22 Mei 2016

Ulasan Buku: Persona

Sampul
Judul : Persona
Pengarang : Fakhrisina Amalia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2016
Dibaca : 16 Mei 2016
Rating : ★★★★

"Memang luar biasa sekali pengaruh yang bisa ditimbulkan oleh kehadiran seseorang dalam hidupmu. Pada suatu waktu kau akan menjadi dirimu yang kau kenal, di waktu lain tiba-tiba kau berubah menjadi orang lain." (hal. 40)

Buku ini "iseng" kubeli berkat voucher senilai IDR 50K di salah satu toko buku daring dan aku hanya membayar ongkos kirimnya saja. Aku tertarik karena sampulnya. Sejujurnya, aku bukan orang yang melihat sampul untuk tertarik pada sebuah buku. Bila tidak mengenal penulisnya, aku harus cek Goodreads dan melihat beberapa ulasan di sana, lalu membaca sinopsis pada sampul belakang, lalu aku menimbang-nimbang harus membacanya atau tidak. Tapi buku ini, aku tertarik karena sampulnya. Mungkin karena warna birunya?

***

Kak Nara dan Altair adalah dua cowok yang membuat hidup Azura berbunga-bunga saat SMA. Pertama kali bertemu Kak Nara adalah saat paling memalukan bagi Azura karena dikatai pendek. Azura sedang berjalan dan terjerembab di lubang. Merasakan perih kulitnya yang lecet, Azura tidak bisa keluar dari lubang itu. Datanglah cowok yang menolongnya dan Azura berterima kasih tanpa saling berkenalan lebih dulu. Cowok itu adalah kakak kelasnya bernama Kak Nara.

Altair adalah anak baru pindahan dari Jepang. Dan ternyata cowok itu duduk di belakang bangku Azura. Azura yang tidak punya teman akhirnya membuka diri dan semakin dekat dengan Altair. Cowok itu selalu bersamanya ketika istirahat pertama di perpustakaan. Juga ketika istirahat kedua, memakan bekal yang dibawa Azura di bangku bawah pohon. Tapi sungguh berbahaya ketika kau terlalu dekat dengan lawan jenismu. Mungkin Azura sudah memiliki perasaan lebih terhadap cowok itu. Tapi bagaimana dengan Kak Nara yang ditaksirnya sejak masuk SMA?

***

Jadi, mari cari tahu apa itu "persona". Menurut KBBI daring, kata "persona" berarti orang atau pribadi; bisa juga diartikan sebagai topeng, wajah, ciri khas seseorang, identik dengan pribadinya. Nah, setelah mengetahuinya, aku menyimpulkan kalau "persona" adalah kata ganti dari seseorang. Jadi, untuk selanjutnya mari kita gunakan "persona" alih-alih "seseorang". Tambah lagi satu wawasan perbendaharaan bahasa.

Nah, setelah mengetahuinya, mari bayangkan satu persona—apa pun atau siapa pun—yang hadir untuk selalu membuatmu hidup. Maksudku kau akan merasa ingin mengarungi dunia, apa pun yang terjadi, asal bersama persona itu. Lalu bayangkan persona itu tiba-tiba menghilang dari kehidupanmu dan kau terlambar menyadari hal itu. Bagaimana perasaanmu? Kosong? Kau merasa menyesal karena meninggalkan persona itu terakhir kali bertemu? Kau ingin mati saja? Dan coba bayangkan pada akhirnya kau diberi tahu oleh orang-orang di sekelilingmu kalau personamu itu tidak pernah ada. Sudah?

Aku menuntunmu pada tutorial di atas karena aku ingin kau merasakannya; karena aku ingin kau merasakan hal yang sama saat aku membaca buku ini. Aku tidak akan bilang apa-apa lagi karena mungkin akan menjadi spoiler yang menyebalkan bagi sebagian orang. Aku harap dengan sedikit tutorial tersebut aku bisa membuatmu penasaran. Setelah kau membaca, aku yakin kau tidak akan melupakan satu bagian dari buku ini—walaupun secuil saja.

Buku ini memberikan plot twist yang mengejutkan dan tidak tertebak. Itu salah satu yang membuatku suka dengan kisah Azura ini. Mungkin sudah ada petunjuk-petunjuk yang diberlikan sejak awal, tapi aku terlalu menikmati cerita. Gaya penulisannya pun rapi sehingga plot yang tadinya kupikir bakal lempeng-lempeng saja berubah 180 derajat. Dan aku katakan buku ini masuk lini Young Adult terbaik penerbit sejauh yang kubaca.

Sebenarnya masih banyak yang ingin kujabarkan di sini. Tentang nuansa Jejepangan yang dibawakan penulis. Tentang persahabatan Azura dan Yara yang patut dicontoh semua remaja. Tentang penderitaan Azura yang mungkin bagi sebagian orang terlalu berlebihan tapi bagiku sangat pas sebagai dampak dari perubahan yang dialaminya. Juga tentang Kak Nara dan Altair itu—dua cowok yang berperan sama kuat dalam hidup Azura. Jadi, Azura pilih siapa?

Buku pertama penulis yang kubaca dan membuatku akan mencoba buku-bukunya yang lain. Semoga semenyenangkan "Persona". Salut juga karena sudah banyak bukunya yang diterbitkan penerbit mayor. Tetap berkarya, Fakhrisina! Ada karya lainnya yang kaurekomendasikan untukku?

"Jangan menahan dirimu sendiri untuk melakukan sesuatu karena aku atau siapa pun, Azura-chan. Aku, bahkan siapa pun, tidak ada yang benar-benar akan bersamamu selamanya. Jadi jangan berhenti melakukan sesuatu yang ingin kaulakukan hanya karena orang lain. Kau harus hidup untuk dirimu sendiri. Jadi, saat aku pergi, atau saat orang lain pergi, kau tidak akan merasa kehilangan dirimu sepenuhnya. Kau akan tetap bisa berbahagia." (hal. 188)

Ulasan ini untuk tantangan Young Adult Reading Challenge 2016.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top