25 Juli 2014

The Robe of Skulls

Sampul
Judul : Jubah Tengkorak
Judul Asli : The Robe of Skulls (Tales from the Five Kingdoms, #1)
Pengarang : Vivian French
Penerbit : Atria
Tahun : 2014
Dibaca : 20 Juli 2014
Rating : ★★★★

Satu lagi kisah kerajaan yang seru. Kali ini ditambah dengan penyihir, kelelawar, werewolf, dan Pitarah Purba.

Buku ini kudapatkan sebagai hadiah ulang tahun salah satu teman blogger buku. Aku ragu dengan isinya karena dilihat dari judul dan cover-nya yang feminin. Tapi setelah dilihat lagi, ada nuansa spooky dan kelamnya juga. Jadi aku penasaran dengan isinya.

Beruntunglah aku karena rasa penasaran itu membuatku menikmati cerita di dalamnya. Terlihat sederhana tetapi mengandung banyak makna. Setelah aku telusuri lagi, ternyata seri ini memang dikhususkan bagi para middle-grader.

Kelelawar yang Baik Hati
Seperti yang sudah kubilang, ceritanya sederhana. Kehidupan tidak adil dari seorang ayah tiri kepada anak tirinya. Gracie sudah lama dikurung di kamar bawah tanah yang gelap dan dingin. Dia hanya keluar ketika memasak sup air yang tidak dibumbui untuk ayah dan kakak perempuan tirinya—Foyce. Hingga suatu ketika, seekor kelelawar yang baik hati membawanya kabur dari rumahnya sendiri. Pada saat itulah petualangan Gracie dimulai.

Lady Lamorna dan Pangeran Marcus juga hadir dalam cerita. Lady Lamorna menginginkan Jubah Tengkorak untuk dirinya sendiri dengan memesan kepada Pitarah Purba. Pangeran Marcus juga menginginkan saudara kembarnya—Pangerang Arry—kembali dari kutukan katak. Bagaimana keinginan-keinginan itu bisa saling berhubungan? Aku yakin kalian ingin mengetahuinya sendiri. 

Oh ya, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi yang menarik. Aku yakin adik-adik umur sepuluh juga sudah dibolehkan membaca. Buku yang menyenangkan! Aku menunggu lanjutannya!

The Runaway King

Sampul
Judul : Raja Yang Minggat
Judul Asli : The Runaway King (The Ascendance Trilogy, #2)
Pengarang : Jennifer A. Nielsen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2014
Dibaca : 15 Juli 2014
Rating : ★★★★★

“Kepercayaan tidak dapat menyelamatkan seseorang dari kenyataan.” (hal. 245)

Jaron—Sage—kembali beraksi. Kali ini setelah mendapatkan singgasana kerajaan Carthya, Jaron benar-benar mendapatkan masalah. Selain pengalamannya sebagai raja—yang benar saja, mengingat umurnya yang masih muda—diragukan oleh para regen kerajaan. Selain itu, ada pula ancaman dari para bajak laut yang dahulu secara tidak sengaja meloloskan Pangeran Jaron. Mereka ingin balas dendam dengan membunuhnya, kali ini.

Scetch
Yeah, kurang lebih seperti itu ide cerita seri kedua The Ascendance Trilogy ini. Penulis berani menyajikan karakter-karakter baru yang lebih dari tiga—hampir lima kalau tidak salah. Mengingat dengan menambahkan karakter baru, penulis harus bisa membuat karakter baru itu tidak kalah dengan karakter lama. Dan, Bracken melakukan itu! Selain itu, karakter lama masih tetap hadir, malah fifty-fifty. Itu yang aku suka!

Terlepas dari kecerobohan, keegoisan, keangkuhan Jaron yang sebagian pembaca tidak menyukainya, aku melihat itulah yang seru. Coba bayangkan bila seorang raja biasa-biasa saja, ambil jalan aman untuk kedamaian negeri, itu raja yang sangat biasa. Jaron ini beda. Dengan segala sifat buruknya, itulah yang membuat Jaron menyingkirkan halangan dan rintangan. Itu pelajaran berharganya: teguh pendirian.

***

Kisah romansanya sungguh memikat. Imogen. Asmarinda. Pembaca masih belum diberi tahu pada siapa hati Jaron tertambat. Walaupun dalam buku kedua ini, Jaron telah menguaknya. Tapi takdir penulis mungkin berkata lain. Patut ditunggu kelanjutannya. Apalagi pada akhirnya, Imogen…. Ah, sudahlah, kalian harus baca!

