Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

(Bukan) Cara Resign! yang Baik dan Benar

Gambar
Edited by Me Sebuah artikel menjelaskan bagaimana mengundurkan diri dari pekerjaan tanpa menimbulkan permusuhan. Cara pertama yang dijabarkan adalah memastikan bahwa atasan atau bosmu tahu tentang informasi pengunduran diri tersebut. Jangan sampai kamu membeberkan keinginanmu kepada rekan kerja. Hal tersebut membuka peluang siapa pun tahu bahwa kamu akan melakukan resign . Cara berikutnya yang menarik perhatianku adalah berjaga-jaga bila tempat kerja barumu tidak nyaman dan kamu mungkin akan kembali ke tempat kerja sebelumnya. Memang tidak semua perusahaan akan bisa menerima karyawan yang sudah resign . Namun, bila kamu memiliki hubungan yang baik dengan tempat kerja lamamu, apa saja bisa terjadi termasuk kembali lagi ke kantor lama. Jadi, jangan menyumpahi lebih-lebih "meludahi" kantor lamamu. Kamu bisa membaca artikel lengkapnya di sini . Nah, mungkin info di atas berguna karena pada buku berjudul "Resign!" yang akan kuulas berikut tidak memberikan informa...

Kisah Masa Depan Illuminae + Blog Tour

Gambar
Edited by Me Pertanyaan pembuka: Siapa yang menghadiri Instagram Live #SpringDibajakPenulis bersama Jay Kristoff semalam? Beruntung karena Instagram memberikan periode waktu untuk menyimpan rekaman video di Instagram Story sehingga aku bisa menonton ulangannya (karena ada hal yang harus kulakukan, aku tidak bisa menontonnya secara langsung). Jay Kristoff adalah satu dari dua penulis seri Illuminae Files yang buku pertamanya baru saja diterbitkan dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Spring. Bertato, berbrewok, dan sedap dipandang; tiga deskripsi Jay saat melihatnya di layar. Kemarin pagi, aku menyelesaikan seri terbaru Netflix, "The End of the F***ing World" (tontonan yang bagus dan menyegarkan terutama bagi remaja). Tokoh gadisnya bernama Alyssa. Ia punya ayah kandung bernama Leslie. Nah, Jay mengingatkanku pada Leslie. Kurasa, sepintas, mereka mirip. Jadi, kalau kamu punya waktu sekitar 2 jam 50 menit, tontonlah seri itu. Namun, sebelum itu, coba sisihkan waktumu u...

Ulasan Buku: Rumah Tanpa Jendela + Giveaway

Gambar
Edited by Me Aku bertanya-tanya adakah rak novel islami di toko buku pada 20 tahun lalu? Pertanyaan yang tercetus usai membaca artikel hasil diskusi "Posisi Sastra Populer dalam Wacana Kesusastraan Indonesia". Pada artikel tersebut diterangkan bahwa fiksi populer islami baru hadir pada era 2000-an. Jauh sebelumnya, sastra populer era 60'-an banyak mengangkat tema seks dan pada kurun 70'-an sampai 90'-an tema percintaan remaja kota yang memarak. Beberapa hari lalu, ketika mengunjungi Toko Buku Togamas Affandi, aku melihat tidak hanya satu rak buku berlabel novel islami. Semakin mendekat, aku melihat satu deretan buku dengan sampul poster film yang mana menjelaskan secara gamblang bahwa buku-buku tersebut telah diangkat ke layar lebar. Semakin mendekat lagi, kesemuanya adalah buah karya Asma Nadia. Dari "Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea" sampai "Surga yang Tak Dirindukan". Desember lalu, aku meminta Cantini Cucum, panelis diskusi...