Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2016

Fiksi Sejarah yang Sudah Dibaca

Gambar
Edited by Me Sedikit kecewa dengan diri sendiri karena tadinya akan membaca paling tidak buku genre fiksi sejarah untuk bulan ini tetapi tidak ada satu pun yang selesai. Sebenarnya aku sedang membaca "Semua untuk Hindia" , sebuah kumpulan cerpen bertema kolonial karya Iksana Banu. Mungkin karena (1) aku membacanya via digital dan (2) minggu-minggu terakhir bulan ini sedikit tidak bisa mengontrol bahan bacaan, aku tidak bisa menyelesaikan buku tersebut tepat waktu. Nah, karena komitmen awal untuk berpartisipasi dalam setiap Posting Bareng BBI 2016, jadi aku harus memutar otak agar tetap bisa membuat artikel tentang tema bulan Agustus ini. Fiksi sejarah merupakan salah satu genre favorit yang selalu ingin terus membaca kisah-kisah masa lalu nan historis. Jadi, bila disuruh menyebutkan buku-buku fiksi sejarah Indonesia yang sudah kubaca, aku bisa menyebutkannya. Dalam artikel ini, aku membuat bacaan fiksi sejarah lokal yang sudah kubaca bertajuk "Fiksi Sejarah y...

Ulasan Buku: Apa Pun selain Hujan

Gambar
Judul :  Apa Pun selain Hujan Pengarang : Orizuka Penerbit : GagasMedia Tahun : 2016 Dibaca : 27 Agustus 2016 Rating : ★★★ "Sering kali, Wira berharap bisa tinggal di suatu tempat di mana hujan tidak pernah turun." (hal. 19) Beberapa waktu lalu aku memantau salah satu akun Twitter penggemar film yang membahas soal ketakutan. Akun tersebut mencoba mengemukakannya dengan badut yang mengerikan dari "It", sebuah mini-seri tahun 1990 dan si admin mengaku trauma dengan badut setelah menontonnya. Lalu ia melempar pertanyaan tentang apa hal yang paling menakutkan bagi followers -nya dan jawabannya sungguh beragam. Ada yang takut dengan kolong tempat tidur sehingga sebisa mungkin ia harus tidur di kasur yang tak berkolong. Lalu, bagaimana dengan mereka yang trauma dengan hujan? *** Adalah Wira, cowok yang sangat takut dengan hujan. Saking takutnya, ia sampai tidak mau memakai payung untuk menerjang hujan. Tentu hal itu beralasan, ia tak pernah lu...

Ulasan Buku: Kereta Tidur

Gambar
Judul :  Kereta Tidur Pengarang : Avianti Armand Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2011 Dibaca : 17 Agustus 2016 (via  SCOOP ) Rating : ★★★★ "Mesaud dan Sania membuka tutup peti itu. Di dasarnya, mereka menemukan sebuah pintu. Di balik pintu itu terhampar semua yang mereka inginkan. Sejenak mereka berpandangan, tersenyum, lalu sambil bergandengan tangan, melangkah masuk." - Dongeng dari Gibraltar (hal. 27-28) Kapan terakhir kali membaca kumpulan cerpen ya? Sekitar satu atau dua bulan lalu. Kumpulan cerita memang punya daya pikat tersendiri. Pembaca dibawa merasakan secuplik kisah yang tidak lama untuk disimak namun bisa jadi tidak sebentar melekat di benak. Yakinlah bahwa dari sekumpulan cerita dalam sebuah buku terdapat satu kisah yang menggema dalam ruangmu. Aku mendapatkannya pada cerita yang berjudul "Sempurna" di buku ini. Dan kalau boleh, aku akan menempatkan "Dongeng dari Gibraltar" dan "Perempuan Tua dalam Kepa...

Ulasan Buku: Genduk

Gambar
Judul : Genduk Pengarang : Sundari Mardjuki Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2016 Dibaca : 13 Agustus 2016 (via SCOOP ) Rating : ★★★★ "Nduk, anakku, dalam hidup jangan sekali pun kamu menggantungkan diri pada orang lain. Kamu hanya boleh bergantung padaku Dan aku akan berusaha sekuat tenaga agar kita bisa hidup." (hal. 25) Senang, akhirnya membaca buku berkultur Indonesia nan kental seperti buku ini. Tidak ada ekspektasi macam-macam perihal buku yang baru diluncurkan beberapa minggu lalu. Hanya alasan sederhana: ingin membaca fiksi bernuansa lokal yang begitu kurindukan. Mungkin terlalu penat dengan kehidupan kota yang serbacepat. Atau mungkin hanya rindu akan "rindu" yang sudah lama tak kurasakan. Yha~ *** Genduk gerah dirinya selalu diejek bocah yatim karena sedari kecil ayahnya pergi entah ke mana. Hingga suatu ketika ia begitu naik pitam ketika biyungnya tidak bisa mengabulkan permintaan kecilnya: rok sayak warna oranye ubi ...

Ulasan Buku: The Book of Forbidden Feelings

Gambar
Judul :  The Book of Forbidden Feelings Pengarang : Lala Bohang Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2016 Dibaca : 8 Agustus 2016 Rating : ★★★ Beberapa hari lalu aku coba mengikuti tes feminin-maskulin di salah satu situs. Entah benar atau tidak, kadar femininku lebih besar ketimbang maskulin. Percaya tidak percaya sih. Sepertinya bila buku ini dikhususkan kepada pembaca wanita itu tidak mungkin. Tapi buku ini bahkan terlalu feminin untuk pembaca pria-yang-katanya-feminin sepertiku. *** Putus asa. Depresi. Sedih. Tidak berminat pada kehidupan. Bermuram durja. Kosong. Patah hati. Dan banyak hal lainnya bisa kau temukan dalam buku ini. Memang semuanya tentang yang tidak semestinya dibicarakan, seperti judulnya. Tapi tahukah kau bahwa perasaan-perasaan di atas sebenarnya butuh diapresiasi? Melalui tulisan-tulisan Lala pada buku ini, semuanya terdeskripsikan secara gamblang. *** Buku ini berisi puisi dan prosa berbahasa Inggris karya penulis yang hamp...

Ulasan Buku: Herr Der Diebe

Gambar
Judul :  Pangeran Pencuri Judul Asli : Herr Der Diebe Pengarang : Cornelia Funke Penerbit : Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2011 Dibaca : 6 Agustus 2016 Rating : ★★★★ "Jauh lebih praktis kalau kita tetap kecil. Kita tidak terlalu menarik perhatian, dan kita juga lebih cepat kenyang. Kau tahu apa yang selalu dikatakan Scipio? Anak-anak seperti ulat dan orang dewasa seperti kupu-kupu. Dan tidak ada kupu-kupu yang masih ingat bagaimana rasanya menjadi ulat." (hal. 60-61) Ketika Makan siang kemarin, rekan kerjaku sempat bilang, "Kita selalu menginginkan hal yang tidak miliki." Hal itu sehubungan dengan katering makan siang yang disediakan kantor dan sebagian karyawan merasa bosan karena menu yang disajikan monoton. "Kalo nggak pake katering, pasti kita mendambakan makan siang yang praktis dan cepat seperti ini," sambungnya. *** Prosper dan Bo, kakak-beradik yang melarikan diri dari sang bibi. Sepeninggalan ibu mereka, Bibi Esther m...