Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Ulasan Buku: The Five People You Meet in Heaven

Gambar
Judul :  Meniti Bianglala Judul Asli : The Five People You Meet in Heaven Pengarang : Mitch Albom Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun : 2014 Dibaca : 11 Juni 2017 Rating : ★★★★ "Orang-orang asing adalah keluarga yang masih belum kaukenal." (hal. 54) Sadarkah kenapa aku baru menayangkan ulasan buku yang sudah dibaca hampir dua bulan lalu? Entah apa atau siapa yang merasuki, aku sendiri pun tidak tahu sampai aku menyadarinya. Aku terjangkit  blogging slump ! Kemerosotanku untuk menulis ulasan buku di blog kali ini sepertinya sudah mengkhawatirkan. Pada April lalu, semuanya masih baik-baik saja. Mei pun sama. Masih dalam batas wajar pos bulanan. Namun, gejala-gejalanya sudah mulai terlihat pada bulan berikutnya yang mana blog ini kuperbarui dengan empat pos saja. Semuanya semakin menjadi pada bulan Juni. Aku hanya menulis satu pos saja! Aku sedikit kecewa pada diriku, dan bertanya-tanya kenapa aku bisa terjangkit penyakit yang amat ditakuti setiap  blogg...

Blog Tour: Erstwhile + Giveaway

Gambar
Judul :  Erstwhile: Persekutuan Sang Waktu Pengarang : Rio Haminoto Penerbit: Koloni ( imprint M&C!) Tahun : 2017 Bicara soal artefak, aku teringat sebuah obrolan dengan rekan kerja yang amat suka sejarah. Ia sedang menggandrungi majalah dan koran zaman dahulu. Katanya, ia membeli dari salah satu pelapak daring yang ada di media sosial. Katanya, harga untuk satu koran lawas sekitar dua ratus lima puluh ribu rupiah. Nilai yang fantastis untuk lembaran yang maksimal hanya empat halaman saja. Ia pun bercerita bagaimana alur barang-barang lama itu sampai ke tangannya. Sebagian besar berasal dari kantor arsip daerah yang sudah mendigitalisasikan majalah dan koran sehingga mereka tidak memerlukan bentuk fisiknya lagi. Ada oknum pengepul yang mengumpulkan barang-barang itu dan dijual dengan harga murah. Kemudian, ada para pedagang yang membeli dan menjualnya kembali dengan nilai yang lumayan merogoh kocek. Hal ini terlihat ironis namun memang begitu realitasnya. Aku memb...