28 November 2013

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

Sampul
Judul : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Judul Asli : Bibbi Bokkens Magiske Bibliotek
Pengarang : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerbit : Penerbit Mizan
Tahun : 2011
Dibaca : 28 November 2013
Rating : ★★★★

Bisa jadi salah satu bacaan favorit. Enak banget dibaca. Mungkin, hanya mungkin, kalau baca di hari libur aku bakal selesai dalam sehari. Aku mendapatkan novel ini dariIndonesia Book Fair awal November lalu. Diskonnya lumayan....

Jadi apa isi buku ini? Apa benar Perpustakaan itu Ajaib? Ajaib dalam arti kata apa? Memiliki ramuan-ramuan penyembuh, lengkap dengan tongkat sihir dan jelaga besar berisi cairan sakral? Atau hanya makna?

Aku yakin novel ini memiliki gaya penulisan yang berbeda dari sebagian besar buku lainnya. Bagaimana tidak? Narasinya berupa balas-membalas surat oleh dua muda-mudi yang masih sepupuan, yaitu Nils dan Berit. Tebak siapa yang muda dan siapa yang mudi! Ayo tebak! Pasti kalian salah terka!

Buku itu dinamakan buku-surat. Jadi ada satu buku besar seukuran folio yang mereka beli dari sebuah toko buku dan mereka tuliskan kehidupan mereka sehari-hari dan satu kasus yang karena mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mereka menjadi semacam detektif dengan segala dugaan yang mereka buat pada kasus itu. Kasus apakah itu? Ya. Tentang Perpustakaan Ajaib dan Bibbi Bokken yang sangat misterius. Apakah Bibbi Bokken itu seorang penyihir, maksudnya, seorang penyihir buku? Atau siapa sebenarnya dia?

Setelah mereka masuk cukup dalam dalam kasus, mereka mulai menemukan titik terang dalam keingin-tahuan mereka. Mereka akhirnya bertemu dengan Bibbi Boken dan, tadaaa ... Bibbi Bokken sangat tahu tentang dunia perbukuan. Dia mejelaskan segala pertanyaan yang diajukan oleh Nils dan Berit. Dan memang, segala dugaan yang dikemukakan oleh Nils dan Berit banyak yang benar.

Tapi mengapa mereka terlibat dalam kasus Perpustakaan Ajaib milik Bibbi Bokken? Apa hubungannya Perpustakaan Ajaib itu dengan buku-surat yang mereka buat beberapa waktu terakhir itu? Apa mereka dijebak? Atau mereka sedang membuat suatu karya tanpa mereka sadari?

Kalian yakin ingin membaca novel ini. Aku yakin kalian ingin! Biar kuberi tahu, novelnya tipis. Tidak sampai 300 halaman. Dan isinya, kau tak akan bosan. Ada cerita pendek, puisi, pengetahuan tentang perbukuan dan penyimpanan buku, sejarah awal dibuatnya buku-cetakan, dan segala yang berhubungan dengan buku dan perpustakaan diajarkan di novel ini. Walaupun semuanya berisi pengetahuan atau "ilmu", novel ini tidak seperti sedang menggurui pembaca.

Novel ini seperti memberi advice untuk tidak hanya membaca, tapi untuk menulis. Novel "Inspirasi"!


"Buku adalah teman terbaik."

"Siapa yang bisa menemukan buku yang tepat, akan berada di tengah-tengah teman terbaik. Di sana kita akan berbaur dengan karakter yang paling pintar, paling intelek, dan paling luhur; di sana kebanggaan dan keluhuran manusia bersemayam."

OH, AKU SEMAKIN CINTA BUKU DAN MEMBACA!

24 November 2013

Ender's Game

Sampul
Judul : Ender's Game
Pengarang : Orson Scott Card
Penerbit : Mizan Fantasi
Tahun : 2013
Dibaca : 24 November 2013
Rating : ★★★★

Akhirnya selesai juga dengan buku ini.

Kita mulai dari mana ya? Sebenernya masih males menulis review karena jatah menulis sudah diberikan untuk tugas makalah yang harus direvisi. Tapi, aku harus!

Jadi buku ini sangat lama terjadi, maksudnya dalam ceritanya, dari Ender umur enam tahun sampai dia berumur dua belas tahun. Enam tahun terhitung dari awal hingga akhir cerita. Sangat lama...

Jadi mengapa bintang empat? Karena permainan yang dimainkan oleh Ender-lah yang sangat seru. Jujur, awalnya aku sangat bosan dengan alur bermain Ender di Battle School yang selalu menang dan dia memang pantas menang karena kecerdasan dia. Tapi pada akhirnya, setelah tahu bahwa permainan di sekolah lanjutan Command School itu bukan hanya simulasi, itu menjadi seru!

Terlepas dari permainan dan kemenangan yang selalu diraihnya, ada sisi gelap dalam diri Ender karena dia selalu "membunuh". Membunuh mungkin jadi hal yang wajar untuk pertahanan diri dari mereka yang berlaku jahat. Tapi jika membunuh pada makhluk yang kita tidak tahu apa dia jahat atau baik, itu akan menjadi semacam nightmare setiap kali kita tidur. Mungkin itu yang dirasakan Ender. Jadi para Bugger itu tidak jahat? Aku rasa bukan di sini tempat untuk menjawab. Biar kalian yang menjawab sendiri dengan membaca buku ini.

Oh iya, hampir lupa. Ender adalah anak ketiga, yang mana dalam dunianya, anak ketiga adalah anak yang tidak diinginkan, anak yang tidak sengaja dilahirkan karena pasangan suami-istri hanya diperbolehkan untuk memiliki dua anak. Kakak-kakaknya yang sama cerdasnya dengan Ender tidak memiliki sifat yang begitu mirip. Kakak pertamanya, Peter sangat ingin menguasai dunia, mungkin dengan cara adidaya. Hal itu sudah tercermin dari perilakunya terhadap adik-adiknya. Bukan kakak yang patut ditiru. Lalu yang kedua adalah Valentine. Dia adalah wanita yang selalu menjaga adiknya, membela dari setiap keusilan dan kejahatan kakak tertua Ender. Mereka juga berperan penting dalam buku ini. Bukan hanya karakter "lalu" saja.

Pelajaran yang dapat diambil dari kisah ini adalah tentang kegigihan seorang anakunderdog, yang selalu dikucilkan oleh teman-temannya, bahkan oleh saudara kandungnya sendiri dalam memperoleh apa yang dia inginkan. Dia tidak mudah putus asa. Walaupun terkadang begitu, mengingat dia masih sangat muda.

Selain itu, tentang kejeniusan yang bahkan aku sendiri tidak begitu mengerti tentang deskripsi tiap-tiap permainan itu. Juga tentang teori-teori fisika yang banyak dimunculkan dalam cerita. Tapi, intinya kejeniusan dalam "bermain" itu harus terus diasah dengan berlatih. Mungkin kata "bermain" itu bisa diganti dengan hobi yang kalian suka.

Entah dalam kesadaran yang normal atau tidak, aku sudah menulis review ini panjang lebar. Semoga menarik minat kalian untuk membaca.

Petualangan yang seru dan akhir yang tak bisa kau terka sebelum kau membacanya!
Back to Top