25 September 2014

The Lost Colony

Sampul
Judul : Artemis Fowl dan Koloni yang Hilang
Judul Asli : Artemis Fowl and The Lost Colony (Artemis Fowl, #5)
Pengarang : Eoin Colfer
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2012
Dibaca : 24 September 2014
Rating : ★★★★

"Mengutip kata H.P. Woodman, sobat tua, Waktu terus berdetak, maka kita harus bergerak. Holly, ikat kami ke sabukmu, semua kecuali Butler dan Minerva." —Artemis Fowl (hal. 310)

Buku kelima. Semakin menarik. Aku bertanya-tanya bagaimana penulis memiliki banyak ide untuk mengembangkan masalah yang menyangkut Artemis Fowl.

Eoin Colfer
Dan semakin tebal! Ya, aku melihat lagi ulasanku di buku pertama yang hanya 300 halaman lebih sedikit. Buku kelima ini, halamannya menjadi 400 halaman lebih, dan mereka semua tidak membuatku menjadi bosan. Mungkin penulis punya kecerdasan seperti Artemis atau bahkan Foaly. Atau sebaliknya.

***

Artemis sudah berumur 14 tahun sekarang. Semakin cerdas dan dewasa. Kalian tahu, sekarang dia menjadi lebih memikirkan hal-hal tidak penting, memandang cewek terlalu lama misalnya. Aku tergelak karena dia bilang hal ini sangat mengganggu. Tapi itu normal kan? Butler sudah mengatakannya berkali-kali. Oh ya, dan Butler semakin tua, tapi tugas pengawalnya terlihat sama saja.

Casa Milà, Barcelona
Semakin bertambah entitas makhluknya. Di buku ini kita dikenalkan dengan imp, demon, dan warlock. Yah, di antara mereka memang sudah langka, punah malah. Menjadi tugas Artemis dan Kaum Peri-lah untuk mengungkap keberadaan koloni yang hilang itu. Dan hal itu dimulai ketika terjadi kedatangan demon di depan Casa Milà, Barcelona yang terkenal ramai.

Keseruan pun dimulai. Bagaimana Artemis dan Kapten Short beraksi mencari demon. Bagaimana Butler dan Foaly membantu dengan gigih. Juga ada Mulch Diggums dan Doodah Day. Tetapi selain mereka, ada yang lain yang mencari demon itu dengan tujuan berbeda. Seorang anak cerdas lain, anak yang memiliki ambisi lain atas demon, anak yang bisa saja mengalahkan Artemis Fowl yang selama ini tak terkalahkan. Dan dia anak perempuan. Yah, semakin seru saja.

Tourrettes-sur-Loup, Prancis Selatan, Tempat Tinggal Si Anak Perempuan
Yang membuatku semakin menikmati cerita buku ini adalah akhirnya. Akhirnya sungguh mengharukan. Setelah Artemis pergi ke dimensi lain dan kembali dengan keadaan yang berbeda. Ah, kakak!

***

Aku memang tidak mengerti detail-detail teknis dan sains yang banyak terjabarkan di sini, seperti makhluk insubstansial dan segala benda yang ada di Seksi Delapan. Tapi tetap saja ceritanya seru tanpa merisaukan detail-detail itu.

Tapi semua cerita seru itu diganggu, sangat diganggu oleh penulisan yang banyak cela. Typo dimana-mana. Aku bahkan sempat membaca satu kalimat berkali-kali mencari maksudnya karena salah satu katanya rancu. Oh, padahal sudah ada editor dan proofreader yang ikut andil. Dan itu tidak menjadikan buku ini sempurna untuk dibaca.

Baca juga ulasan seri sebelumnya:

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top