29 November 2015

A Single Shard

Sampul
Judul : A Single Shard
Pengarang : Linda Sue Park
Penerbit : Atria
Tahun : 2012
Dibaca : 21 November 2015
Rating : ★★★★

"Pekerjaan memberikan harga diri kepada seorang manusia, sementara mencuri memusnahkannya." (hal. 7)

Aku memiliki inisiatif untuk membaca paling tidak satu buku terbitan Atria lama dan memang menjadi bagian yang paling kutunggu-tunggu. Hampir semua yang diterbitkan bergenre klasik anak-anak atau literatur anak-anak yang tidak sedikit mendapat penghargaan seperti Newbery Award. Salah satunya adalah "A Single Shard".

***

Tree-ear, nama bocah berumur 12 tahun itu diberikan Crane-man setelah lelaki tua mengadopsinya. Hampir seluruh hidup bocah itu dihabiskan di kolong jembatan di desa Ch'ulp'o.

Tree-ear bekerja pada Min, perajin keramik terbaik desa. Sejak pertama Tree-ear bekerja—yang sangat ingin membuat keramik—bertahun-tahun dia malah disuruh mengumpulkan kayu bakar di hutan dan mengambil tanah liat di bantaran sungai. Tetapi di sela-sela pekerjaannya Tree-ear selalu mengamati Min yang terampil membuat keramik.

***

Buku ini terbit pertama kali pada 2001 dan menerima penghargaan Newbery Award setahun setelahnya. Pada awal buku ini terdapat pidato penulis ketika penghargaan tersebut diterimanya--yang memakan lebih dari 14 halaman. Aku bertanya-tanya apakah penulis secara tiba-tiba berpidato atau sudah merancangnya lebih dulu.

Cerita tentang kemiskinan dan pengorbanan hidup memang menjadi daya tarik tersendiri. Tidak banyak kisah tentang hal itu bisa menjadi magnet kuat. Tetapi simpati pembaca bisa diambil dengan cerita-cerita yang penuh emosi dan realistis. Paling tidak, itu cukup buatku untuk menyelesaikan buku bertema itu. Dan penulis sangat berhasil meraih simpatiku pada Tree-ear.

"Itu bukan kesalahanku! Bukan salahku kau kehilangan putramu, bukan salahku jika aku seorang anak yatim piatu! Mengapa harus diturunkan dari ayah ke anak lelaki? Jika sebuah karya keramik dibuat dengan indah, apakah orang-orang akan bertanya anak lelaki siapa yang membuatnya?" (hal. 120)

Gaya penceritaan dengan paragraf yang sedikit panjang dan minim dialog membuatku teringat pada kisah-kisah klasik. Tetapi aku masih bisa mengikutinya karena alurnya cepat dan tidak bertele-tele. Bagaimana penulis menggambarkan Crane-man dan Tree-ear bagai ayah yang memberi petuah-petuah berharga kepada anak membuat rinduku akan sosok ayah tertunaikan.

Sungguh pantas buku ini mendapatkan penghargaan Newbery Award karena ceritanya yang inspiratif dan penuh makna. Jujur, aku bahkan sampai menangis pada halaman-halaman terakhir buku ini. Tree-ear benar-benar mendapatkan balasan atas usahanya.

"Aku akan mengatakan ini padamu. Dari seluruh masalah yang mungkin kautemui dalam perjalanan, manusialah yang akan menjadi bahaya paling besar. Namun, manusia jugalah yang harus kaucari jika kau membutuhkan bantuan. Ingin ini, Temanku, maka kau akan bepergian dengan selamat." (hal. 133-134)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top