Postingan

Cerita dari Gurun: Setelah 50 Jam Jadi Sukarelawan

Gambar
Edited by Me Hari Sabtu kemarin, jam sukarelawanku menembus angka 50. Sebuah pencapaian bagiku karena: (1) aku mendedikasikan jam-jam tersebut untuk—kalau kata KBBI—melakukan kerja sukarela tanpa paksaan, dan (2) aku tidak pernah berpikir untuk melakukan hal itu. Kesibukan sebagai “pekerja teks komersial” dan prestise sebagai manusia milenial ibukota tidak sedikit pun mencetuskan diri ini untuk kerja sukarela. Aku terlalu berkutat pada kebahagiaan pribadi. Kehidupan di Amerika Serikat benar-benar mengubahku. Kerja sukarela populer di Amerika Serikat. Saat bertanya ke seorang instruktur kampus tentang bagaimana orang Amerika Serikat melihat kerja sukarela, dia menjawab itu tergantung. Beberapa orang mungkin begitu individualistis dan apatis sehingga tidak pernah melakukan hal itu. Namun, sebagian besar orang Amerika Serikat sangat suka kerja sukarela sehingga bisa menjadi gaya hidup. Ada kepuasan batin yang muncul seusai meluangkan waktu untuk membantu. Saat kerja sukarela k...

I Really Didn't Think This Through: Self-Esteem dan Self-Love

Gambar
Judul :  I Really Didn't Think This Through Pengarang : Beth Evans Penerbit: HarperCollins Tahun : 2018 Dibaca : 23 September 2018 Rating : ★★★★ Ketika Beth yang baru masuk sekolah menengah atas amat butuh pertolongan untuk menangani tantangan dan kesedihan yang sudah tidak bisa ditampungnya lagi, percakapan dengan admin wanita dari kantor konselor sekolah berikut terjadi. "Aku pikir aku butuh bantuan," ujar Beth. "Bantuan apa?" tanya wanita itu. "Yah, aku sedih sepanjang waktu. Aku sedih dan benar-benar kesal," jawab Beth. "Oh. Kami tidak melakukannya di sini. Kami melakukan konsultasi akademik, membantu kau memilih kelas dan merancang jadwal. Jika kau punya masalah emosional, kau harus bicara dengan orang tuamu," tandas admin wanita itu. Peristiwa tersebut benar-benar terjadi. Setidaknya begitu yang Beth ceritakan pada buku "I Really Didn't Think This Through" karyanya sendiri. Buku yang baru diterbitkan Mei ...

Tentang Aku dan Buku + Giveaway

Gambar
Foto: Dokumen Pribadi Setiap kali pulang ke kampung halaman, sebisa mungkin aku sempatkan melakukan ini—sesuatu yang kemudian aku sebut ritual: mengeluarkan semua koleksi buku-bukuku dari tempat penyimpanan, menilik satu per satu, lalu menekuk-nekuk ringan mereka. Bisa dibilang, merekalah hartaku yang berharga. Aku menganggap mereka seperti hewan peliharaan—yang untungnya tidak menimbulkan suara, tidak rewel, dan tidak membuang kotoran. Mereka hanya butuh "bernapas" sesekali dan peregangan agar otot-otot kertas mereka tidak kaku. Sayangnya, aku terlalu malas untuk menyimpan mereka di tempat layak dan hal inilah yang membuatku harus melakukan ritual. Mereka ditempatkan di bagian bawah lemari pakaian milik almarhum kakek. Aku berniat untuk membeli boks kontainer untuk mereka tetapi waktu selalu tidak mengabulkan. Terlepas dari itu, ada keasyikan tersendiri kala membongkar kembali tas-tas keresek berisi mereka. Dengan ritual ini, aku bisa bernostalgia tentang isi buku d...

Ulasan Buku: Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai

Gambar
Judul :  Cara-Cara Tidak Kreatif untuk Mencintai Pengarang : Theoresia Rumthe & Weslly Johannes Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2018 Dibaca : 1 Mei 2018 Rating : ★★★★★ Beberapa hari lalu adik laki-lakiku yang pertama ulang tahun. Ia menginjak usia 21 tahun dan sedang menjalani sebuah hubungan serius dengan sang pacar. Malam hari sepulang kerja, sang pacar datang membawa sebuah kado. Isinya? Sebuah baju koko dan perintilan lain. Sudah barang tentu, adikku merasa senang. Aku kemudian bertanya-tanya apakah ia kecewa karena hadiah yang diterimakan hanya sebuah baju koko. Walaupun tidak banyak, ia sudah punya beberapa yang membuatnya bisa bergonta-ganti mengenakannya kala ke masjid. Dan orang tua kami pun kerap membelikannya kala lebaran. Lebih-lebih, kami sekeluarga tidak pernah merayakan ulang tahun dan saling membelikan kado. Terlepas dari siapa si pemberi, apakah hadiah itu spesial? Apakah adikku berharap sang pacar memberikan hadiah lain? Lebih-lebih, a...

Menghidu Aroma Karsa

Gambar
Edited by Me "Bagi saya, parfum bagaikan asap rokok. Semakin orang tak peka menyemprotkan minyak wangi banyak-banyak, semakin jengkel orang-orang seperti saya," ujar Wendy Helfenbaum dalam tulisannya . Ia mengalami hiperosmia atau meningkatnya kepekaan pada indra penciuman. Hiperosmia tidak berkaitan secara langsung dengan masalah psikologis atau syaraf, tapi merupakan reaksi terhadap berbagai jenis bau yang biasanya tidak bisa dihidu oleh kebanyakan orang. Wendy pernah satu lift dengan seorang wanita karier dengan aroma parfum menyengat. Tenggorokan Wendy seketika meregang. Walaupun berada jauh dari sang wanita karier, Wendy merasa seperti sedang menelan bulat-bulat aroma bunga. Kepala Wendy berdenyut, gelombang mual menyergapnya. Wendy juga pernah berada dalam sebuah acara pesta keluarga dan tiba-tiba seorang wanita—yang sepertinya menyemprotkan seisi botol parfumnya—duduk di sampingnya. Wendy meminta pelayan memintanya wanita itu pindah secara halus. Saat hal i...