18 Oktober 2014

Kaas

Sampul
Judul : Keju
Judul Asli : Kaas
Pengarang : Willem Elsschot
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2010
Dibaca : 26 September 2014
Rating : ★★★★

Aku memasukkan buku ini ke kategori klasik karena pertama kali terbit pada tahun 1933. Penulis adalah seorang Belgia yang lahir di Antwerpen dan bernama asli Alphonsus Josephus de Ridder. Banyak buku yang sudah ditulisnya, buku ini salah satunya.

Willem Elsschot (1882-1960)
Ceritanya sungguh menarik. Tentang seorang kerani yang mencoba buka usaha sebagai penjual keju. Kau tahu, Frans Laarmans sudah lebih dari setengah hidupnya menjadi kerani. Aku awalnya bertanya-tanya apa itu kerani. Menurut KBBI, kerani adalah pegawai yang mengurusi administrasi sederhana (msl mencatat, mengetik, menerima, dan mengirimkan surat).

Bisa kau bayangkan bagaimana kerani "sejati" mencoba beralih profesi menjadi seorang pengusaha. Dan lucunya, dia melakukan hal itu atas dasar status sosial. Oke. Dan lagi, dia tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai kerani itu, dia beralasan sakit beberapa minggu untuk menjalankan bisnisnya. Nah, menarik bukan?

Antwerps, Belgium
Dengan latar kota Antwerpen atau Anwerp atau apapun kau menyebutnya, membuat kisah susah-payah Frans membangun usahanya. Aku kadang nyengir dengan tingkah pria paruh baya ini. Ketika dia mencari nama yang tepat untuk usahanya yang akhirnya jatuh pada G.A.F.P.A kepanjangan dari General Antwerps Feeding Products Association. Dan ketika dia mencari agen dari seluruh Belgia untuk mengembangkan usahanya; yang pada akhirnya tidak terjadi apapun.

Ada yang aneh dengan G.A.F.P.A? Tentu saja. Feeding Product tercantum di sana yang artinya semua produk makanan yang menjadi bisnis. Tapi, yah, kau akan tahu siapa itu Frans Laarmans bila membacanya.

***

Aku tahu ini bacaan berat, tapi aku menangkap sedikit pesan tentang ambisi dan kasih sayang. Serius, berhati-hatilah dengan ambisi karena dapat menjatuhkanmu bila terlalu berambisi akan suatu hal. Dan juga tentang kasih sayang, tentang siapa saja yang akan membuatmu tegar ketika kau jatuh.

Dan ada sedikit pelajaran tentang berbisnis di dalam buku ini. Tentang bagaimana seseorang memulai bisnisnya. Buku yang menghibur. Salut dengan penulis yang membuat satu objek sebagai tema cerita. Sungguh kental dengan keju!

Apel? Bukan. Ini Keju Edam.

Oh ya, satu lagi. Keju edam. Keju yang dicoba untuk bisnis oleh Frans. Menurut Wikipedia, keju edam adalah keju yang berasal dari Belanda yang secara tradisional berbentuk bulat dan berwarna kuning terang dan dibungkus dengan parafin dan malam berwarna merah. Sepertinya enak.


"Itu baru tujuh setengah dari sepuluh ribu bola kejumu. Jika setiap minggu seperti itu, keju terakhir baru akan terjual tiga puluh tahun lagi. Kerja, Bung, kerja, kalau tidak, semua akan berakhir buruk." —Laarmans (hal. 102)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top