Postingan

Menampilkan postingan dengan label grasindo

Beginilah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

Gambar
Edited by Me "Mark Manson adalah seorang blogger kenamaan dengan lebih dari 2 juta pembaca." Siapa pun yang baru saja menyelesaikan "The Subtle Art of Not Giving A F*ck" (mari kita singkat jadi TSAoNGAF saja?) akan bertemu dengan kalimat itu pada bagian "Mengenai Pengarang" di akhir buku. Hal itu membuatku langsung mencari tahu blognya. Aku menemukan tampilan muka yang jernih dan simpel dengan mengedepankan personal branding yang kuat—dengan kalimat "Hi. I'm Mark." dan gambar ilustrasi wajahnya. Setelah kutelusuri, banyak artikel menarik seputar pengembangan diri yang ingin kubaca. Itu mengingatkanku pada situs web seperti Lifehack dan Thought Catalog yang kontennya hampir mirip. Bedanya, beberapa artikel di blog Mark dikhususkan bagi pengunjung yang berlangganan berbayar. Kupikir, wow, ini keren sekali! Mark membuat orang yang ingin membaca teori dan pemikiran-pemikirannya dengan mengharuskan "membayar"-nya. Aku jad...

Ketakutan yang Tersaji dalam Semua Ikan di Langit

Gambar
Edited by Me "Menyayangi itu adalah kegiatan yang menakutkan." (hal. 64) Ada tiga cara mendapatkan manisnya iman yang disampaikan khatib saat khutbah Jumat kemarin. Salah satu caranya adalah dengan merasa takut kepada Tuhan. Hal ini penting karena bagaimana seseorang bisa beriman bila berani hengkang dari apa yang dipercayainya. Menurut Alquran dan Hadis, takut merupakan sifat orang yang bertaqwa dan menjadi bukti iman kepada Tuhan. Dalam perkara rasa takut ini, khatib mengingatkan kembali tentang memperhitungkan akibat dari apa yang sudah dan akan dikerjakan. Kalau membawa pahala, maka lakukan. Kalau membawa dosa, maka tinggalkan. Ketakutan memang menakutkan. Mereka benar-benar bisa jadi penghalang seseorang untuk maju atau setidaknya menikmati hidup. Dengan berpikiran pada ketakutan-ketakutannya, seseorang tidak bisa tidur. Seorang lainnya terlalu menanggapi ketakutannya sehingga tidak pernah beranjak untuk melakukan hal lain. Ada pula orang yang coba membua...

Ulasan Buku: Jogja Jelang Senja

Gambar
Judul :  Jogja Jelang Senja Pengarang : Desi Puspitasari Penerbit : Grasindo Tahun : 2016 Dibaca : 25 Januari 2017 (via  SCOOP ) Rating : ★★★ Percaya akan kebetulan? Sebagian orang berpendapat bahwa di dunia ini tidak ada yang kebetulan karena sudah ditakdirkan oleh Tuhan. Masa bodoh tentang kebetulan atau takdir karena ini yang kualami: Setelah membaca "Nyanyian Akar Rumput" , aku coba menilik salah satu toko buku daring dan mendapati satu buku yang sedang masa pre-order . Setelah kukulik lebih jauh, sang pengarang telah menulis beberapa buku dan salah satunya ada format digitalnya. Kupastikan buku itu bukan sastra karena aku baru saja selesai baca sastra. Aku butuh istirahat dengan cara membaca buku bertema ringan. Lalu, aku baca buku itu tanpa ekspektasi apa pun. Selain kisah cinta, buku itu ternyata bercerita tentang perlawanan berlatar tahun 90-an bahkan menyebut-nyebut Wiji Thukul. Apa namanya kalau bukan kebetulan? *** Senja itu di kota Jogja, Kinasih ...

Ulasan Buku: Playon

Gambar
Judul :  Playon Pengarang : F. Aziz Manna Penerbit : Grasindo Tahun : 2016 Dibaca : 25 Desember 2016 (via SCOOP ) Rating : ★★★ "sebuah paku menancap. kau membayangkan tangan yang kekar itu, martil itu, menghantamnya, menembuskannya, menancapkannya, dan membiarkannya. sebuah paku menancap. kau membayangkan jam atau pakaian atau kunci atau foto tergantung di situ. sebuah paku menancap. kau membayangkan apa yang harus terjadi antara sebuah besi, sebuah palu dan pakaian dan kunci dan jam penunjuk waktu itu bahkan foto kenanganmu. sebuah paku menancap. kau pun membayangkannya menancap di tengah telapak tangan di kayu palaing. sebuah paku menancap. sendirian dan tak terperhatikan." (Paku, hal. 30) Sudah saatnya aku menuntaskan ulasan buku ini. Setelah berkali-kali memutar otak akan membahas apa selain mengulas, akhirnya aku memutuskan untuk berinteraksi langsung dengan sang penulis melalui email. Sekaligus mengajukan beberapa pertanyaan yang mengganjal seusai memba...

Cameo Revenge

Gambar
Sampul Judul :  Cameo Revenge Pengarang :  Yudhi Herwibowo ,  Ary Yulistiana Penerbit : Grasindo Tahun : 2015 Dibaca : 20 Oktober 2015 Rating :  ★★★ Agenda pagi itu adalah mengunjungi Gramedia Solo di Jalan Slamet Riyadi. Entah apa yang ada di pikiranku: aku sedang "berlibur", tapi tetap saja ujung-ujungnya mengunjungi hal yang berbau buku. Lalu, Mas Yudhi bilang bahwa buku barunya sudah tersedia di Gramedia dan dia secara cuma-cuma memberiku buku ini. Sebenarnya, buku ini dibelikan oleh Mba Ary untuk Mas Yudhi yang lalu memberikannya padaku. *** Cameo dan Revenge. Dua grup band yang sama-sama dipersatukan dalam July Challenge , ajang festival musik terpopuler di kota. Cameo terbentuk sesaat sebelum festival itu diselenggarakan. Iming-iming hadiah seratus juta menjadikan Cameo harus cepat-cepat menyelaraskan personel dan lagu yang akan dibawakan.  Revenge lawan terberat Cameo. Sudah terbentuk sejak lima tahun lalu, mencari personel pun dengan...

Januari: Flashback

Gambar
Sampul Judul :  Januari: Flashback Pengarang :  Cherry Zhang , Petronela Putri , Pia Devina Penerbit : Grasindo Tahun : 2015 Dibaca : 24 Juni 2015 Rating : ★★★ "Aku tidak mau lagi sendirian. Aku tidak mau lagi merasakan penolakan. Aku butuh seseorang. Aku butuh kamu, Gara." (hal. 125) Aku mendapatkan buku ini ketika perayaan ulang tahun BBI yang ke-4 di Blok M. Salah satu penulisnya, Mput alias Petronela Putri, adalah member BBI dan dia menjadi koordinator sekaligus pembicara pada acara tersebut. Aku senang pada akhirnya Mput memberiku salah satu karyanya. Dia berpesan padaku untuk menebak sudut pandang siapa yang dia tulis. Sedikit ragu, karena aku belum pernah membaca karyanya yang lain sebelum ini. Tapi akan kucoba tebak. *** Malam tahun baru pada Januari 1980 terjadi kecelakaan maut yang menewaskan sepasang suami-istri. Pasangan yang menggunakan motor itu tertabrak sebuah mobil yang untungnya—celakanya—empat orang di dalamnya tidak merega...