27 Februari 2016

Ulasan Buku: Flipped

Sampul
Judul : Flipped
Pengarang : Wendelin Van Draanen
Penerbit : Orange Books
Tahun : 2011
Dibaca : 26 Februari 2016
Rating : ★★★★

Aku tahu buku ini ketika di kantor lama teman membawa buku ini dan merekomendasikannya padaku. Sejak saat itu aku coba mencari jejak buku ini, dan beruntunglah pada akhirnya dapat dalam edisi terjemahan yang sepertinya sudah lumayan langka. Lalu, saat teman blogger merekomendasikan buku ini sebagai buku romance favorit dan ada seseorang yang mau diajak baca bareng, aku tak akan menunggu lebih lama lagi untuk membacanya.

***

Seorang anak laki-laki bermata biru menarik perhatian Julianna Baker. Ada tetangga baru—sebuah keluarga—yang menempati rumah di depan tempat tinggalnya. Dengan niat baik, Juli menghampiri mereka dan membantu keluarga itu pindahan. Dan, ya ampun, si empunya mata biru itu benar-benar mengalihkan dunianya. Si empunya mata biru yang pada akhirnya dia tahu bernama Bryce Loski.

Bryce Loski tidak senang dengan gadis itu. Tiba-tiba saja datang mengganggu hidupnya. Bahkan ketika mereka belum kenal pun gadis itu sudah mencoba ambil alih perintah dan pamer; memanjati kardus-kardus yang ada di dalam mobil van penangkut barang. Tidak, Bryce sama sekali tidak suka dengan polah gadis itu. Bryce tidak suka kepada gadis yang pada akhirnya dia tahu bernama Julianna Baker.

***

Pernah tidak sih mendengar kesaksian dua orang berbeda? Yang satu bilang begini, satu lagi bilang begitu. Perasaanmu campur aduk, ingin memutuskan kepada siapa kau mendukung tetapi sulit karena keduanya punya pendapat berbeda. Penggambaran itulah yang mewakili penceritaan selang-seling antara Bryce Loski dan Julianna Baker. Juli bercerita tentang Bryce. Bryce menceritakan Juli. Dan keduanya memiliki pandangan berbeda antara satu sama lain.

Yang mengagumkan dari buku ini adalah penulis bisa memberikan dua gambaran berbeda dari satu kejadian yang sama. Setiap dua bab untuk satu kejadian dengan masing-masing sudut pandang Bryce dan Juli. Dan aku tidak bosan dengan pengulangan itu, karena Bryce dan Juli memiliki ceritanya sendiri.

Tentu. Tentu ada alasan kenapa penulis membuat karakter Bryce dan Juli. Tentu ada alasan kenapa keduanya sama-sama bercerita. Untuk sebuah kisah cinta remaja, buku ini bisa sebagai pedoman. Serius. Kau akan tahu bagaimana pandangan pertama itu penting dalam sebuah hubungan. Kau akan tahu bagaimana cara menghargai seseorang. Kau akan tahu seberapa besar usaha yang dilakukan untuk seseorang yang kaukagumi. Mungkin ada banyak lagi yang akan kaukuak seusai membaca ini.

Juli dan Bryce dalam Flipped the Movie (2010)

Satu hal yang benar-benar membuatku menangis—ya, begitulahadalah adegan telur. Ya ampun! Begini, ketika kau memberikan sesuatu berharga kepada seseorang dan kau mengira dia merasa senang akan hal itu padahal sebenarnya dia biasa saja bahkan tidak menyukainya, bagaimana perasaanmu? Dan kalau kau melakukan hal itu bertahun-tahun berharap sedang memupuk perasaanmu dan perasaannya, padahal tidak, sekali lagi kutanya, bagaimana perasaanmu? Hargai. Hargai. Hargai. Itu kuncinya.

Oke, satu lagi: setengil apa pun orang yang kaukagumi, sebenci apa pun kau padanya, percayalah bahwa dia akan berubah menjadi lebih baik. Entah bagaimana caranya, entah dia harus mengalami hal buruk atau memalukan terlebih dahulu, seiring berjalannya waktu, dia pasti akan berubah. Yakinlah dan percaya kepada seseorang yang sudah kauyakini akan menjadi milikmu.

Bila bosan dengan hubungan Bryce dan Juli yang penuh lika-liku, hubungan antara masing-masing dengan keluarganya bisa menjadi selingan. Kadarnya cukup untuk pembaca remaja sedikit belajar bersikap kepada orangtua. Tetapi aku yakin kalian tidak akan bosan kepada Bryce dan Juli karena kisah keduanya sangat menggugah.

Yang membuatku tidak sreg pada buku ini adalah terjemahannya yang tidak biasa. Okelah bila buku memang ditujukan kepada pembaca remaja lalu menggunakan bahasa yang ringan. Tapi menggunakan kata tidak baku? Nevermind, mari tonton filmnya!

"Beberapa orang mengeluarkan aura datar, beberapa terlihat seperti satin, dan yang lainnya terlihat berkilau... Tapi kadang-kadang kita bertemu seseorang dengan aura warna-warni, dan yang itu sulit dilupakan karena nggak ada bandingannya." (hal. 114)

Ulasan ini untuk tantangan Young Adult Reading Challenge 2016.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Back to Top