04 Juli 2015

Charlie and the Great Glass Elevator

Sampul
Judul : Charlie dan Elevator Kaca Luar Biasa
Judul Asli : Charlie and the Great Glass Elevator (Charlie Bucket, #2)
Pengarang : Roald Dahl
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 2 Juli 2015
Rating : ★★★★

"Kaulihat tombol hijau ini. Aku harus memencetnya pada saat yang sangat tepat. Kalau aku terlambat setengah detik saja, kita akan terbang terlalu tinggi!" (hal.16)

Juli tiba! Aku memulainya dengan buku ini; buku ke sekian karya Roald Dahl yang kubaca. Aku masih kagum bagaimana penulis memiliki banyak hal untuk ditulis menjadi karya-karya yang menduniayang diterima dunia. Apalagi kesemuanya berhubungan dengan anak-anak, bukan hal mudah menulis untuk anak-anak, karena kau harus tahu slahnya agar mereka tertarik membaca karya-karyamu.

***

Masih ingat ketika Charlie menjemput seluruh keluarga di rumahnya? Kini, Charlie, Grandpa Joe, ibu dan bapaknya, kakek dan neneknya yang lain, serta Mr. Wonka sedang berada di dalam elevator kaca luar biasa. Mereka menuju luar angkasa. Ya, luar angkasa! Sebenarnya hal itu tidak disengaja karena mereka memencet tombol terlalu lama sehingga mereka sampai di luar angkasa.

Mereka menemukan Hotel Angkasa "AS" yang merupakan keajaiban abad ruang angkasa. Mereka bertemu Kapsul Transpor yang sedang melakukan perjalanan menuju Hotel Angkasa "AS" itu. Selain itu, mereka juga bertemu makhluk aneh yang Mr. Wongka menyebutnya Para Knid Pengacau yang benar-benar mengacau. Hampir saja mereka dilahap para knid yang raganya berubah-ubah bentuk. Apakah mereka bisa kembali ke bumi?

***

Kalau aku lupa dan belum sempat menyatakan ini, inilah waktunya: Aku berterima kasih kepada Quentin Blake, ilustrator yang setia menemani karya-karya Roald Dahl. Menurut Google, Blake adalah kartunis, ilustrator, dan penulis buku anak-anak. Tanpanya, narasi Dahl yang "terlalu fantasi" bagi anak-anak mungkin tidak bisa tergambarkan dengan jelas dalam benak mereka.


The Illustration
Dan seperti yang kusebutkan di atas, aku selalu kagum dengan karya-karya Dahl yang pelajaran perilaku dan moralnya sangat tertulis jelas. Seperti pada buku ini, ketika kakek dan nenek Charlie menginginkan usia lebih muda. Setelah mendapatkan apa yang mereka inginkan, mereka bertengkar siapa yang berhak mendapatkannya lebih banyak—lebih dulu.

"Memang ini kenyataan menyedihkan, batinnya, hampir semua orang di dunia selalu bersikap buruk kalau ada sesuatu sangat penting yang dipertaruhkan. Yang paling sering mereka pertengkarkan biasanya uang." (hal. 138)

Terlepas dari kata-kata seperti 'ia sinting seperti kepiting (hal. 13)' dan 'kau sudah tidak waras (hal. 13)' yang sedikit merisaukan, aku lebih banyak terkesima dengan kisah fantasi khas penulis yang tidak masuk akal bagi para dewasa, tetapi menyenangkan bagi anak-anak. Yah, semuanya untuk anak-anak. Penulis menulis untuk anak-anak kan?

"Aku bisa melihat pabrik ini akan berada di tangan yang baik ketika aku mengundurkan diri. Kau belajar dengan sangat cepat. Aku senang sekali telah memilihmu, anakku sayang, senang sekali. Nah sekarang, apa keputusannya?" (hal. 185)

Buku pertama: Charlie dan Pabrik Cokelat Ajaib

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top