Yah, walaupun kisah romens yang tidak biasa juga menambah keterpukauanku.

Ari and Dante Fanart
Ada satu adegan ketika Ari dan Dante sedang berada di rumah sakit. Dante sedang sekarat karena habis dikeroyok. Dan Ari ada di sana menemani Dante. Dan mereka hanya diam; tidak mengeluarkan suara apa pun. Itu juga ditambah Dante yang masih setengah sadar. Adegan ini memberikan keindahan tersendiri—terutama untukku. Betapa diam itu indah.

Buku ini indah. Itu saja. Dan aku masih dalam misi membeli buku fisiknya yang amat susah dicari.

"I didn't know that I was going to do the things I did. It wasn't like I was really thinking. Sometimes, you do things and you do them not because you're thinking but because you're feeling. Because you're feeling too much. And you can't always control the things you do when you're feeling too much..."

Ulasan ini untuk tantangan Young Adult Reading Challenge 2015.

Masuk dalam Buku Paling Raafi Kenang pada 2015.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top