27 April 2014

Point of Retreat

Sampul
Judul : Titik Mundur
Judul Asli : Point of Retreat (Slammed #2)
Pengarang : Colleen Hoover
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2013
Dibaca : 17 April 2014
Rating : ★★

Setelah beberapa hari membaca dan baru membuat ulasannya, aku sedikit tidak ingat dengan apa yang ada dalam buku. Tapi untungnya aku menandai bagian-bagian yang menarik, khususnya buatku.

Ekspetasiku, buku kedua ini lebih menggetarkan hati dari buku pertama, Cinta Terlarang. Nyatanya, seperti sayur yang tidak diberi bumbu; atau mungkin malah terlalu banyak bumbu. Sama saja kan? Rasanya tidak pas.

***

Cerita masih berlanjut setelah Will dan Lake melanjutkan hidup bersama Kel dan Caulder. Will dan Lake mencoba untuk menjadi orang tua yang baik untuk adik-adik mereka, terlepas dari usia mereka yang belum cukup untuk mengetahui bagaimana cara mengasuh dan ego mereka yang masih remaja.

Yap, kegalauan pun dimulai. Apalagi ketika mereka (kalian oke kan kalau aku sebut Will dan Lake dengan "mereka"?) kuliah. Hubungan percintaan mereka baik-baik saja sampai Vaughn -mantan Will- hadir dalam kehidupan mereka. Vaughn adalah teman sekelas Will di kampus. Dan bagaimana dengan Lake? Akhirnya Lake tahu dan marah. Nah. Mulai deh teenlit-nya. Aku hampir menutup buku ini. Hampir.

Will & Lake
Tapi, well... ada tetangga baru yang tinggal di lingkungan mereka. Kiersten, teman Kel dan Caulder adalah bocah perempuan dengan pemikiran dewasa. Terkadang tingkah mereka bertiga yang membuatku tetap melanjutkan membaca. Kiersten dengan hal-hal menggelakkannya, Kel dengan hari kebalikannya, dan Caulder dengan puisinya.

Caulder juga jago berpuisi seperti kakaknya. Dia mengawali slam-nya dalam pergelaran bakat di sekolahnya. Kiersten juga menampilkan slam-nya. Kel? Tidak. Dan, tahu tidak, Kel menyukai Kiersten.

Nah kan, aku malah lebih tertarik dengan cerita ketiga bocah itu daripada kisah cinta Will dan Lake. Aku mau menyebutkan ada satu adegan yang membuatku hampir, hampir, hampir saja meneteskan air mataku, tapi tidak. Aku kasih petunjuk saja: mobil, kamis malam, baikan. Sudah, cukup! Kalian harus membacanya dan kalian akan tahu apa yang aku khawatirkan aku beberkan di sini.

***

Keseluruhan cerita mengajarkan tentang bagaimana hal-hal harus dikontrol dengan baik. Harus ada titik mundur ketika kalian melangkah terlalu maju ke depan. Terlalu terburu-buru dalam melakukan sesuatu itu tidak baik kan? Jadi harus ada kontrol diri.

On my Instagram
Dan juga perjuangan tentang cinta. Bagaimana cinta -bila kalian benar-benar cinta- harus dipertahankan, apapun caranya; apapun rintangannya. Kalian akan tahu seberapa besar perjuangan Will untuk membuktikan cintanya pada Lake, mengingat Will sedang satu kelas dengan Vaughn yang itu berarti hampir sering mereka bertemu.

Dan ... ya ampun. Ha-hal seperti mencium dan sejenisnya itu makin banyak; makin bikin risi. Pantas saja seri ini termasuk genre New Adult. #TimGrandma

Buku ini bersudut pandang orang pertama. Berbeda dengan Cinta Terlarang yang Lake sebagai pencerita, di Titik Mundur ini Will-lah yang bercerita. Jadi tidak mendayu-dayu dengan emosi dan ego khas wanita. Itu satu hal lagi yang membuatku terus membaca.

"... Aku tidak akan menjelaskan detail kenapa hubungan cintaku tidak berjalan mulus, tapi petiklah pelajaran dari orang yang pernah mengalaminya... jangan sampai cintamu terlepas dari genggaman. Berjuanglah untuknya." (hal. 202)

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Back to Top