23 April 2014

Just So Stories

Sampul
Judul : Sekadar Cerita
Judul Asli : Just So Stories
Pengarang : Rudyard Kipling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 17 April 2014
Rating : ★★

Satu hal yang pasti tentang bagaimana penulis mengecohkan pemikiran pembaca tentang penciptaan hal-hal unik pada hewan, itu satu poin yang aku suka. Seperti terciptanya tutul macan, punuk unta, dan belalai gajah.


Rudyard Kipling (1865-1936) 
Ini adalah kumpulan cerita pendek yang ditulis oleh penulis. Aku tahu bahwa cerita pendek itu memiliki keterbatasan karakter dan masa (lama waktu) cerita. Tapi, buku ini membuatku terngiang-ngiang tentang hal-hal menarik itu. Cerita pendek memang pendek, tapi kalau membuatmu terus mengingat ceritanya walau sebagian, itu mungkin suatu hal yang hebat. Right?

***

Selain cerita tentang hewan (kebanyakan memang tentang hewan), ada satu atau dua cerita yang sungguh menggelikan. Yaitu tentang bagaimana huruf ditemukan. Yap, ceritanya tentang keluarga yang hanya berbicara satu sama lain, tidak dapat menulis dan belum ada huruf yang tercipta.

Suatu ketika sang ayah dan anak memancing dan bertemu dengan orang asing yang berbeda bahasa dengan mereka. Si anak meminta pertolongan orang asing itu untuk membantunya melakukan sesuatu dengan gambar yang dibuat di selembar kulit dahan pohon. Tapi tetap saja orang asing itu tak mengerti. Sungguh menggelikan bagaimana cerita itu terjadi; bagaimana mereka saling menerka-nerka apa yang dimaksud.

Hingga setelah kejadian yang tidak berakhir bagus itu, si anak dan sang ayah mencoba membuat karakter untuk memudahkan mereka beraktivitas. Diawali dengan membuat huruf A yang mereka buat dari mulut ikan yang terbuka terbalik dan diberi garis horisontal di tengahnya. Lalu huruf O yang tercipta karena ketika mengucapkannya tampak bulat seperti sebutir telur. Dan huruf-huruf lainnya pun tercipta.

***

Menggelikan bukan? Bagaimana kesederhanaan pemikiran yang membuat kita memikirkan hal itu seperti lelucon adalah hal yang bagus untuk diceritakan. Sesekali aku sempat berpikir: "Oh, iya ya. Benar juga." atau "Oh. Bisa juga mereka terbentuk dengan cara seperti itu." Aku yakin kalian akan mengingat hal itu bila membacanya.

Ini memang cerita yang hanya sekadar cerita, seperti judulnya. Tetapi jangan remehkan hal-hal di dalamnya. Kalian akan tertawa dan terheran-heran bagaimana penulis membuat cerita ini seperti masuk di akal! Atau mungkin saja benar-benar begitulah apa yang terjadi.

Oh ya, aku hampir lupa. Kepulauan Indonesia juga masuk dalam cerita, dalam cerpen "Kepiting dan Lautan Luas". Walaupun waktu itu Indonesia belum terbentuk; walaupun tertulis dengan nama pulaunya -Kalimantan, Sulawesi, Sumatra, Jawa, berikut pulau lain yang berada di sekitar daerah kepulauan Malaka- tetapi aku bangga karena ditulis oleh penulis di tahun 1902. Pasti mengenalkan pembacanya akan Indonesia.

Aku juga diberitahu tentang peribahasa: "Mind Your Ps and Qs!"

Everglades, Florida. Juga Disebut-sebut oleh Penulis.
Klasik dan sederhana! Makin suka dengan bacaan klasik!


"... Ayah pikir putri Ayah yang cerdas telah berhasil menemukan sesuatu yang penting. Lebih penting dari hal-hal lain yang pernah ditemukan sejak Suku Tegumai menggunakan gigi ikan hiu bukannya batu api sebagai mata tombak. Ayah percaya kita telah menemukan rahasia besar untuk seluruh dunia!" (hal. 95-96)

2 komentar :

Back to Top