Seri Sebelumnya:

15 Juli 2014

The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde

Sampul
Judul : Dr. Jekyll dan Mr. Hyde
Judul Asli : The Strange Case of Dr. Jekyll and Mr. Hyde
Pengarang : Robert Louis Stevenson
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2011
Dibaca : 6 Juli 2014
Rating : ★★★★

"Tulang-tulangku seperti terlindas, perutku mual luar biasa, dan kengerian yang amat sangat mencekam jiwaku, sungguh perasaan yang tak terbayangkan di saat kelahiran ataupun kematian." (hal. 103)

Lagi. Terpana dengan bahasa cerita klasik masa lalu. Cerita ini terlantun sejak tahun 1886. Sudah sekitar dua ratus tahun, bahkan lebih. Tapi aku yakin akan selalu menjadi karya yang dikenang. Karena ke-absurd-annya, kekejiannya, mencekamnya. Dan hal-hal semacam itu.

Awalnya aku ragu untuk membaca ini. Mengingat kisah klasik terlalu banyak bernarasi ketimbang berdialog. Aku masih bertanya-tanya hingga sekarang kenapa hal itu sangat kentara. Tapi aku sangat ingin tahu kisah Dr. Jekyll dan Mr. Hyde setelah di buku sebelumnya yang kubaca, The Graveyard Books, menyebutkan sekali tentang mereka berdua.

Robert Louis Stevenson (1850-1894)
Ya. Aku tahu itu mustahil terjadi. Itu, maksudku tentang menjadi dua kepribadian yang berbeda dengan dua bentuk fisik yang berbeda pula. Bagaimana mungkin? Itulah yang membuat penulis terlihat brilian dengan membuat pemikiran pembaca untuk menerima hal itu. Menarik. Sangat menarik.

Kalian harus tahu betapa mencekamnya ketika Dr. Jekyll membeberkan semua rahasia lewat surat yang dikirimkan kepada Dr. Lanyon yang diteruskan kepada Mr. Utterson (semoga tidak salah). Seperti kutipan di atas. Dr. Jekyll menjelaskan tentang asal-usulnya, tentang kenapa ia melakukan perbuatan itu, tentang semua perincian yang memecahkan teka-teki kejadian selama ini.

Dan yang terakhir dan pamungkas, adalah tentang bagaimana harus mengontrol diri atas segala sesuatu. Tentang ambisi, tentang kepuasan diri, dan tentang keegoisan. Bagaimana menurut kalian?

04 Juli 2014

The Graveyard Book

Sampul
Judul : Cerita Dari Pemakaman
Judul Asli : The Graveyard Book
Pengarang : Neil Gaiman
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 3 Juli 2014
Rating : ★★★★

“Orang ingin melupakan hal-hal yang mustahil. Ini membuat dunia mereka lebih aman.” “Aku mencintainya.” “Maafkan aku.” (hal. 330)

Bod. Nobody Owens. Dari namanya saja sudah dapat dipastikan dia “tak ada yang memiliki.” Atau bisa dikatakan tidak ada yang benar-benar memilikinya. Dan yang ia sukai juga sama.

Sebenarnya, Bod sangat beruntung. Beruntung karena tidak biasa. Dibesarkan di tempat yang seharusnya menjadi tempat orang mati. Pemakaman. Dan lebih beruntung karena ada mereka yang mau merawatnya. Kalian harus tahu siapa mereka itu, dan Silas tentu saja. Bagaimana mereka membesarkannya.

Ceritanya tentang kehidupan Bod ini. Bagaimana ia menjalani hidup yang tidak biasa, dan mencari jati diri, dan mencari asal-usul kenapa ia bisa mendapat kehidupkan seperti itu. Aku tahu rasanya menjadi Bod. Sepi. Ingin berteman. Ingin ditemani.

Here, there be Bod.
Cerita yang tidak biasa. Sungguh mengolah imajinasi pembaca, juga fantasi pembaca tentang penggambaran karakter, setting, dan alur cerita. Juga tentang ke-misterius-an ceritanya sendiri. Kau tahu, setelah membaca beberapa buku penulis, penulis tidak membeberkan dengan jelas dan detail tentang isi ceritanya. Seperti digantung dan memberikan keleluasaan kepada pembaca untuk menerka-nerkanya sendiri. Membuat pembaca semakin imajinatif. Itu yang aku suka dari penulis ini. Favorit! Kalian harus baca!

Dan ya, buku ini menyebut-nyebut tentang Jekyll dan Hyde. Aku akan membacanya setelah ini. Buku klasik karangan Robert Louis Stevenson.
Back to Top